LEMBANG, PIJARNEWS.COM – Di balik rimbunnya pepohonan dan hamparan kebun yang asri di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulsel, seorang perempuan bernama Mustafiah telah mengubah duka menjadi pelita umat. Bertepatan dengan semangat Hari Kartini, anak pertama dari lima bersaudara pasangan Muhammad Ali Jafar dan Harisah ini membuktikan bahwa emansipasi perempuan tidak hanya tentang karier duniawi, tetapi juga tentang pengabdian suci kepada Alquran. Sejak 2 Mei 2021, ia merintis Kebun Tahfidz Muhammad Ali Jafar di atas tanah peninggalan sang ayah, mengubahnya menjadi pusat pendidikan Alquran yang terus berkembang.
Perjalanan Mustafiah menuju hidayah tidaklah mudah. Ia mengakui bahwa sebelumnya hidupnya dikuasai oleh gemerlap dunia, namun semua berubah saat sang ayah jatuh sakit. Di detik-detik terakhir kehidupan ayahnya, ia terus menuntun Muhammad Ali Jafar mengucapkan dua kalimat syahadat, sambil bergumam dalam hati, “Allah, saya ridho Puangku pergi, tapi setelah ini bantulah saya menjadi orang yang banyak manfaatnya untuk umat,” katanya melalui rilis yang dikirim ke Pijarnews.com, Selasa (28/4/2026).
Dari momen sakral itulah, ia bertekad mewakafkan seluruh dirinya untuk Alquran, demi kebahagiaan kedua orang tuanya di dunia dan akhirat.
Kebun Tahfidz yang kini berdiri kokoh tidak hanya melayani anak-anak, tetapi seluruh lapisan masyarakat mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga para ibu. Mustafiah prihatin melihat realitas pahit di kampungnya sendiri, di mana anak-anak setelah menyelesaikan SD atau setelah dirayakan hataman Alquran, justru merasa gengsi untuk belajar mengaji. Padahal, banyak di antara mereka yang bacaan Alqurannya masih belum baik, atau sudah baik tetapi lama tidak mengaji sehingga menjadi kaku kembali. Ia juga menyoroti fenomena orang tua di perkotaan yang begitu bersemangat menjadikan anaknya hafal Alquran, namun melupakan bahwa bacaan tajwid anaknya masih banyak yang keliru.
Menurut Mustafiah, kondisi tersebut sangat fatal karena seseorang yang hafal tetapi salah bacaannya bukan lagi menjadi hafidz (penjaga), melainkan berpotensi menjadi perusak Alquran. Kasus seperti ini tidak boleh terjadi pada anak-anak di Kecamatan Lembang. Karena itulah, program unggulan di kebun ini dirancang dengan sangat teliti. Salah satunya adalah Takhrij ilmu tajwid, di mana para santri tidak hanya menyebut hukum bacaan, tetapi juga mendalami kitab-kitab tajwid, mengenal nama ulama, hingga mempelajari dalil-dalil ilmunya. Kebun ini juga tidak mengejar kuantitas hafalan, tetapi memastikan setiap hafalan benar-benar mutqin atau kokoh.
Hingga saat ini, tercatat 218 santri dari tingkat iqro hingga kelas tahfidz yang telah bergabung. Selain tahfidz dan tajwid, Kebun Tahfidz Muhammad Ali Jafar juga memiliki program Siroh Nabawiyah serta program unggulan bernama Pengabdian Kebun. Program terakhir ini adalah kelas khusus yang menyiapkan anak-anak menjadi guru Alquransejak dini, yang bersedia mengabdikan dirinya sepenuh hati untuk Alquran. Pemerintah setempat pun memberikan tanggapan yang sangat positif. Mustafiah mengungkapkan bahwa pihaknya beberapa kali mendapat dukungan dan bantuan dari Pemerintah Kecamatan, tingkat kabupaten, bahkan sudah dua kali menerima bantuan dari Pemerintah Pusat.
Ke depan, Mustafiah memiliki harapan besar yang melampaui sekadar tembok kebun. Ia bercita-cita menjadikan Kebun Tahfidz sebagai tempat ternyaman bagi siapa pun yang ingin belajar, menghafal, dan mendalami Alquran. Ia ingin masyarakat sekitar, khususnya anak-anak, tumbuh menjadi ahli Alquran yang paham syariat agama ini. Lebih dari itu, ia bermimpi agar kebun ini menjadi pemantik cahaya bagi seluruh kecamatan Lembang, sehingga kelak setiap keluarga dan setiap rumah di wilayah itu memiliki cahayanya sendiri, yaitu anak-anak ahlul Qur’an. Di hari Kartini ini, semangat Mustafiah menjadi bukti bahwa perempuan hebat tidak harus lahir dari istana, tetapi bisa tumbuh dari kebun yang disirami air mata, doa, dan wahyu. (*)
Data Diri:
Nama: Mustafiah
Kelahiran: Pinrang, 16 April 1994
Alamat: Buttu Sappa, Kelurahan Tadokkong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang Sulsel
Pendidikan Formal:
1. SDN 141 Tuppu
2. MTS DDI Tuppu
3. SMAN 8 Pinrang
4. Alumni Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
Pendidikan Non Formal:
1. Darul Huffadz Cabang Jakarta Timur-Cakung
2. Darul Huffadz Cabang Padjajaran Bogor
3. Pondok Pesantren Assidiqiyah 10 Cianjur Jawa Barat
4. Pondok Pesantren Muhajirin Syaikhona Kholil Bangkalan Madura












