• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 27 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Petani Pinrang Ini Sulap Bangkai Tikus Jadi Biogas

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
26 Juni 2021
di Ajatappareng, Feature

PINRANG, PIJARNEWS.COM — Petani di Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini cukup kreatif. Namanya Anas Tika. Sebelumnya Pria berusia 50 tahun itu mengolah air bangkai tikus sebagai pupuk organik di areal sawahnya. Kini, dia juga menyulap bangkai tikus menjadi biogas untuk kebutuhan rumah tangga. Sehingga dia tak kesulitan jika terjadi kelangkaan elipiji. Itu diungkapkan Anas Tika saat ditemui Pijarnews.com di areal persawahannya di Cempa, Kamis (24/6/ 2021).

Bangkai binatang pengerat itu ditampung di bak penampungan. Biogas yang dihasilkan kemudian disalurkan melalui pipa plastik ke kompor gas.

“Proses pembuatan biogas dari bangkai tikus ini sudah enam bulan saya geluti,” katanya.

Bangkai tikus itu dari hasil perangkap raksasa di area sawah milik Anas, tikus yang terperangkap itu kemudian dicelupkan ke kolam air. Bangkainya kemudian ditampung di bak penampungan.

Mikro organisme kemudian mengurai bangkai-bangkai binatang pengerat yang ada di dalam bak penampungan itu. Itulah yang menghasilkan biogas.

Berita Terkait

PLN UP3 Pinrang Peringati Hari Kartini 2026, Tegaskan Komitmen Emansipasi

1.300 Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama Tikus-Kresek, Ini Kata Bupati

Pastikan Kepatuhan WNA, Imigrasi Parepare Gelar Operasi Wirawaspada di Tator dan Pinrang

Harga Plastik Melonjak 50 Persen, Keuntungan Pedagang Minuman di Pinrang Menipis

Untuk memanfaatkan biogas itu, Anas Tika kemudian memasang pipa plastik ke tangki penampungan, hingga ke kompor gas yang ada di atas rumah sawahnya.

Bio gas dari bangkai tikus itu diklaim lebih efektif, dibanding dengan bio gas yang diperoleh dari limbah ternak lain.

Sebab, bio gas dari bangkai tikus, hanya sekali diisi, saat musim tanam saja, dimana saat tikus menyerang padi dan biogasnya dapat digunakan selama berbulan bulan.Bio gas

Anas Tika mengatakan, api yang dihasilkan dari biogas bangkai tikus tidak kalah dengan nyala api dari gas elpiji ukuran 3 kilogram. 

“Sejak memanfaatkan biogas dari bangkai tikus, hasil masakannya tidak berbau. Juga tidak mengandung efek negatif bagi kesehatan,” katanya.

Petani kelahiran 1971 itu bersentuhan dengan hama pertanian sejak 1992 silam. Dia sempat mengolah bangkai tikus menjadi pupuk organik yang dapat digunakan di lahan pertanian, untuk menyuburkan unsur hara tanah.

Berkat keuletannya meneliti tikus, pria yang dijuluki professor tikus tersebut diganjar berbagai penghargaan tingkat nasional, hingga diundang ke istana negara. Termasuk menjadi pembicara di berbagai instansi yang tersebar di berbagai provinsi di indonesia.

Penulis : Alfiansyah Anwar

Terkait: Anas TikaBio GasPinrang

TerkaitBerita

Guru dan santri Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an saat mengikuti upacara bendera di halaman sekolah

Profil Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an: Membangun Generasi Qur’ani dengan Fondasi Akhlak dan Ilmu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

...

Dari Pesantren ke Podium Juara: Santri MTs Tassbeh Baitul Qur’an Tunjukkan Aksi Nyata di Lomba PMR

Dari Pesantren ke Podium Juara: Santri MTs Tassbeh Baitul Qur’an Tunjukkan Aksi Nyata di Lomba PMR

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

...

PLN UP3 Pinrang Peringati Hari Kartini 2026, Tegaskan Komitmen Emansipasi

PLN UP3 Pinrang Peringati Hari Kartini 2026, Tegaskan Komitmen Emansipasi

Editor: Muhammad Tohir
21 April 2026

...

1.300 Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama Tikus-Kresek, Ini Kata Bupati

Editor: Muhammad Tohir
15 April 2026

...

Berita Terkini

 JCH Embarkasi Makassar Kini Bisa Gunakan Skema Makkah Route

 JCH Embarkasi Makassar Kini Bisa Gunakan Skema Makkah Route

Editor: Muhammad Tohir
26 April 2026

Imigrasi Parepare Perkuat Pencegahan TPPO, Sasar Kelurahan Lemoe

Imigrasi Parepare Perkuat Pencegahan TPPO, Sasar Kelurahan Lemoe

Editor: Muhammad Tohir
26 April 2026

Audisi D’Academy 8, Bupati: Sidrap Punya Banyak Talenta

Audisi D’Academy 8, Bupati: Sidrap Punya Banyak Talenta

Editor: Muhammad Tohir
25 April 2026

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan