• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Demokrasi Kebablasan Jelang Pilkada

Editor: Alfiansyah Anwar
13 Januari 2018
di Opini, Sulselbar
Penulis  : Abdillah MS, Koordinator Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (Pijar)

Penulis : Abdillah MS, Koordinator Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (Pijar)

OPINI – Memasuki musim penghujan tentu akan memberikan suasana sejuk bagi kita, namun jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Parepare, suasana seakan terasa menjadi panas oleh hiruk pikuk wacana dan debat tentang pilkada. Tulisan ini terinspirasi dari postingan salah seorang pendukung pasangan calon (paslon) di group media sosial facebook Aku Cinta Pareapare (ACP) yang mengatakan, “jangan marahi anak-anak yang bermain dan bercanda di Masjid. Marahi saja mereka yang ke Masjid hanya menjelang pemilu”.

Dari beberapa kesempatan, saya sering berkelakar tentang sebuah anekdot yang mengatakan, “jika ingin merusak bangsa, maka hancurkan saja budayanya,” dan ini sudah benar-benar terjadi, dimana budaya berdemokrasi kita sudah kebablasan, dan sangat memprihatinkan.

Suasana persaingan demokrasi menjelang pilkada yang seharusnya menggairahkan telah berubah dan cenderung mengkhawatirkan. Seharusnya kampanye rasional yang ditonjolkan, akan tetapi emosi dan sentimen pribadi mengambil alih.

Bila hal ini terus berlanjut dan makin meningkat ketika masa pemilihan makin mendekat dan kita hanya membiarkannya, maka bukan saja kualitas demokrasi kita akan menurun hingga titik nadir, akan tetapi juga berbahaya bagi stabilitas di kota kita tercinta ini.

Para pendukung paslon kelihatannya terlalu bersemangat, tanpa atau dengan sepengetahuan para paslon. Bukannya mengkampanyekan keunggulan dan rekam jejak paslon yang mereka unggulkan, akan tetapi para pendukung itu lebih banyak memilih menonjolkan sisi negatif.

BeritaTerkait

Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

25 Oktober 2026
Penuh Energik dan Percaya Diri, Tim Swara Drumband SMAN 4 Jeneponto Tampil di Panggung Phinisi Marching Competition VII

Penuh Energik dan Percaya Diri, Tim Swara Drumband SMAN 4 Jeneponto Tampil di Panggung Phinisi Marching Competition VII

23 Oktober 2026
Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

22 Oktober 2026
Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026

Demokrasi adalah kedaulatan rakyat. Setiap warga negara berhak memilih dan dipilih. Setiap orang juga bebas berbicara dan mengutarakan pandangannya. Berkampanye sepuasnya untuk mendukung calon yang dianggapnya terbaik, tidak dilarang. Tapi demokrasi juga ada aturan mainnya. Ada hukum atau perundang-undangan yang berlaku dan mengatur serta membatasi prilaku kita. Tujuannya tentu tidak lain dan tidak bukan agar demokrasi itu sendiri selamat sampai tujuan.

Bersitegang dalam bersaing sampai batas tertentu boleh saja. Tetapi ketika sentimen pribadi atau bahkan urusan ibadah seseorang yang seharusnya dipahami bahwa itu adalah urusan mereka dan Tuhannya.

Jika itu tetap dipaksakan, hampir bisa dipastikan warga telah memasuki arena yang sangat peka dan emosional yang dapat menyulut bentrok dan adu fisik. Bukan adu akal tapi adu emosi. Bukan adu argumen tapi saling bully. Bukan adu otak tapi adu otot. Dan tanda-tanda ke arah ini sudah mulai tampak. Saat ini masih terbatas di media sosial. Ketika hal ini terus berlanjut dan meluas sampai ke darat, makin mendekati masa pemilihan makin panas, maka kerukunan akan terancam, persatuan akan terpuruk, dengan konsekuensi kehancuran atas segala yang sudah kita bangun selama ini dengan susah payah.

Bisa saja apa yang disampaikan oleh penulis barangkali dianggap suatu kekhawatiran yang sangat berlebihan. Namun, dari pengalaman sebelumnya, kita tidak boleh lupa dan menganggap kecil potensi bahaya yang disebabkan oleh konflik yang disebabkan oleh isu-isu yang sangat sensitif.

Karenanya, marilah kita sama-sama bersaing dengan cara beradab, menonjolkan figur atau calon pemimpin yang kita dambakan dari sisi karakter, rekam jejak, kemampuan, kejujuran, dan program-programnya yang paling realistis dan menguntungkan warga atau yang berpihak kepada rakyat. Bukan sisi-sisi calon pemimpin yang tidak relevan dan berpotensi menimbulkan perseteruan sesama warga. Selamat berpesta demokrasi. Bukankah pesta harus disambut dengan suka cita, bukan saling sindir dan saling bully. Semoga yang terbaiklah dan yang kita harapkan akan terpilih sebagai pemimpin kita di Kota yang sama kita cintai ini. (*)

 

Terkait: Kota PareparePilkada

Berita Terkait

Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

Editor: Tim Redaksi
21 Oktober 2026

...

ESAI : Kijang Bagai Emas

ESAI : Kijang Bagai Emas

Editor: Alfiansyah Anwar
18 Oktober 2026

...

Aklamasi di Musda VI, Prof Mahsyar Idris Kembali Pimpin ICMI Parepare

Aklamasi di Musda VI, Prof Mahsyar Idris Kembali Pimpin ICMI Parepare

Editor: Tim Redaksi
3 Mei 2026

...

Berita Populer

  • Hamka Dg Ruppa Pimpin KKBP Parepare 2026-2031, Wali Kota Dorong Sinergi Pembangunan

    Hamka Dg Ruppa Pimpin KKBP Parepare 2026-2031, Wali Kota Dorong Sinergi Pembangunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Benang Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa Kewirausahaan UMS Rappang Kembangkan Produk Rajut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penuh Energik dan Percaya Diri, Tim Swara Drumband SMAN 4 Jeneponto Tampil di Panggung Phinisi Marching Competition VII

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi