PAREPARE, PIJARNEWS.COM – SMAN 5 Kota Parepare (SMAELI) terus membuktikan kualitasnya di kancah internasional. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 10 siswa sekolah unggulan di “Kota Niaga” ini berhasil menembus perguruan tinggi bergengsi di China pada tahun 2025 melalui program pendampingan karier yang komprehensif.
Koordinator Bimbingan Konseling (BK) SMAN 5 Parepare, Ummi Kalsum, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang. Pihak sekolah sudah memetakan minat dan bakat siswa sejak mereka baru menginjakkan kaki di kelas X.
“Kami memulai proses pemetaan sejak kelas X melalui asesmen, wawancara, serta pendampingan akademik dan non-akademik. Jadi peran Guru BK bukan hanya bimbingan saat kelas XII, tapi pendampingan jangka panjang,” ujar Ummi kepada media.
Strategi SMAN 5 Parepare dalam mengantar siswanya ke luar negeri tidak main-main. Sekolah ini telah menjalin kerja sama formal (MoU) dengan sejumlah kampus papan atas di Negeri Tirai Bambu, termasuk universitas yang masuk dalam kategori elit C9 League (Ivy League-nya China).
“Ada kerja sama dengan Harbin Institute of Technology dan Xi’an Jiaotong University. Keduanya masuk kategori Universitas C9 atau unggulan di China. Untuk bidang medis, kami bermitra dengan Harbin Medical University,” jelasnya.
Pada tahun 2025, tercatat 10 siswa telah berangkat ke China dengan rincian 7 Siswa di Harbin Institute of Technology, 1 Siswa di Nantong University, 1 Siswa di Hainan Medical University, dan 1 Siswa di Guilin University of Electronic Technology.
Sementara itu, untuk tahun ini, tercatat sudah ada satu siswa yang mengantongi Letter of Acceptance (LoA), sementara beberapa siswa lainnya sedang menunggu hasil seleksi.
Ummi tidak menampik adanya kendala seperti penguasaan bahasa asing hingga masalah biaya. Namun, tim BK menyiasatinya dengan sosialisasi dini, pendampingan portofolio, hingga melibatkan orang tua dalam konsultasi intensif agar peluang beasiswa dapat dimanfaatkan maksimal.
Ia juga menekankan bahwa kuliah di luar negeri bukan hanya milik siswa yang jenius secara akademik, melainkan mereka yang memiliki tekad kuat dalam persiapan.
“Jangan merasa kuliah di luar negeri hanya untuk siswa yang sangat pintar, tapi untuk yang mau berusaha. Kami juga memberikan informasi peluang ke Korea, Jepang, Eropa, dan negara Asia lainnya agar pilihan siswa lebih beragam,” imbuhnya.
Keberhasilan ini, lanjut Ummi, menjadi bukti bahwa siswa dari daerah memiliki daya saing global. SMAN 5 Parepare berkomitmen untuk terus memperkuat peran bimbingan karier dan penguatan bahasa asing guna mencetak lulusan yang mampu berbicara di level internasional.
“Jangan takut bermimpi besar, tapi mimpi harus diikuti dengan persiapan yang besar juga,” pungkasnya.
Reporter: Faizal Lupphy










