• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 1 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

BPS Paparkan Kondisi Ekonomi Sulsel, Plt Gubernur: Data BPS Jadi Tolok Ukur Kebijakan

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
20 Juli 2021
di Advertorial, Ekonomi

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) Suntono

memaparkan perkembangan ekonomi Sulsel pada triwulan pertama di tahun 2021, dengan mengangkat judul Potensi Sosial Ekonomi Sulawesi Selatan Menuju Pemulihan di Masa Pandemi.

Dalam paparannya, Suntono menyampaikan kondisi ekonomi Sulsel di triwulan pertama masih mengalami kontraksi pada angka 0,21 persen, sementara di tahun 2020 kontraksi perekonomian Sulsel berada di angka 0,70 persen.

“Pada triwulan pertama ini pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan masih kontraksi di angka 0,21 persen, masih lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar minus 0,74 persen,” katanya dalam kegiatan Coffee Morning yang digelar secara virtual di Makassar, Senin (19/7/2021).

Suntono mengungkapkan, gambaran beberapa sektor ekonomi Sulsel yang tumbuh positif pada triwulan pertama tahun 2021. Diantaranya sektor pertanian tumbuh 7,14 persen, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 8,73 persen, sektor jasa kesehatan tumbuh 2,32 persen. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan share-nya mencapai 23,42 persen, sektor konstruksi sumbangannya 13,71 persen, sektor perdagangan besar dan eceran kontribusinya mencapai 13,11 persen, dan sektor industri peranannya tercatat 12,63 persen.

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

Sekda Jufri Rahman: JMSI Berperan Besar Mendorong Ekonomi dan Literasi Digital

Gubernur Sulsel Resmikan Penerbangan Perdana Makassar–Bone Bersama Fly Jaya Airlines

Gubernur Sulsel dan Pangdam Takziah ke Rumah Duka Ojol Korban Pengeroyokan Demo di Makassar

Berdasarkan data BPS, dari sembilan lapangan usaha mengalami kontraksi. Kontraksi terdalam pada sektor transportasi dan pergudangan sebesar 18,04 persen, sektor pertambangan dan penggalian kontraksi 9,57 persen, dan sektor akomodasi dan makan minum kontraksinya mencapai 7,21 persen.

“Untuk pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran konsumsi rumah tangga memiliki share terbesar yakni 56,39 persen di triwulan pertama dan mengalami kontraksi sebesar minus 3,61 persen. Ekspor mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,19 persen sedangkan impor mengalami kontraksi paling dalam sebesar minus 15,92 persen,” ungkapnya

Share atau peranan ekonomi di 34 provinsi secara nasional, BPS mencatat Sulawesi Selatan berada pada peringkat ke sembilan dengan sumbangan mencapai 3,08 persen.

Suntono menjelaskan, untuk tingkat kemiskinan di Sulsel menunjukkan kabar yang menggembirakan, karena di Bulan Maret 2021 jumlah dan persentase penduduk miskin mengalami penurunan.

“Dari September 2020 hingga Maret 2021 tercatat sebanyak lebih dari 15 ribu orang keluar dari kemiskinan dengan persentase kemiskinan mencapai 8,78 persen pada Maret 2021, dari 8,99 persen pada September 2020,” ungkapnya.

Sementara berdasarkan jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota pada September 2020, lanjut Suntono, Kabupaten Jeneponto menempati angka kemiskinan tertinggi di Sulsel, yakni 14,58 persen, dan Makassar terendah dengan persentase tercatat 4,54 persen.

Demikian pula untuk tingkat pengangguran terbuka, Suntono menyampaikan kabar yang menggembirakan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sulsel menurun menjadi 5,79 persen pada Februari 2021 dibandingkan dengan data TPT pada Agustus 2020 yang sebesar 6,31 persen.

“Untuk persentase TPT menurut kabupaten kota di Sulsel, pada Agustus 2020 Kota Makassar mencatat TPT tertinggi yakni 15,92 persen dan Kabupaten Selayar mencatat yang terkecil yakni 2,31 persen,” sebutnya.

Menurut Suntono, di masa pandemi Covid-19 banyak perubahan terkait ketenagakerjaan salah satunya terjadinya tambahan pengangguran, beberapa karyawan d rumahkan, bahkan di PHK. Tidak jarang pula mereka para pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja. Namun demikian, keadaan Februari 2021 angkanya sudah lebih baik dibandingkan Agustus 2020 yang lalu.

Menyikapi data tersebut, Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi data yang diberikan BPS. Menurutnya, angka kemiskinan TPT yang menurun tetap harus menjadi perhatian pemerintah.

“Ini perlu menjadi perhatian bersama bahwa fungsi pemerintah fokus pada penurunan angka kemskinan dan angka pengangguran juga tapi kita harus perlu kejar ini, ke depan akan jadi fokus kita,” tegasnya.

Plt Gubernur menuturkan, pemaparan dari BPS tersebut akan menjadi tolok ukur dan referensi bagi Pemerintah Provinsi Sulsel dalam mengeluarkan kebijakan ke depannya, khususnya bagi seluruh perangkat daerah dalam membangun komunikasi yang lebih baik.

“Kita mau bagaimana pendekatan program ke depan agar langkah kita lebih efektif di tengah keterbatasan anggaran. Dinas-dinas juga harus bisa membuat program tepat sasaran. Membuat program-program yang efektif dan efisien, membentuk formula dengan anggaran yang terbatas” terangnya.

Yang perlu juga menjadi perhatian pemerintah, kata Plt Gubernur, yakni dengan melakukan pendekatan teknologi informasi oleh para perangkat daerah.

“Sekarang pendekatan teknologi bisa dilakukan melalui pelatihan secara digital untuk pelaku UKM, yang mana yang akan menjadi target dan yang mana yang dilakukan pendampingan. Meskipun tidak banyak, tapi lebih efektif dan efisien karena berbasis data,” ucapnya.

Paparan yang disampaikan oleh BPS, salah satunya juga menyinggung terkait dengan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan. Dimana, penduduk perempuan lebih patuh terhadap protokol kesehatan dibandingkan penduduk laki-laki.

Terkait hal itu, Plt Gubernur menegaskan, kepada dinas kesehatan untuk menggalakkan vaksinasi dengan menyasar daerah pusat episentrum di Sulsel sebagai wilayah prioritas vaksin. Seperti di wilayah aglomerasi Mamminasata, Makassar menjadi salah satu pusat episentrum yang harus diperhatikan.

“Itu diprioritaskan dulu. Seperti di Makassar wilayah yang basis penyebaran. Di area ini penyebaran tinggi, jadi vaksinasi di area ini bisa efektif menekan angka penyebaran. Ini jadi strategi kita menyelesaikan persoalan,” tutupnya. (*)

Terkait: BPJSPemprov Sulsel

TerkaitBerita

Permudah Masyarakat, Imigrasi Parepare Hadirkan Layanan Appatuju

Permudah Masyarakat, Imigrasi Parepare Hadirkan Layanan Appatuju

Editor: Muhammad Tohir
30 April 2026

...

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Editor: Muhammad Tohir
29 April 2026

...

Meski Kantor Sementara, Layanan VIP Imigrasi Parepare Tetap Optimal

Meski Kantor Sementara, Layanan VIP Imigrasi Parepare Tetap Optimal

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

...

Antisipasi Banjir, Wali Kota Parepare Tinjau Drainase, Instruksikan Pembersihan

Antisipasi Banjir, Wali Kota Parepare Tinjau Drainase, Instruksikan Pembersihan

Editor: Muhammad Tohir
27 April 2026

...

Berita Terkini

ICMI Parepare Tegaskan Kepengurusan Tak Harus Sarjana, Musda VI Siap Digelar

ICMI Parepare Tegaskan Kepengurusan Tak Harus Sarjana, Musda VI Siap Digelar

Editor: Tim Redaksi
1 Mei 2026

Perkuat Literasi Ilmiah, UT Makassar dan ICMI Muda Sulsel Jalin Kerja Sama Strategis dalam Seminar Akademik 2026

Perkuat Literasi Ilmiah, UT Makassar dan ICMI Muda Sulsel Jalin Kerja Sama Strategis dalam Seminar Akademik 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
1 Mei 2026

DKP DEMA-FUAD IAIN Parepare Hadir di Pelosok Pinrang, Bawa Misi Ilmu dan Perubahan

DKP DEMA-FUAD IAIN Parepare Hadir di Pelosok Pinrang, Bawa Misi Ilmu dan Perubahan

Editor: Tim Redaksi
30 April 2026

“Kemenag Berdampak” atau Sekadar Slogan? Mendesak Reposisi Pengabdian di Kampus Keagamaan

“Kemenag Berdampak” atau Sekadar Slogan? Mendesak Reposisi Pengabdian di Kampus Keagamaan

Editor: Tim Redaksi
30 April 2026

Permudah Masyarakat, Imigrasi Parepare Hadirkan Layanan Appatuju

Permudah Masyarakat, Imigrasi Parepare Hadirkan Layanan Appatuju

Editor: Muhammad Tohir
30 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan