• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 13 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Khazanah

Cerita Mahasiswa Sulsel Lebaran dan Salat Ied di Hagia Sophia Turki

Editor: Tohir Muhammad
11 April 2024
di Khazanah
Cerita Mahasiswa Sulsel Lebaran dan Salat Ied di Hagia Sophia Turki

TURKI, PIJARNEWS.COM – Hari Raya Idulfitri 1445 H jatuh pada, Rabu (10/4/2024) atau 1 Syawal 1445 hijriah. Ummat muslim di Seluruh dunia bergembira, apalagi saat berkumpul dengan keluarga.

Lalu bagaimana cerita para perantau yang jauh dengan keluarga saat momen ied, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri.

Ahmad Dhiayaul Haq seorang mahasiswa asal Sulawesi Selatan yang berada di Turki misalnya. Dia berbagi cerita bagaimana lebaran di negeri yang kini dipimpin Recep Tayyip Erdogan itu.

“Kalau di Istanbul itu kita kumpul, habis itu ke Konsulat Jenderal RI (KJRI) untuk halalbihalal. Ada juga di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara,” ungkap Dhiayaul sapaannya.

BeritaTerkait

Syawalan Muhammadiyah Parepare, Momentum Perkuat Silaturahim dan Harmoni Sosial

6 April 2026
Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

22 Maret 2026

Malam ke-12, Safari Ramadan Muhammadiyah Parepare Bahas Konstruksi Pendidikan Generasi Qurani

1 Maret 2026

Parepare dan Jejak “Kota Santri”: Warisan Religius dari Kepemimpinan Taufan Pawe

22 Oktober 2025
Ahmad Dhiayaul Haq
Ahmad Dhiayaul Haq

Jadi, kata dia, mahasiswa yang berada di luar dua kota itu datang ke Istanbul atau Ankara untuk ikut meramaikan salat Ied di KJRI atau KBRI.

“Itu adalah momen yang menarik dan unik karena orang ke luar kota untuk lebaran. Disana nanti kita merasakan makanan khas Indonesia dan disana mahasiswa difasilitasi gratis. Makanya mahasiswa senang,” ujarnya.

“Itu juga dimeriahkan dengan beberapa WNI yang sudah menikah dengan orang Turki mereka mengadakan bazar, jualan disana dan bagi saya itu unik sih,” lanjutnya.

Selain itu, kata Dhiayaul, yang menarik dari pelaksanaan Ied di Turki itu tata cara salatnya. Karena, kata dia, dominan disana bermazhab Hanafi jadi pelaksanaannya beda. “Contoh ketika takbir rakaat kedua di Indonesia mayoritas 5. Takbir dulu habis itu baca Surah Al-fatihah, setelah itu baca surah pendek baru ruku’. Nah, disini tidak rakaat kedua itu baca Al-fatihah, baru surah pendek setelah itu baru takbir baru ruku’. Jadi kadang orang yang baru datang mereka tidak tau,” bebernya.

Dhiayaul sendiri melaksanakan salat Ied di Hagia Sophia, Istanbul. Kata dia, ia melaksanakan Ied di masjid yang dulunya sebuah museum. “Karena datangnya terlambat jadi salatnya di halaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan ada banyak WNI yang juga ikut salat Ied di lokasi tersebut. “Waktu kita selesai salat dan zikir pas mau foto-foto ternyata banyak orang Indonesia yang di sekitar, bahkan ada staf-staf KJRI yang juga ikut. Mungkin kira-kira ada ratusan yang WNI,” ujarnya.

Bagi Dhiayaul momentum hari Raya Idulfitri tahun ini adalah kesekian kalinya dia jauh dari keluarga. “Mungkin karena sudah terbiasa di perantauan jadi momentum seperti ini baginya sudah terbiasa. Meskipun rasa rindu juga tetap ada,” ucapnya.

Ia menceritakan momentum dirinya bersama keluarga saat lebaran di Indonesia pada malam harinya baju yang ingin dipakai salat digantung rapi. “Kalau Turki ini orang yang pulang ke malaman, besok pagi kadang tidak sempat salat, jadi kelewatan momen. Dia mendoakan terbaik keluarganya yang ada di Indonesia tetap sehat dan selalu memberikan kabar dan menanyakan kabar,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, yang unik lainnya di Turki dibandingkan di Indonesia, jika di Indonesia mayoritas tradisi halalbihalal itu memberikan uang kepada anak-anak, tetapi kata Dhiayaul, di Turki berbeda, disana anak-anak diberikan permen. “Kalau bahasanya disini itu secerly, semacam manisan atau permen, itu yang diberikan ke anak kecil,” ujarnya. (why)

Terkait: Hagia SophiaIdhul FitriMahasiswaTurki

BeritaTerkait

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Editor: Tohir Muhammad
29 Juni 2026

...

Wawali Parepare Salat Id di Lapangan Andi Makkasau, Singgung Kemiskinan Turun hingga Tantangan Anggaran Rp100 M

Wawali Parepare Salat Id di Lapangan Andi Makkasau, Singgung Kemiskinan Turun hingga Tantangan Anggaran Rp100 M

Editor: Tohir Muhammad
21 Maret 2026

...

Idhul Fitri, Pemkab Sidrap Siapkan Takbiran Keliling hingga Bazar Produk Lokal

Editor: Tohir Muhammad
10 Maret 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi