PINRANG, PIJARNEWS.COM– Pemerintah Kabupaten Pinrang mencatat sekitar 1.300 hektare lahan pertanian warga terdampak serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada musim tanam kali ini. Hama yang menyerang berupa tikus dan penggerek batang (kresek) yang berdampak pada penurunan produksi petani.
Data tersebut merupakan hasil pengamatan Instalasi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian OPT (IP3OPT) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pinrang, A. Sinapati Rudi, mengatakan serangan hama terjadi di sejumlah kecamatan dengan sebaran di beberapa titik area.
“Penyebabnya antara lain pergeseran jadwal tanam yang tidak seragam serta keterlambatan pengendalian pada fase kritis,” ujar Sinapati saat mendampingi Bupati Pinrang Irwan Hamid meninjau lahan di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawitto, Rabu (15/4/2025).
Ia menjelaskan, keterlambatan pengendalian hama juga dipengaruhi momentum Ramadan, di mana sebagian petani menunda penyemprotan.
Meski demikian, penurunan produksi tidak terjadi merata. Beberapa wilayah masih mencatat hasil panen yang relatif stabil dibanding musim sebelumnya.
Sementara itu, Bupati Pinrang Irwan Hamid menegaskan kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung pada petani.
“Pemerintah tidak akan tinggal diam. Kami akan segera mengambil langkah konkret untuk membantu petani,” kata Irwan.
Salah satu upaya yang disiapkan yakni penambahan bantuan bibit bagi petani terdampak guna menekan kerugian dan mendorong peningkatan produksi pada musim tanam berikutnya.
Irwan juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam memberikan edukasi kepada petani, terutama terkait pola tanam dan waktu pengendalian hama.
“Dengan pendampingan intensif, petani diharapkan lebih sigap mengendalikan hama sehingga hasil panen tetap optimal,” ujarnya.
Pemerintah berharap sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah dapat menjaga sektor pertanian tetap produktif serta menopang ketahanan pangan daerah.












