PINRANG, PIJARNEWS.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri dan santriwati Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Tassbeh Baitul Qur’an dalam ajang lomba Gelar Bhakti SMAKDEL Sesion IV Palang Merah Remaja (PMR) tingkat kabupaten Pinrang yang digelar di SMK Negeri 8 Tiroang pada Kamis-Ahad (16-19/4/2026). Dalam kompetisi yang diikuti beberapa peserta dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan, tim PMR MTs Tassbeh Baitul Qur’an berhasil meraih juara pada sejumlah kategori bergengsi.
Ajang lomba yang berlangsung selama beberapa hari ini tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga ketahanan mental, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Para peserta dihadapkan pada berbagai skenario darurat yang menuntut respons sigap serta ketepatan dalam pengambilan keputusan di lapangan.
Keberhasilan santri Madrasah Tsanawiyah Tassbeh Baitul Qur’an tidak diraih secara instan. Persiapan dilakukan secara terstruktur melalui latihan rutin, simulasi intensif, serta pembinaan berkelanjutan oleh pembina PMR dan pihak madrasah. Pendekatan ini menjadi fondasi utama dalam membentuk kesiapan peserta menghadapi kompetisi.
Kepala Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Tassbeh Baitul Qur’an yakni Abdul Muqtadir S, S.Pd., M.Pd. dalam wawancara menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap capaian tersebut. “Alhamdulillah, ini adalah hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan para santri dalam berlatih. Mereka menunjukkan bahwa santri mampu hadir tidak hanya sebagai pelajar agama, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan santri dalam kegiatan PMR merupakan bagian dari strategi pendidikan yang menyeimbangkan antara ilmu, akhlak, dan keterampilan sosial. “Kami ingin membentuk karakter santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki empati tinggi serta kesiapan dalam membantu sesama,” tambahnya.
Menurutnya, PMR menjadi ruang pembelajaran nyata bagi santri untuk memahami nilai-nilai kemanusiaan secara praktis. Melalui kegiatan ini, santri dilatih untuk peka terhadap kondisi sekitar, tanggap dalam situasi darurat, serta mampu bekerja dalam tim dengan penuh tanggung jawab.
Partisipasi dalam ajang ini juga mencerminkan komitmen pesantren dalam memperluas cakupan pembinaan santri. Tidak hanya berfokus pada penguatan keilmuan agama, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan potensi di bidang non-akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Prestasi yang diraih menjadi bukti bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang adaptif dan berdaya saing. Santri tidak lagi dipandang sebatas pelajar tradisional, melainkan sebagai individu yang siap berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan sosial.
Ke depan, Pondok Pesantren Tassbeh Baitul Qur’an berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas partisipasi dalam berbagai ajang kompetitif. Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh santri untuk terus berkembang, berprestasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (*)
Penulis : Muslimin












