• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: Gagas Baca Buku 25 Menit Tiap Hari

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 September 2019
di Opini
OPINI: Gagas  Baca Buku 25 Menit Tiap Hari

Foto: Bachtiar Adnan Kusuma bersama buah hati

Oleh: Bachtiar Adnan Kusuma

(Motivator Minat Baca Nasional)

 

BeritaTerkait

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026
Gen Z,  Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

Gen Z, Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

26 Agustus 2026
Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

26 Agustus 2026
Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

19 Agustus 2026

Menggugat kebiasaan atau tradisi membaca buku bermula dari sebuah rumah tangga. Minat ataupun kebiasaan membaca ujungnya melahirkan budaya atau pembiasaan terus menerus terhadap sebuah buku. Minat atau kebiasaan mestinya bermula dari sebuah rumah tangga. Karena hanya rumah tangga yang memiliki kebiasaan ataupun minat baca buku tinggi akan melahirkan budaya keluarga yang cinta membaca buku.

Nah, untuk membiasakan membaca buku bagi anak-anak, hemat penulis haruslah bermula dari rumah tangga. Selain rumah tangga sebagai medium edukasi awal bagi tumbuhnya kebiasaan membaca, juga rumah tangga adalah peletak dasar tumbuhnya minat baca anak-anak.  Untuk membangun tradisi membaca buku, sebaiknya bermula dari orang tua yang doyan membaca buku.

Anak-anak akan tumbuh kebiasaan dan kecintaannya membaca buku karena tradisi membaca dalam rumah tangga telah menjadi sebuah kebiasaan.

Sekarang, kita butuh ibu dan ayah yang punya minat baca tinggi terhadap buku, karena hanya ibu dan ayah yang punya minat tinggi baca buku bisa menjadi inspirasi sekaligus contoh dan teladan bagi anak-anaknya.

Anak-anak akan tumbuh kebiasaan dan kecintaanya terhadap sebuah buku karena contoh dan teladan yang baik yang ditunjukkan oleh kedua orang tuanya. Mustahil dalam sebuah rumah tangga memiliki budaya baca tinggi, tanpa hadirnya kedua orang tua yang punya daya baca tinggi.

Oleh karena itu, membaca buku adalah sebuah proses yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dan yang paling memegang peranan penting untuk membangun tradisi membaca dalam keluarga adalah contoh dan teladan dari kedua orang tua. Kita butuh ibu yang hobi membaca buku dan kita butuh figur ayah yang hobi membaca buku.

*Mengapa perlu baca buku 25 menit setiap hari?

Pada awal 2013 di SMAN 17 Makassar, saya menggagas kampanye membaca buku setiap hari di perpustakaan dan di kelas selama 15 menit. Kampanye dan gagasan inilah yang kemudian melahirkan Seventeen Books Lovers Club yang melahirkan Duta Baca SMAN 17 yaitu Dea Ambarwati Kusuma.

Kebiasaan membaca buku bagi anak-anak di kelas maupun di perpustakaan telah berhasil mengantar siswa-siswi SMAN 17 pada tahun 2015 menempatkan siswanya menduduki berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yaitu sekitar 125 lolos melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN dari 283 siswa yang tamat pada 2015.

Hemat saya, membaca buku 25 menit setiap hari di rumah ataupun di sekolah akan menguasai 7.500 kata. Maksud saya bahwa seseorang yang membaca buku 1 menit akan menguasai 300 kata. Jadi seorang anak rutin membaca buku 25 menit setiap hari selama 7 hari, maka anak tersebut menguasai 52.500 kata. Nah, kalau anak-anak kita rutin membaca buku setiap hari selama sebulan berarti mereka menguasai  270.000 kata. Dalam setahun anak-anak kita rutin  membaca buku, berarti mereka menguasai 3.240.000 kata.

Buku-buku di Indonesia diterbitkan sekitar 130 halaman perjudul, berarti seseorang yang rutin membaca buku 25 menit setiap hari, sesungguhnya telah menamatkan membaca buku baru pertahun sekitar 24 eksamplar buku.

Kebiasaan membaca haruslah menjadi tradisi dan gaya hidup (life style) bagi masyarakat millenial- kosmopolit. Karena hanya dengan rutin membaca buku bagi anak-anak akan terhindar dari pengaruh game atau HP yang setiap hari menjadi jajanan utama mereka. Makanya dibutuhkan gerakan budaya sekaligus gerakan moral pada waktu-waktu tertentu anak-anak harus dibebaskan dari HP, Game dan menonton TV.

Inilah tanggungjawab orang tua, tanggungjawab guru-guru dan tanggungjawab kita semua. Hanya dengan melibatkan semua pihak, maka cita-cita kita untuk mencetak generasi unggul haruslah bermula dari keluarga yang memiliki budaya baca tinggi. (*)

Terkait: Opini

BeritaTerkait

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2026

...

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Agustus 2026

...

Menakar Urgensi Sekolah Terintegrasi

Menakar Urgensi Sekolah Terintegrasi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
11 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • Asah Jiwa Pemimpin dan Talenta, PARENTA 2026 Digelar di SMAN 5 Parepare

    Asah Jiwa Pemimpin dan Talenta, PARENTA 2026 Digelar di SMAN 5 Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WNA AS Menikah di Parepare, Imigrasi Cek Status dan Dokumen Keimigrasian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diwarnai Aksi Terjun Payung, Pangdivif 3 Kostrad dan Bupati Sidrap Panen Raya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Periksa 2 WNA di Sidrap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Jurnalis dan Warga Parepare Doa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi