• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 10 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Aktivis Lingkungan Soroti Pemeliharaan Mata Air di Parepare

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
18 April 2017
di Sulselbar
Warga mengisi jeriken dengan air di mata air yang terletak   hutan di Desa Jatirunggo, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (30/6). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mengungkapkan ada enam dusun di Desa Jatirunggo yang mengalami krisis air bersih akibat sumur yang telah kering selama musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan ini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/nz/15.

Warga mengisi jeriken dengan air di mata air yang terletak hutan di Desa Jatirunggo, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (30/6). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mengungkapkan ada enam dusun di Desa Jatirunggo yang mengalami krisis air bersih akibat sumur yang telah kering selama musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan ini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/nz/15.

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Pemerhati lingkungan di Parepare menyoroti minimnya perhatian atas pemeliharaan mata air. Padahal, setiap kemarau datang, Parepare termasuk daerah yang kerap kekeringan dan krisis air.

“Seluruh stakeholder sudah harus memikirkan, bagaimana memelihara mata air kita. Saat kemarau, kita selalu kekurangan air. Salah satu sebabnya karena mata air kita mulai berkurang,” urai aktivis lingkungan, Amri Kalbu, Selasa 18/4.

Dia menyebut, Parepare diambang krisis ruang serapan air. Dari sekira 40 sumber mata air yang ada, sebagian besar rusak akibat tidak dipelihara. Kerusakan hutan dan penebangan pohon sembarangan memperparah hal itu.

“Bahkan ada mata air di Bacukiki yang sangat dekat dengan pemukiman. Dakat dengan mesjid Al-Mujahidin, salah satu mesjid tertua di Parepare. Itu sudah tidak terawat,” bebernya.

Amri Kalbu berharap, ada upaya serius dan sinergitas dari Pemkot, DPRD, NGO, media serta polisi hutan agar kerusakan mata air tidak bertambah parah. Dia menyarankan penanaman pohon secara intens, meningkatkan pengawasan hutan dan penebangan pohon, memperketat perizinan bagi yang membangun di kawasan Sungai Karajae, me-massive-kan sosialisasi kepada warga. Baik warga disekitaran hutan, maupun di bantaran sungai agar turut menjaga kelestarian lingkungan.

Berita Terkait

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Tasming Hamid Pimpin Pengerukan Saluran Pembuangan Air Utama di Labukkang

Wawali Parepare Paparkan Success Story Pengelolaan Sampah di Raker APEKSI Komwil VI Kendari

Pihaknya sendiri menyiapkan Peringatan Hari Bumi dalam waktu dekat. Para aktivis lingkungan bakal kembali menggelar Ekspedisi penyelamatan mata air dan yang terbaru, transplantasi terumbu karang di kawasan Tonrangeng. (ris)

Terkait: LingkunganParepare

TerkaitBerita

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

...

Berita Terkini

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Editor: Muhammad Tohir
8 Juni 2026

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

ASN Pemkab Sidrap Terima Gaji ke-13, Total Anggaran Rp28 Miliar

ASN Pemkab Sidrap Terima Gaji ke-13, Total Anggaran Rp28 Miliar

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Tasming Hamid Pimpin Pengerukan Saluran Pembuangan Air Utama di Labukkang

Tasming Hamid Pimpin Pengerukan Saluran Pembuangan Air Utama di Labukkang

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan