• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Pendidikan

Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

Editor: Tim Redaksi
16 September 2026
di Pendidikan, Sulselbar
Kegiatan pengabdian masyarakat Unhas di peternakan Auliah Unggas Bulukumba pada 29-30 Agustus 2026 lalu.

Kegiatan pengabdian masyarakat Unhas di peternakan Auliah Unggas Bulukumba pada 29-30 Agustus 2026 lalu.

BULUKUMBA, PIJARNEWS.COM--Program pemerintahan Prabowo Gibran yang menjadikan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program andalannya tak hanya mendorong peningkatan gizi bagi masyarakat tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu yang merasakan dampak dari adanya program MBG Prabowo Gibran adalah para peternak ayam yang ada di kabupaten Bulukumba akibat melonjaknya permintaan akan telur ayam.

Akibat dari meningkatnya permintaan jumlah telur ayam di kalangan peternak, maka peternak berupaya melakukan penambahan jumlah ayam petelur dan perluasan kandang mereka. Penambahan jumlah ternak berupa ayam petelur mengakibatkan bertambahnya jumlah kotoran ayam yang dihasilkan oleh para peternak ayam yang ada di Kabupaten Bulukumba.

Salah satu peternak ayam yang mengalami peningkatan jumlah populasi ternak untuk memenuhi permintaan akan telur ayam adalah peternak ayam yang tergabung dalam kelompok peternak Auliah Unggas yang ada di Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba.

Akibat peningkatan jumlah ternak yang ada di dalam kandang ternak mereka, maka bertambah juga jumlah kotoran ayam yang dihasilkan dari kandang mereka. Selama ini kotoran ayam yang ada hanya di pakai untukmelakukan pemupukan pada tanaman yang ada di sekitar kandang atau dibagikan pada masyarakat yang ada di sekitar peternakan mereka.

BeritaTerkait

SMAN 5 Parepare Gelar Open House Virtual, Kenalkan Program Sekolah Unggul Garuda Transformatif

SMAN 5 Parepare Gelar Open House Virtual, Kenalkan Program Sekolah Unggul Garuda Transformatif

18 Oktober 2026
Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

17 Oktober 2026
ITH Parepare Gelar Wisuda Perdana, 79 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

ITH Parepare Gelar Wisuda Perdana, 79 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

17 Oktober 2026
Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

14 Oktober 2026

Dengan meningkatnya kotoran ayam yang dihasilkan maka meningkat pula jumlah kotoran ayam yang menumpuk di sekitar kandang yang kemudian mengganggu kesehatan ternak dan juga peternak karena kurang termanfaatkan.

Melihat fenomena yang ada berupa kotoran ayam yang banyak menumpuk dan tidak termanfaatkan di sekitar kandang peternak maka tim dosen unhas melakukan inovasi untuk mengatasi permasalahan yang ada. Kotoran ayam yang selama ini menjadi limbah yang dihasilkan dari kegiatan peternakan ayam petelur bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok peternak ayam Auliah Unggas yang ada di Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba diubah menjadi Pupuk Organik Cair oleh tim dosen Unhas melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Pada kegiatan ini, peternak diajarkan cara untuk mengolah kotoran ayam yang menumpuk di sekitar kandang mereka menjadi pupuk organik cair ramah lingkungan dan dapat dikemas untuk kemudian di pasarkan sehingga dapat menambah penghasilan mereka.

Tim pengabdian masyarakat ini di ketuai oleh Dr. Andi Ratna Sari Dewi dan beranggotakan Andi Muhammad Anshar dan Erna Mayasari. Kegiatan pengabdian masyarat yang dilakukan oleh tim dosen Unhas terdiri atas penyuluhan mengenai pentingnya mengolah limbah kotoran ayam, praktek pembuatan pupuk organik cair dan bagaimana memasarkan produk yang nantinya dihasilkan.

“Kotoran ayam adalah limbah peternakan yang apabila diolah dan dikemas dengan baik dapat menghasilkan cuan” ungkap Andi Ratna dihadapan para peserta penyuluhan dan pelatihan yang diselenggaran selama 2 hari pada tanggal 29-30 Agustus 2026 lalu. Kegiatan ini  bertempat di peternakan Auliah Unggas Bulukumba.  Andi Ratna mengatakan bahwa diharapkan melalui pelatihan yang dilakukan, para peternak yang tergabung dalam Auliah Unggas dapat mengolah kotoran ayam yang mereka hasilkan menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang mempunyai nilai jual.

 

Sementara di hadapan para peserta kegiatan dan tim pengabdian masyarakat, Lukman selaku ketua kelompok menyambut baik dilakukannya kegiatan ini. “Saya sebagai ketua tim mewakili para teman-teman peternak mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilakukan oleh dosen Unhas di tempat kami. Kami berharap melalui kegiatan ini, kami dapat mengolah kotoran ayam yang ada di kandang kami sehingga tidak menimbulkan bau busuk dan juga penyakit. selain itu kami berharap dari POC yang nanti dihasilkan kami dapat menambah pendapatan kami” ujar Lukman.

Kegiatan penyuluahan selain diisi presentasi mengenai pentingnya mengolah kotoran ayam, juga diisi tentang bagaimana membuat POC dengan baik dan benar oleh Andi Muhammad Anshar. Selain penyuluhan, juga dilakukan pemberian kuisioner kepada para peserta untuk melihat bagaimana pemahaman peternak tentang pentingnya mengolah kotoran ayam menjadi POC sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan.

Sedangkan pada hari kedua, dilakukan praktik pembuatan pupuk organik cair yang melibatkan tim dosen Unhas, para peternak ayam yang tergabung di dalam Auliah Unggas yang berjumlah 15 orang serta mahasiswa. Pada kegiatan praktik pembuatan POC, peternak ayam diperkenalkan bahan pembuatan POC, bagaimana mencampur bahan yang ada, bagaimana melakukan fermentasi dan bagaimana mengemas  POC yang dihasilkan ke dalam wadah botol yang telah diberikan label untuk dipasarkan. (*)

 

Cetizen Reporter:  Andi Muh Anshar (Dosen FMIPA Unhas)

 

 

 

 

Berita Terkait

SMAN 5 Parepare Gelar Open House Virtual, Kenalkan Program Sekolah Unggul Garuda Transformatif

SMAN 5 Parepare Gelar Open House Virtual, Kenalkan Program Sekolah Unggul Garuda Transformatif

Editor: Tohir Muhammad
18 Oktober 2026

...

Hadiri Wisuda ITH Habibie, Tasming Hamid Dorong Lulusan Berinovasi

Hadiri Wisuda ITH Habibie, Tasming Hamid Dorong Lulusan Berinovasi

Editor: Tohir Muhammad
18 Oktober 2026

...

Pengawasan WNA Lewat Digital Diperketat, Imigrasi Catat 17.597 Tindakan Administratif

Pengawasan WNA Lewat Digital Diperketat, Imigrasi Catat 17.597 Tindakan Administratif

Editor: Tohir Muhammad
18 Oktober 2026

...

Berita Populer

  • Akibat Kabut Asap Sekolah Daring 2 Hari di Parepare, KBM Tatap Muka Dievaluasi

    Akibat Kabut Asap Sekolah Daring 2 Hari di Parepare, KBM Tatap Muka Dievaluasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Selimuti Parepare, BPBD Catat 71 Hektare Lahan Terbakar Sejak Juli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ITH Parepare Gelar Wisuda Perdana, 79 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi