MAKASSAR, PIJARNEWS.COM--Langkah menuju pengalaman akademik global kembali dimulai dari Universitas Bosowa (Unibos). Sebanyak mahasiswa peserta program internasional resmi dilepas dalam seremoni Pelepasan Mahasiswa Internasional Universitas Bosowa: Menuju China dan Taiwan, Rabu (26/8/2026), di Aula Aksa Mahmud Lantai 9, Gedung II Universitas Bosowa.
Seremoni pelepasan tersebut dihadiri mahasiswa peserta program bersama orang tua masing-masing, jajaran pimpinan universitas dan fakultas, serta para dosen yang akan mendampingi proses keberangkatan dan pelaksanaan program.
Program yang dilepas mencakup pertukaran mahasiswa ke Hebei Institute of International Business & Economics dan Nanchang Normal University di Tiongkok, serta program magang internasional ke Taiwan. Keikutsertaan mahasiswa dalam program tersebut menjadi bagian dari langkah Universitas Bosowa dalam memperluas pengalaman belajar lintas negara sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi lingkungan akademik dan profesional global.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk tidak hanya membawa bekal akademik dari kampus, tetapi juga membuka diri terhadap pengalaman baru, budaya berbeda, pola pembelajaran internasional, serta jejaring yang dapat mendukung pengembangan diri mereka ke depan.
Hadir mewakili Rektor Universitas Bosowa, Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Reputasi Global, Prof. Dr. Asdar, S.Pd., M.Pd., memberikan arahan kepada para mahasiswa sebelum memulai perjalanan internasional mereka.
Prof. Asdar menekankan bahwa kesempatan mengikuti program internasional harus dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran yang lebih luas. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mampu membawa nama baik Universitas Bosowa selama berada di luar negeri.
“Mahasiswa yang berangkat hari ini membawa nama baik institusi dan bangsa. Jadikan kesempatan ini sebagai ruang belajar yang luas, tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga dalam memahami budaya dan membangun jejaring global,” ujar Prof. Asdar.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjadikan setiap pengalaman selama berada di China maupun Taiwan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
“Kalian akan bertemu dengan lingkungan, budaya, dan cara belajar yang berbeda. Manfaatkan semuanya untuk belajar, membangun relasi, dan mengembangkan kemampuan diri. Ketika kembali ke Universitas Bosowa, bawalah pengalaman tersebut untuk dibagikan kepada teman-teman lainnya,” lanjutnya.
Turut hadir dalam agenda tersebut Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Dr. A. Hamsiah, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr. Muliati, S.Pd., M.Hum., M.Ed., Ketua Program Studi Sastra Inggris Rosmawati, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Direktur Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Usaha Emil Salim Rasyidi, S.T., M.Sc., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Restu Januarty Hamid, S.Pd.I., M.Pd., serta para dosen Program Studi Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional.
Kehadiran para pimpinan fakultas dan program studi memperlihatkan dukungan lintas unit terhadap pengembangan pengalaman internasional mahasiswa. Program internasional tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan pembelajaran di ruang kelas dengan pengalaman langsung di lingkungan akademik dan profesional lintas negara.
Salah satu mahasiswa peserta, Efan Pantilu, mengungkapkan antusiasmenya menyambut kesempatan tersebut. Baginya, keberangkatan ke lingkungan internasional menjadi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan kemampuan diri.
“Ini adalah kesempatan besar bagi saya untuk belajar langsung di lingkungan internasional. Saya ingin membawa pulang pengalaman dan ilmu yang bisa saya bagikan kembali di kampus,” ungkap Efan.
Sementara itu, Adrian Saputra, salah satu mahasiswa peserta lainnya, memandang program tersebut sebagai kesempatan penting untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin terkoneksi secara global. Pengalaman belajar di luar negeri dinilai dapat membuka perspektif baru sekaligus memperluas jejaring dan kesiapan mahasiswa dalam menentukan langkah akademik maupun karier setelah menyelesaikan studi.
Suasana haru turut mewarnai prosesi pelepasan. Para orang tua yang hadir memberikan dukungan langsung kepada putra-putri mereka yang akan menjalani pengalaman akademik di luar negeri. Momen tersebut menjadi simbol dukungan keluarga sekaligus kepercayaan terhadap Universitas Bosowa dalam memberikan ruang tumbuh bagi mahasiswa.
Bagi Universitas Bosowa, keberangkatan mahasiswa menuju China dan Taiwan bukan sekadar agenda mobilitas internasional. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman belajar yang lebih luas, memperkuat kemampuan adaptasi, meningkatkan kompetensi lintas budaya, serta membuka jejaring internasional bagi mahasiswa.
Melalui program pertukaran dan magang internasional, Unibos terus mendorong mahasiswa untuk berani keluar dari ruang kelas, melihat dunia lebih luas, dan kembali dengan pengalaman yang dapat memberi dampak bagi lingkungan akademik maupun masyarakat.
Dengan dilepasnya mahasiswa menuju China dan Taiwan, Universitas Bosowa kembali menegaskan langkahnya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif, berwawasan global, dan siap mengambil peran dalam dunia yang semakin terhubung. (adv)










