• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 16 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Tetap Survive di Masa Pandemi, Cerita Warga Sidrap Hidup di Rantau

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
30 Desember 2020
di COVID-19, Ekonomi

SIDRAP, PIJARNEWS.COM — Pandemi Covid-19 berdampak di hampir semua bidang. Salah satunya sektor ekonomi dan bisnis. Kondisi itu dirasakan oleh nyaris semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang hidup di rantau. Tujuan merantau untuk meraih mimpi sukses kini harus ditelan terlebih dahulu, mengingat kondisi pandemi Covid-19 belum berlalu.

Seperti Amran Tarumpu misalnya, warga asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, yang kini merantau di Ibu Kota Jakarta. Pria (48 tahun) itu hidup bersama ke empat anaknya selama 9 tahun di Jakarta.

Kondisi Pandemi Covid-19 praktis mengubah perilaku dan kondisi kehidupan mereka, terutama soal finansial. Jika sebelum pandemi bisa berlebih, namun kini mereka bersyukur bisa untuk biaya makan dan membayar kontrakan.

“Kita tinggal di rantau tentunya mau tidak mau tetap harus mencari nafkah untuk keluarga. Untuk kehidupan sehari-hari seperti bayar uang kontrakan. Alokasinya lebih digunakan pada kebutuhan pokoknya. Jadi intinya tidak selancar dululah,” ujar Amran saat dihubungi via Whatsapp, Rabu (30/12/2020).

Bisnis barang impor yang dilakoni Amran tidak semulus saat sebelum masa pandemi Covid-19. Saat ini, kata Amran, barang kosmetik impor tidak ada dan terlambat, belum lagi jika barang ada, konsumennya sedikit, mengingat hajatan pengantin yang kini dibatasi.

Berita Terkait

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Panen Bersama Petani di Lasiwala, Bupati Sidrap Mengaku Terharu Karena Ini

Idhul Fitri, Pemkab Sidrap Siapkan Takbiran Keliling hingga Bazar Produk Lokal

Pemkab Sidrap Dukung Pemerintah Pusat Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri

“Tidak seperti dulu lagi, karena dalam bisnis itu kan ada saling keterkaitan jadi bisa saja barang ada tapi masyarakat belum membutuhkannya, seperti pesta pengantin yang dilarang, dampaknya barang jualan kosmetik saya yang biasa untuk riasan pengantin pesanannya berkurang,” ucap Amran.

Kondisi pandemi ini omzet pendapatan Amran menurun tajam hingga 65 persen.
“Dari 100 persen dulunya, ya sekarang hanya 35 persen karena bisa jadi barang yang kita butuhkan yang biasanya mudah sekarang susah didapatkan karena sifatnya ada yang impor,” ungkapnya.

Untuk bertahan di masa pandemi, Amran dan ke empat anaknya kini harus mengencangkan ikat pinggang dan sedikit menutup erat isi kantongnya.

“Kami hanya bisa berdoa semoga pandemi segera berakhir dan selama ini juga berusaha untuk tidak boros, sehingga penghasilan yang dulu disimpan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sambil menunggu normal kembali, walaupun kadang tiba-tiba ada saja pesanan tak terduga dari langganan-langganan bisnis yang lama memesan,” katanya.

Amran berharap dengan kondisi saat ini pemerintah diharapkan menyalurkan tepat sasaran dan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan tidak dilakukan pemotongan.

“Kami berharap kepada pemerintah dengan kondisi begini mohonlah pengawasan terhadap bantuannya kepada masyarakat. Harus lebih ketat, karena bantuan tersebut sangat dibutuhkan terutama jika berupa beras. Itu bisa dikomsumsi sampai 1 bulan jika benar-benar sesuai. Artinya jangan lagi ada pemotongan dari pihak tidak bertanggung jawab,” harapnya. (Agus Salim)

 

Terkait: BisnisCovid-19JakartaPerantauanSidrap

TerkaitBerita

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

...

Kejutan ala Bale by BTN, Saldo Nyasar di Tanggal Tua

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Februari 2026

...

Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Sulsel, Emas-Beras Jadi Pemicu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Januari 2026

...

Resmi Dibuka, Forum Ekonomi Regional 2025 Kabar Grup Sorot Pilar Baru Ekonomi Nasional

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 November 2025

...

Ramadan 1447H

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

BeritaTerkini

Lurah dan Ketua PKK Antang Pantau Pasar Murah Pemkot

Editor: Muhammad Tohir
15 Maret 2026

Pemudik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Naik 5 Persen

Pemudik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Naik 5 Persen

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

Liga Ramadan 2026 Berakhir, Sekda Parepare: Jaga Semangat Pembinaan

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan