• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Opini: Pegawai dan Petani

Editor: Ibrah La Iman
23 Februari 2017
di Opini
Opini: Pegawai dan Petani

Petani sekolahkan anaknya…agar jadi pegawai…kelak anaknya tak lagi bekerja sekeras dirinya. Dapat gaji melimpah tanpa bersusah payah.

Namun tidak bagai pegawai…..ia takkan ingin anaknya jadi petani…..sebab petani itu pekerjaan “kotor”….ya “kotor”….sebab tangan dan kaki penuh lumpur, badan peluh berdaki

Bukankah lebih elok tampil necis, perlente dengan kemeja rapi dan sepatu kulit ?

Oh iya, kita tidak sedang bercerita tentang kelas sosial…Kita bercerita tentang orang orang desa yang ke kota…memenuhi kota yang sudah padat….berbagai persoalan pun muncul…dari kemacetan hingga kriminalitas….dari pelayanan publik hingga harga barang

BeritaTerkait

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026
Gen Z,  Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

Gen Z, Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

26 Agustus 2026
Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

26 Agustus 2026
Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

19 Agustus 2026

Lalu di desa….petani itu menua….anak anaknya telah jadi pegawai….sawah dan kebunnya tak lagi digarap….datang perusahaan bernama lokal tetapi pemiliknya dari luar membeli lahan…..kemudian lahan itu ditanami….namun bukan lagi milik si petani…apalagi anak anaknya yang pegawai

Hari terus berganti bulan, dan tahun….walhasil…si petani punya cucu…kelak sang cucu takkan bertani…namun makin banyak mulut yang harus diberi makan….sementara lahan sawah dan kebun sudah dijual…yah dijual ke perusahaan bernama lokal tapi pemiliknya dari luar….

Pegawai melihat orang memanen bahan makanan dari lahan bekas milik bapaknya yang petani….ia tak berdaya….pihak yang menggajinya pun sudah kehabisan dana untuk membayar gajinya…ia kelaparan ditanahnya sendiri….gara gara tidak ingin kakinya kotor bertani…kelak…kira kira 15-30 tahun akan datang

Itu ceritaku…mana ceritamu

Andi Rahmat Munawar
https://www.facebook.com/andirahmatmunawar

Andi Rahmat Munawar

 

Terkait: OpiniPetani

BeritaTerkait

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2026

...

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Agustus 2026

...

Menakar Urgensi Sekolah Terintegrasi

Menakar Urgensi Sekolah Terintegrasi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
11 Agustus 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi