• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 30 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Aktivis Lingkungan Soroti Pemeliharaan Mata Air di Parepare

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
18 April 2017
di Sulselbar
Warga mengisi jeriken dengan air di mata air yang terletak   hutan di Desa Jatirunggo, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (30/6). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mengungkapkan ada enam dusun di Desa Jatirunggo yang mengalami krisis air bersih akibat sumur yang telah kering selama musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan ini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/nz/15.

Warga mengisi jeriken dengan air di mata air yang terletak hutan di Desa Jatirunggo, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (30/6). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mengungkapkan ada enam dusun di Desa Jatirunggo yang mengalami krisis air bersih akibat sumur yang telah kering selama musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan ini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/nz/15.

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Pemerhati lingkungan di Parepare menyoroti minimnya perhatian atas pemeliharaan mata air. Padahal, setiap kemarau datang, Parepare termasuk daerah yang kerap kekeringan dan krisis air.

“Seluruh stakeholder sudah harus memikirkan, bagaimana memelihara mata air kita. Saat kemarau, kita selalu kekurangan air. Salah satu sebabnya karena mata air kita mulai berkurang,” urai aktivis lingkungan, Amri Kalbu, Selasa 18/4.

Dia menyebut, Parepare diambang krisis ruang serapan air. Dari sekira 40 sumber mata air yang ada, sebagian besar rusak akibat tidak dipelihara. Kerusakan hutan dan penebangan pohon sembarangan memperparah hal itu.

“Bahkan ada mata air di Bacukiki yang sangat dekat dengan pemukiman. Dakat dengan mesjid Al-Mujahidin, salah satu mesjid tertua di Parepare. Itu sudah tidak terawat,” bebernya.

Amri Kalbu berharap, ada upaya serius dan sinergitas dari Pemkot, DPRD, NGO, media serta polisi hutan agar kerusakan mata air tidak bertambah parah. Dia menyarankan penanaman pohon secara intens, meningkatkan pengawasan hutan dan penebangan pohon, memperketat perizinan bagi yang membangun di kawasan Sungai Karajae, me-massive-kan sosialisasi kepada warga. Baik warga disekitaran hutan, maupun di bantaran sungai agar turut menjaga kelestarian lingkungan.

Berita Terkait

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Meski Kantor Sementara, Layanan VIP Imigrasi Parepare Tetap Optimal

Antisipasi Banjir, Wali Kota Parepare Tinjau Drainase, Instruksikan Pembersihan

Pihaknya sendiri menyiapkan Peringatan Hari Bumi dalam waktu dekat. Para aktivis lingkungan bakal kembali menggelar Ekspedisi penyelamatan mata air dan yang terbaru, transplantasi terumbu karang di kawasan Tonrangeng. (ris)

Terkait: LingkunganParepare

TerkaitBerita

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

...

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2026

...

Berita Terkini

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

Editor: Muhammad Tohir
29 April 2026

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Editor: Muhammad Tohir
29 April 2026

Abdikan Diri untuk Alquran, Mustafiah Dirikan Kebun Tahfidz

Abdikan Diri untuk Alquran, Mustafiah Dirikan Kebun Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 April 2026

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan