• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 19 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Petani Pinrang Ini Sulap Bangkai Tikus Jadi Biogas

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
26 Juni 2021
di Ajatappareng, Feature

PINRANG, PIJARNEWS.COM — Petani di Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini cukup kreatif. Namanya Anas Tika. Sebelumnya Pria berusia 50 tahun itu mengolah air bangkai tikus sebagai pupuk organik di areal sawahnya. Kini, dia juga menyulap bangkai tikus menjadi biogas untuk kebutuhan rumah tangga. Sehingga dia tak kesulitan jika terjadi kelangkaan elipiji. Itu diungkapkan Anas Tika saat ditemui Pijarnews.com di areal persawahannya di Cempa, Kamis (24/6/ 2021).

Bangkai binatang pengerat itu ditampung di bak penampungan. Biogas yang dihasilkan kemudian disalurkan melalui pipa plastik ke kompor gas.

“Proses pembuatan biogas dari bangkai tikus ini sudah enam bulan saya geluti,” katanya.

Bangkai tikus itu dari hasil perangkap raksasa di area sawah milik Anas, tikus yang terperangkap itu kemudian dicelupkan ke kolam air. Bangkainya kemudian ditampung di bak penampungan.

Mikro organisme kemudian mengurai bangkai-bangkai binatang pengerat yang ada di dalam bak penampungan itu. Itulah yang menghasilkan biogas.

Berita Terkait

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Sinergi TNI-Polri, Petugas di Pinrang Amankan Puluhan Motor Knalpot Brong

Untuk memanfaatkan biogas itu, Anas Tika kemudian memasang pipa plastik ke tangki penampungan, hingga ke kompor gas yang ada di atas rumah sawahnya.

Bio gas dari bangkai tikus itu diklaim lebih efektif, dibanding dengan bio gas yang diperoleh dari limbah ternak lain.

Sebab, bio gas dari bangkai tikus, hanya sekali diisi, saat musim tanam saja, dimana saat tikus menyerang padi dan biogasnya dapat digunakan selama berbulan bulan.Bio gas

Anas Tika mengatakan, api yang dihasilkan dari biogas bangkai tikus tidak kalah dengan nyala api dari gas elpiji ukuran 3 kilogram. 

“Sejak memanfaatkan biogas dari bangkai tikus, hasil masakannya tidak berbau. Juga tidak mengandung efek negatif bagi kesehatan,” katanya.

Petani kelahiran 1971 itu bersentuhan dengan hama pertanian sejak 1992 silam. Dia sempat mengolah bangkai tikus menjadi pupuk organik yang dapat digunakan di lahan pertanian, untuk menyuburkan unsur hara tanah.

Berkat keuletannya meneliti tikus, pria yang dijuluki professor tikus tersebut diganjar berbagai penghargaan tingkat nasional, hingga diundang ke istana negara. Termasuk menjadi pembicara di berbagai instansi yang tersebar di berbagai provinsi di indonesia.

Penulis : Alfiansyah Anwar

Terkait: Anas TikaBio GasPinrang

TerkaitBerita

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

...

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

...

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Safari Ramadan Hari ke-27, Tasming Hamid Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan