• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 26 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: Gagas Baca Buku 25 Menit Tiap Hari

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 September 2019
di Opini

Foto: Bachtiar Adnan Kusuma bersama buah hati

Oleh: Bachtiar Adnan Kusuma

(Motivator Minat Baca Nasional)

 

Menggugat kebiasaan atau tradisi membaca buku bermula dari sebuah rumah tangga. Minat ataupun kebiasaan membaca ujungnya melahirkan budaya atau pembiasaan terus menerus terhadap sebuah buku. Minat atau kebiasaan mestinya bermula dari sebuah rumah tangga. Karena hanya rumah tangga yang memiliki kebiasaan ataupun minat baca buku tinggi akan melahirkan budaya keluarga yang cinta membaca buku.

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Nah, untuk membiasakan membaca buku bagi anak-anak, hemat penulis haruslah bermula dari rumah tangga. Selain rumah tangga sebagai medium edukasi awal bagi tumbuhnya kebiasaan membaca, juga rumah tangga adalah peletak dasar tumbuhnya minat baca anak-anak.  Untuk membangun tradisi membaca buku, sebaiknya bermula dari orang tua yang doyan membaca buku.

Anak-anak akan tumbuh kebiasaan dan kecintaannya membaca buku karena tradisi membaca dalam rumah tangga telah menjadi sebuah kebiasaan.

Sekarang, kita butuh ibu dan ayah yang punya minat baca tinggi terhadap buku, karena hanya ibu dan ayah yang punya minat tinggi baca buku bisa menjadi inspirasi sekaligus contoh dan teladan bagi anak-anaknya.

Anak-anak akan tumbuh kebiasaan dan kecintaanya terhadap sebuah buku karena contoh dan teladan yang baik yang ditunjukkan oleh kedua orang tuanya. Mustahil dalam sebuah rumah tangga memiliki budaya baca tinggi, tanpa hadirnya kedua orang tua yang punya daya baca tinggi.

Oleh karena itu, membaca buku adalah sebuah proses yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dan yang paling memegang peranan penting untuk membangun tradisi membaca dalam keluarga adalah contoh dan teladan dari kedua orang tua. Kita butuh ibu yang hobi membaca buku dan kita butuh figur ayah yang hobi membaca buku.

*Mengapa perlu baca buku 25 menit setiap hari?

Pada awal 2013 di SMAN 17 Makassar, saya menggagas kampanye membaca buku setiap hari di perpustakaan dan di kelas selama 15 menit. Kampanye dan gagasan inilah yang kemudian melahirkan Seventeen Books Lovers Club yang melahirkan Duta Baca SMAN 17 yaitu Dea Ambarwati Kusuma.

Kebiasaan membaca buku bagi anak-anak di kelas maupun di perpustakaan telah berhasil mengantar siswa-siswi SMAN 17 pada tahun 2015 menempatkan siswanya menduduki berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yaitu sekitar 125 lolos melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN dari 283 siswa yang tamat pada 2015.

Hemat saya, membaca buku 25 menit setiap hari di rumah ataupun di sekolah akan menguasai 7.500 kata. Maksud saya bahwa seseorang yang membaca buku 1 menit akan menguasai 300 kata. Jadi seorang anak rutin membaca buku 25 menit setiap hari selama 7 hari, maka anak tersebut menguasai 52.500 kata. Nah, kalau anak-anak kita rutin membaca buku setiap hari selama sebulan berarti mereka menguasai  270.000 kata. Dalam setahun anak-anak kita rutin  membaca buku, berarti mereka menguasai 3.240.000 kata.

Buku-buku di Indonesia diterbitkan sekitar 130 halaman perjudul, berarti seseorang yang rutin membaca buku 25 menit setiap hari, sesungguhnya telah menamatkan membaca buku baru pertahun sekitar 24 eksamplar buku.

Kebiasaan membaca haruslah menjadi tradisi dan gaya hidup (life style) bagi masyarakat millenial- kosmopolit. Karena hanya dengan rutin membaca buku bagi anak-anak akan terhindar dari pengaruh game atau HP yang setiap hari menjadi jajanan utama mereka. Makanya dibutuhkan gerakan budaya sekaligus gerakan moral pada waktu-waktu tertentu anak-anak harus dibebaskan dari HP, Game dan menonton TV.

Inilah tanggungjawab orang tua, tanggungjawab guru-guru dan tanggungjawab kita semua. Hanya dengan melibatkan semua pihak, maka cita-cita kita untuk mencetak generasi unggul haruslah bermula dari keluarga yang memiliki budaya baca tinggi. (*)

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Berita Terkini

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Diterima Wali Kota, Parepare Raih Penghargaan Nasional Pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional

Diterima Wali Kota, Parepare Raih Penghargaan Nasional Pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional

Editor: Muhammad Tohir
25 Mei 2026

Pemkab Sidrap Paparkan Usulan Hibah Rekonstruksi Jembatan Botto-Bulcen ke BNPB RI

Pemkab Sidrap Paparkan Usulan Hibah Rekonstruksi Jembatan Botto-Bulcen ke BNPB RI

Editor: Muhammad Tohir
25 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan