• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 6 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Khazanah

Bukan Sekadar Tradisi Idul Fitri, Ini Manfaat Memaafkan Bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 April 2025
di Khazanah
Bukan Sekadar Tradisi Idul Fitri, Ini Manfaat Memaafkan Bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Ilustrasi saling memaafkan

JAKARTA, PIJARNEWS.COM--Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran identik dengan tradisi mudik, silaturahmi, serta yang paling penting—tradisi saling bermaafan.

Sejak gema takbir berkumandang, umat Islam dianjurkan untuk kembali ke fitrah, termasuk dengan menghapuskan segala kesalahan dan dendam di masa lalu.

Tradisi Memaafkan di Idul Fitri

Dilansir dari laman Universitas Gadjah Mada, memaafkan dalam konteks Idul Fitri bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga bagian dari nilai sosial yang melekat kuat dalam budaya masyarakat.

Berita Terkait

Arus Balik Lebaran, Harga Tiket Pesawat Melonjak Tiga Kali Lipat

Lebaran Usai, Ini Tips Balik dari Kampung Halaman dengan Aman

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Wali Kota dan Ketua TP PKK Makassar Sambut Warga Halal Bihalal di Rumah Jabatan

Wali Kota Makassar Gunakan Sepada Motor Pantau Empat Posko Terpadu Mudik Lebaran 2025

Konsep fitrah yang dalam Islam diartikan sebagai keadaan suci sejak lahir, menjadi dasar utama dari tradisi ini. Namun menariknya, penelitian menunjukkan bahwa tidak semua orang mampu memaafkan dan meminta maaf secara sungguh-sungguh dalam praktiknya.

Dalam beberapa studi psikologi, ditemukan bahwa hanya segelintir orang yang benar-benar memaafkan dengan tulus. Sebagian lainnya hanya menjalankan tradisi ini sebagai bentuk formalitas atau praktik keagamaan, sementara sebagian lainnya memilih untuk melupakan kesalahan yang terjadi tanpa benar-benar memaafkan (forgiving versus forgetting). Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masih adanya kemarahan yang terpendam, trauma, atau dampak buruk dari pengalaman tersebut.

Psikologi di Balik Konsep Memaafkan

Masih dilansir dari sumber yang sama, konsep maaf (forgiveness) dalam psikologi pertama kali diperkenalkan oleh Enright, Santos, dan Al-Mabuk pada 1989. Mereka mendefinisikan memaafkan sebagai suatu proses kompleks yang melibatkan aspek afeksi, kognitif, perilaku, dan interpersonal. Secara psikologis, memaafkan tidak hanya berarti menghapus kesalahan seseorang, tetapi juga melibatkan kemampuan individu untuk mengesampingkan perasaan negatif dan menggantinya dengan belas kasih serta penerimaan.

Worthington (2003) kemudian mengembangkan teori yang membagi konsep memaafkan menjadi dua tipe utama:
– Decisional forgiveness: Keputusan sadar seseorang untuk bersikap baik terhadap orang yang pernah menyakitinya, tanpa harus mengubah perasaan yang ada di dalam dirinya.
– Emotional forgiveness: Proses pemaafan yang terjadi ketika seseorang benar-benar melepaskan emosi negatif dan tidak lagi merasakan dendam atau sakit hati terhadap pelaku.

Studi menunjukkan bahwa emotional forgiveness lebih efektif dalam mengurangi beban emosional dan meningkatkan kesejahteraan psikologis dalam jangka panjang. Sementara decisional forgiveness dapat memberikan ketenangan lebih cepat, tetapi sering kali tidak menyelesaikan perasaan negatif sepenuhnya.

Memaafkan dan Kaitannya dengan Kesehatan Mental dan Fisik

Dilansir dari Antara, psikolog Meriyati mengungkapkan bahwa memaafkan bukan hanya tindakan sosial, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Ketika seseorang menyimpan amarah atau dendam, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan kecemasan, bahkan depresi.

Beberapa penelitian lain juga mengungkapkan bahwa individu yang mampu memaafkan cenderung memiliki:
– Respons stres yang lebih rendah—dengan tekanan darah dan detak jantung yang lebih stabil.
– Kesehatan jantung yang lebih baik—karena stres yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
– Hubungan sosial yang lebih harmonis—karena tidak adanya perasaan negatif yang tertahan dalam interaksi sosial.

Langkah-langkah Memaafkan dengan Tulus

Menurut para psikolog, memaafkan bukanlah proses instan tetapi dapat dilatih dengan langkah-langkah berikut:

  1. Mengakui dan menerima emosi
    Jangan menyangkal perasaan marah atau kecewa. Mengakui emosi adalah langkah pertama untuk bisa benar-benar melepaskannya.
  2. Menjaga perspektif positif
    Sadarilah bahwa memaafkan adalah untuk kebaikan diri sendiri, bukan untuk membebaskan orang lain dari tanggung jawab.
  3. Mencoba memahami alasan di balik tindakan orang lain
    Ini bukan berarti membenarkan kesalahan mereka, tetapi membantu kita melihat situasi dari sudut pandang yang lebih luas.
  4. Melatih empati
    Coba bayangkan bagaimana jika kita berada di posisi orang tersebut, apakah kita juga mungkin melakukan kesalahan yang sama?
  5. Mengekspresikan perasaan dengan cara yang sehat
    Bisa dengan menulis jurnal, berbicara dengan orang yang dipercaya, atau melakukan meditasi. (*)

Sumber: Tempo.co

 

Terkait: Idul FitriRamadan 1446 H

TerkaitBerita

Malam ke-12, Safari Ramadan Muhammadiyah Parepare Bahas Konstruksi Pendidikan Generasi Qurani

Editor: Muhammad Tohir
1 Maret 2026

...

Parepare dan Jejak “Kota Santri”: Warisan Religius dari Kepemimpinan Taufan Pawe

Editor: Tim Redaksi
22 Oktober 2025

...

Ketum DPP BKPRMI Nanang Mubarok Gaungkan Gerbang Emas di Parepare

Ketum DPP BKPRMI Nanang Mubarok Gaungkan Gerbang Emas di Parepare

Editor: Tim Redaksi
29 Juni 2025

...

Pawai 1 Muharram

Sinergi Pemkot–BKPRMI Parepare Meriahkan 1 Muharram 1447 H

Editor: Tim Redaksi
27 Juni 2025

...

BeritaTerkini

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Brimob Parepare Ajak 200 Anak Yatim Buka Puasa Bersama dan Doa untuk Negeri

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Sinergi TNI-Polri, Petugas di Pinrang Amankan Puluhan Motor Knalpot Brong

Editor: Muhammad Tohir
2 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan