• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Advertorial

Mentorta Perkuat Ekosistem Riset Mahasiswa PTKI, Dampingi Tim IAIN Parepare Lolos Final BRINATHON IRIFair 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
28 Agustus 2026
di Advertorial, IAIN Parepare
Mentorta Perkuat Ekosistem Riset Mahasiswa PTKI, Dampingi Tim IAIN Parepare Lolos Final BRINATHON IRIFair 2026

Tim mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare, berhasil lolos sebagai finalis BRINATHON Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Berawal dari diskusi akademik di ruang perkuliahan, sebuah gagasan tentang pemanfaatan zakat untuk membantu masyarakat menghadapi perubahan iklim berhasil membawa mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melangkah ke panggung riset nasional. Melalui pendampingan riset Mentorta, tim mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare, berhasil lolos sebagai finalis BRINATHON Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tim yang diketuai Muhammad Rahmadana bersama Meilani Magfirah berhasil melaju pada Klaster Ilmu Sosial dan Humaniora melalui gagasan riset berjudul “Green Zakat: Model Pemanfaatan Dana Zakat untuk Membantu Petani dan Nelayan Beradaptasi terhadap Perubahan Iklim.”

Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa ide yang lahir dari proses pembelajaran dapat berkembang menjadi gagasan yang mampu bersaing dalam kompetisi nasional. Di balik perjalanan tersebut, terdapat proses pendampingan yang dilakukan Mentorta melalui penguatan ide, penyusunan konsep penelitian, hingga persiapan menghadapi tahapan final.

Dari Perkuliahan Menuju Kompetisi Nasional

BeritaTerkait

Dari Pesisir Ampekale Menuju Produk Berdaya Saing, Unibos Dorong Hilirisasi Rumput Laut, Prototipe Dodol Makin Disempurnakan

Dari Pesisir Ampekale Menuju Produk Berdaya Saing, Unibos Dorong Hilirisasi Rumput Laut, Prototipe Dodol Makin Disempurnakan

28 Agustus 2026
Langkahkan Kaki ke Panggung Global, FIPS Unibos Lepas Mahasiswa Menuju China dan Taiwan

Langkahkan Kaki ke Panggung Global, FIPS Unibos Lepas Mahasiswa Menuju China dan Taiwan

28 Agustus 2026
Harumkan Nama Unibos di Panggung Teknologi Nasional, Adolf Julius Nanlohy Peroleh Pendanaan Penuh  Google Indonesia

Harumkan Nama Unibos di Panggung Teknologi Nasional, Adolf Julius Nanlohy Peroleh Pendanaan Penuh Google Indonesia

28 Agustus 2026
Tak Perlu ke Kantor Imigrasi , Warga Wajo Urus Paspor Sambil Car Free Day

Tak Perlu ke Kantor Imigrasi , Warga Wajo Urus Paspor Sambil Car Free Day

23 Agustus 2026

Proses pengembangan gagasan bermula dari kegiatan perkuliahan pada Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf IAIN Parepare. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan yang memiliki nilai akademik dan relevansi terhadap persoalan masyarakat.
Syaifullah, S.E., M.SEI., AWPS., mentor Mentorta, menjelaskan bahwa proses awal pembentukan tim berasal dari aktivitas diskusi dalam perkuliahan.

“Proses terbentuknya tim berawal dari kelompok diskusi dalam proses perkuliahan. Mahasiswa diarahkan agar di akhir pembelajaran tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya atau ide riset yang sesuai dengan capaian pembelajaran dan memiliki manfaat nyata,” ujarnya.
Dari beberapa kelompok diskusi yang terbentuk, mahasiswa kemudian mengembangkan gagasan masing-masing untuk mengikuti BRINATHON IRIFair 2026. Tiga tim dari Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf mengirimkan karya, dan satu tim yang terdiri atas Muhammad Rahmadana dan Meilani Magfirah berhasil lolos sebagai finalis.

Menurut Syaifullah, keberhasilan tersebut tidak hanya dilihat dari hasil seleksi akhir, tetapi juga dari proses mahasiswa belajar membangun gagasan ilmiah sejak awal.
“Yang paling penting adalah bagaimana mahasiswa belajar menyusun ide, membangun argumentasi, bekerja sama dalam tim, dan memahami bahwa sebuah gagasan harus memiliki dasar akademik yang kuat,” jelasnya.

Mentorta Mengawal Ide Menjadi Karya Kompetitif
Sebagai platform pendampingan akademik dan pengembangan kapasitas riset, Mentorta berkomitmen membantu mahasiswa, dosen, maupun generasi muda dalam mengembangkan potensi riset mereka.
Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada penyusunan dokumen kompetisi, tetapi juga mencakup penguatan substansi, kebaruan gagasan, relevansi masalah, hingga kesiapan publikasi ilmiah.
Founder Mentorta, Muh. Ilham Jaya, M.Pd., mengatakan bahwa komitmen terhadap pengembangan riset telah menjadi bagian dari perjalanan Mentorta sejak didirikan pada 2022.

