SIDRAP, PIJARNEWS.COM–Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memberikan materi pembekalan langsung di hadapan ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-8 Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium H. Zaini Razak, Kampus UMS Rappang, pada Senin (29/6/2026).
Acara pembekalan yang mengusung tema “Digitalisasi Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Berbasis Agropreneur Menuju Desa yang Inovatif, Mandiri, dan Religius” ini dibuka langsung oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si.
Dalam arahannya, Syaharuddin menyuntikkan motivasi besar kepada para mahasiswa yang akan segera diterjunkan ke 40 posko yang tersebar di wilayah Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Enrekang. Ia menegaskan bahwa kualitas seorang sarjana tidak lagi ditentukan oleh lokasi kampusnya.
“Terkait pendidikan, sekarang tidak ada lagi tantangan apakah kita kuliah di daerah atau di kota besar seperti Makassar. Tidak ada lagi perbedaan kualitas. Ilmunya sama, kurikulumnya sama. Yang membedakan adalah jiwa dan dorongan motivasi diri kita masing-masing,” ujar Syaharuddin di hadapan ratusan mahasiswa.
Orang nomor satu di Sidrap ini juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan UMS Rappang. Syaharuddin tercatat sebagai anggota Badan Pengurus Harian (BPH) UMS Rappang sejak tahun 2017. Tak hanya itu, ia juga merupakan mantan Presiden Mahasiswa pertama di kampus tersebut.
“Supaya adik-adik ketahui, saya diproses di kampus ini juga sebagai mahasiswa yang pernah berjas biru sama seperti kalian semua. Saya dulu Ketua BEM pertama di kampus ini. Berarti pengkaderan di kampus ini berhasil, karena mantan Ketua BEM-nya bisa menjadi Bupati Sidrap,” kenang Syaharuddin yang disambut tepuk tangan mahasiswa.
Sebagai alumni yang sukses bertransformasi dari aktivis mahasiswa menjadi kepala daerah, ia berpesan agar para peserta KKN mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat.
Di hadapan mahasiswa, Syaharuddin juga memaparkan visi, misi, dan target kerjanya sebagai Bupati Sidrap. Ia meminta mahasiswa KKN untuk mensinkronisasikan program kerja mereka di lapangan dengan arah pembangunan daerah.
Syaharuddin mengungkapkan, memimpin pemerintahan bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan bagaimana merubah pola pikir (mindset) masyarakat dari kemiskinan menuju kesejahteraan.
“Membangun jalan itu gampang kalau ada anggarannya. Contohnya jalan depan kampus sampai Pangkajene, kurang lebih 1,5 bulan selesai dengan anggaran Rp 90 miliar. Tapi yang paling susah bagi pemerintah adalah merubah strata hidup orang, dari miskin menjadi sejahtera,” jelasnya.
Ia kemudian membeberkan lompatan drastis ekonomi Sidrap di bawah komandonya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sidrap sempat terpuruk di angka 3% pada 2021, 2% pada 2022, bahkan minus 2% pada 2023. Pada tahun 2024, angka tersebut mulai naik ke 4%.
“Begitu saya diberi amanah oleh masyarakat, saya langsung melakukan perombakan total, terutama melakukan upgrade di sektor pertanian. Kami bekerja siang, sore, malam, hingga subuh demi petani,” tegas Syaharuddin.
Menutup materinya, Bupati Sidrap menjabarkan visi besarnya, yakni membawa Sidrap Maju dan Sejahtera lewat 5 program andalan: Sidrap Religius, Sidrap Bersih, Sidrap Bercahaya, Sidrap Aman, serta Sidrap Maju dan Sejahtera.
Salah satu target utamanya adalah mengembalikan kejayaan Sidrap sebagai lumbung beras Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, hasil produksi gabah Sidrap yang semula hanya 400.000 ton (senilai Rp 2,5 triliun) pada 2024, melonjak tajam menjadi 700.000 ton (senilai Rp 4,6 triliun) pada tahun 2025.
Dengan nada kelakar yang segar, ia menantang para mahasiswa KKN untuk memvalidasi langsung data kesejahteraan warga saat turun ke desa-desa nanti.
“Menurut data statistik, Sidrap ini daerah yang paling banyak mobil dan motornya di Sulsel. Bahkan daerah yang paling banyak emasnya, dan antrean jemaah hajinya paling panjang. Coba nanti kalau adik-adik turun ke desa, cek dan cocokkan, benar tidak data statistik itu,” ungkapnya.
Syaharuddin berharap pembekalan ini membuat mahasiswa KKN lebih produktif, mulai tergerak membangun usaha sejak muda, dan siap menjadi lulusan yang sukses di masa depan.












