YOGYAKARTA, PIJARNEWS. COM–Prestasi membanggakan kembali ditorehkan akademisi Indonesia. Prof. Dr. Mustaqim Pabbajah, S.Fil., M.A. Guru Besar Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), resmi masuk dalam jajaran Nominator Anugerah Diktisaintek 2026 pada kategori Ilmuwan Muda Terbaik Bidang Inovasi Sosial Humaniora.
Penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini diberikan kepada ilmuwan yang dinilai memiliki rekam jejak unggul dalam inovasi, penelitian, publikasi ilmiah, dan keberdampakan nyata bagi masyarakat.
Sebagai akademisi, Prof. Mustaqim Pabbajah memiliki rekam jejak publikasi yang kuat di tingkat nasional maupun internasional. Berdasarkan capaian bibliometrik terkini, ia membukukan H-index Scopus 13, H-index Web of Science (WoS) 7, dan Google Scholar H-index 30. Capaian tersebut mencerminkan tingginya produktivitas akademik sekaligus besarnya pengaruh karya-karya ilmiahnya yang telah banyak disitasi dan menjadi rujukan bagi peneliti di berbagai bidang.
Selain menjalankan peran sebagai Guru Besar Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Prof. Mustaqim Pabbajah Putra kelahiran Parepare ini juga dikenal sebagai Mentor Senior yang aktif membimbing dosen, peneliti, mahasiswa, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dalam penguatan metodologi penelitian, strategi publikasi pada jurnal bereputasi, serta pengembangan jejaring kolaborasi riset. Kiprahnya telah berkontribusi pada peningkatan kapasitas riset dan kualitas publikasi ilmiah di berbagai institusi.
Di tingkat nasional dan internasional, ia juga mengemban amanah sebagai Director for Research IA Scholar Foundation, lembaga yang berfokus pada penguatan budaya riset, kolaborasi akademik, peningkatan kapasitas peneliti, serta pengembangan publikasi ilmiah. Melalui peran tersebut, Prof. Mustaqim Pabbajah aktif menginisiasi berbagai program mentoring, pelatihan, konferensi ilmiah, hingga kolaborasi penelitian lintas disiplin dan lintas negara.
Tidak hanya dikenal melalui produktivitas riset, Prof. Mustaqim Pabbajah juga aktif menjadi narasumber dan penceramah dalam berbagai seminar, konferensi, forum akademik, serta kegiatan keagamaan di berbagai daerah. Materi yang disampaikannya banyak menyoroti hubungan antara ilmu pengetahuan, pendidikan, keagamaan, pembangunan masyarakat, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan, sehingga menjangkau kalangan akademisi maupun masyarakat luas.
Komitmennya terhadap pengabdian masyarakat juga menjadi salah satu ciri utama kiprahnya. Berbagai program pendampingan yang digagas dan dilaksanakannya berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, penguatan literasi, peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan komunitas, serta penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui pendekatan berbasis riset. Baginya, hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Masuknya Prof. Mustaqim Pabbajah dalam jajaran Nominator Ilmuwan Muda Nasional menjadi pengakuan atas dedikasi panjangnya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi secara utuh: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa akademisi Indonesia mampu menghadirkan karya ilmiah yang berdampak, memperkuat kolaborasi keilmuan, sekaligus menjawab tantangan pembangunan bangsa melalui inovasi dan riset yang berkelanjutan.
Dengan rekam jejak akademik yang terus berkembang, kepemimpinan dalam penguatan ekosistem riset, serta kontribusi nyata bagi masyarakat, Prof. Mustaqim Pabbajah diharapkan dapat terus menginspirasi lahirnya generasi peneliti Indonesia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing di tingkat global.