“Sejak didirikan 2022, Mentorta memang sudah siap mewakafkan waktu untuk kemajuan riset. Kami selalu percaya bahwa potensi SDM di negara ini begitu besar. Mereka hanya membutuhkan pendampingan dari mentor-mentor yang berpengalaman agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi karya yang berdampak,” ujarnya.

Menurut Ilham, pendampingan Mentorta tidak hanya menyasar mahasiswa. Selama ini, Mentorta juga membuka ruang pendampingan bagi dosen maupun siswa SMA/sederajat yang mulai memiliki ketertarikan terhadap dunia riset.
“Sebenarnya bukan hanya mahasiswa yang kami dampingi dalam riset. Ada juga teman-teman dari kalangan dosen, maupun siswa SMA dan sederajat yang mulai berminat dalam dunia riset, termasuk untuk mengikuti kompetisi seperti FIKSI dan OPSI. Kami melihat budaya riset harus dibangun sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.

BRINATHON: Menguji Kekuatan Idea Concept Paper

Dalam BRINATHON IRIFair 2026, peserta tidak langsung mempresentasikan hasil penelitian, tetapi mengembangkan gagasan penelitian dalam bentuk Idea Concept Paper (ICP). Tim Muhammad Rahmadana dan Meilani Magfirah berhasil melewati tahap seleksi konsep tersebut dan ditetapkan sebagai finalis pada Klaster Ilmu Sosial dan Humaniora.
Tahap selanjutnya, para finalis akan mengikuti rangkaian kegiatan secara luring dalam agenda IRIFair 2026, termasuk mempresentasikan gagasan mereka di hadapan tim reviewer BRIN.

Menghadapi tahap final tersebut, Mentorta melalui mentor Syaifullah, S.E., M.SEI., AWPS. telah menyiapkan pendampingan lanjutan untuk memperkuat kemampuan presentasi, mempertajam argumentasi riset, dan memastikan mahasiswa siap menghadapi sesi penilaian.

“Setelah lolos sebagai finalis, tantangannya bukan hanya mempertahankan ide, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menjelaskan gagasan tersebut dengan baik di hadapan reviewer. Karena itu, pendampingan akan terus dilakukan hingga tahap final,” kata Syaifullah.
Lokasi dan jadwal pelaksanaan final akan mengikuti informasi lanjutan dari BRIN dalam rangkaian kegiatan IRIFair yang direncanakan berlangsung pada September 2026.

Membuka Ruang Kompetisi bagi Mahasiswa PTKI
Keberhasilan mahasiswa IAIN Parepare dalam BRINATHON IRIFair 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) memiliki peluang yang sama untuk menghasilkan karya inovatif dan bersaing dalam forum nasional.

Syaifullah berharap pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa lain agar berani mengembangkan ide dan memasuki ruang kompetisi akademik.

“Mahasiswa dari kampus mana pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Kampus boleh berbeda, tetapi semangat belajar, berkarya, dan berkompetisi harus tetap sama,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ilham menilai bahwa keberhasilan Rahmadana dan Meilani bukan hanya tentang kompetisi, tetapi tentang membangun mentalitas riset.

“Bagi kami, keberhasilan bukan hanya ketika mendapatkan juara. Proses bagaimana mahasiswa belajar berpikir kritis, menyusun gagasan, dan berani membawa ide mereka ke panggung nasional adalah capaian yang sangat penting,” katanya.

Ke depan, Mentorta berkomitmen terus memperkuat ekosistem riset dengan menghadirkan pendampingan yang lebih luas bagi mahasiswa, dosen, dan generasi muda yang memiliki semangat untuk berkarya.
Dari ruang kelas IAIN Parepare, sebuah gagasan tentang Green Zakat berkembang menjadi karya yang melangkah menuju panggung nasional. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, mentor, dan ekosistem pendampingan riset, Mentorta menunjukkan bahwa ide besar dapat lahir dari siapa saja ketika mendapatkan ruang dan pendampingan yang tepat. (adv)

Terkait: IAIN ParepareMentorta

BeritaTerkait

Generator Digital Karya Dosen IAIN Parepare Permudah Penyusunan RPS -OBE

Generator Digital Karya Dosen IAIN Parepare Permudah Penyusunan RPS -OBE

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
24 Juli 2026

...

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Editor: Tohir Muhammad
3 Juli 2026

...

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

Editor: Tohir Muhammad
18 Mei 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi