• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 10 Agustus 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Opini: Pegawai dan Petani

Editor: Ibrah La Iman
23 Februari 2017
di Opini
Opini: Pegawai dan Petani

Petani sekolahkan anaknya…agar jadi pegawai…kelak anaknya tak lagi bekerja sekeras dirinya. Dapat gaji melimpah tanpa bersusah payah.

Namun tidak bagai pegawai…..ia takkan ingin anaknya jadi petani…..sebab petani itu pekerjaan “kotor”….ya “kotor”….sebab tangan dan kaki penuh lumpur, badan peluh berdaki

Bukankah lebih elok tampil necis, perlente dengan kemeja rapi dan sepatu kulit ?

Oh iya, kita tidak sedang bercerita tentang kelas sosial…Kita bercerita tentang orang orang desa yang ke kota…memenuhi kota yang sudah padat….berbagai persoalan pun muncul…dari kemacetan hingga kriminalitas….dari pelayanan publik hingga harga barang

BeritaTerkait

Pajak : Ketika Rakyat Jadi Tumpuan

Pajak : Ketika Rakyat Jadi Tumpuan

5 Agustus 2026
Manajer KDKMP,  Penggerak Ruang Publik Ekonomi Desa

Manajer KDKMP, Penggerak Ruang Publik Ekonomi Desa

24 Juli 2026
Edukasi Awal Sekolah Anti Perundungan

Edukasi Awal Sekolah Anti Perundungan

24 Juli 2026
Politik Energi dalam Islam

Politik Energi dalam Islam

16 Juli 2026

Lalu di desa….petani itu menua….anak anaknya telah jadi pegawai….sawah dan kebunnya tak lagi digarap….datang perusahaan bernama lokal tetapi pemiliknya dari luar membeli lahan…..kemudian lahan itu ditanami….namun bukan lagi milik si petani…apalagi anak anaknya yang pegawai

Hari terus berganti bulan, dan tahun….walhasil…si petani punya cucu…kelak sang cucu takkan bertani…namun makin banyak mulut yang harus diberi makan….sementara lahan sawah dan kebun sudah dijual…yah dijual ke perusahaan bernama lokal tapi pemiliknya dari luar….

Pegawai melihat orang memanen bahan makanan dari lahan bekas milik bapaknya yang petani….ia tak berdaya….pihak yang menggajinya pun sudah kehabisan dana untuk membayar gajinya…ia kelaparan ditanahnya sendiri….gara gara tidak ingin kakinya kotor bertani…kelak…kira kira 15-30 tahun akan datang

Itu ceritaku…mana ceritamu

Andi Rahmat Munawar
https://www.facebook.com/andirahmatmunawar

Andi Rahmat Munawar

 

Terkait: OpiniPetani

BeritaTerkait

Pajak : Ketika Rakyat Jadi Tumpuan

Pajak : Ketika Rakyat Jadi Tumpuan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
5 Agustus 2026

...

Edukasi Awal Sekolah Anti Perundungan

Edukasi Awal Sekolah Anti Perundungan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
24 Juli 2026

...

Petani Kulo Curhat Soal Kekeringan, Bupati Sidrap: Kita Harus Gerak Cepat Bantu Petani

Petani Kulo Curhat Soal Kekeringan, Bupati Sidrap: Kita Harus Gerak Cepat Bantu Petani

Editor: Tohir Muhammad
23 Juli 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi