SOPPENG, PIJARNEWS.COM--Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program pendampingan bagi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Milkfish Lestari yang berlokasi di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Kegiatan pendampingan ini berlangsung selama periode Juni hingga Agustus 2026.
Program pengabdian yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat tahun anggaran 2026 ini bertujuan mengembangkan diversifikasi produk olahan berbasis ikan patin. Program pemberdayaan ini diketuai oleh Kurniati Umrah Nur, dengan anggota dosen pelaksana Nursinah Amir dan Hermita Arif, serta turut melibatkan dua orang mahasiswa, yakni Galuh Febriany dan Yulia.
Kegiatan pendampingan ini melibatkan sekitar 10 orang anggota dari Poklahsar Milkfish Lestari yang dipimpin oleh Sumiati. Program ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pengolahan, kapasitas produksi, serta nilai tambah ikan patin sebagai sumber daya perikanan lokal. Dalam pelaksanaannya, tim PKM Unhas menerapkan konsep zero waste sehingga ikan patin diupayakan dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa menghasilkan limbah yang terbuang. Melalui pendekatan inovatif tersebut, kelompok mitra didampingi untuk mengembangkan beragam produk turunan, seperti abon ikan patin, nugget ikan patin, roti abon, kecap ikan (berbasis fermentasi sederhana), hingga keripik kulit ikan patin.
Selain praktik langsung pembuatan produk olahan, kegiatan ini juga mencakup pelatihan teknis yang komprehensif. Beberapa materi pendampingan meliputi penerapan standar sanitasi dan higiene dalam pengolahan, penyusunan serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi sederhana, pengemasan, pelabelan, dan pelaksanaan uji mutu produk. Tim pengabdian juga memberikan pendampingan pemasaran digital, seperti pembuatan konten promosi berupa foto dan video sederhana, penyusunan narasi promosi, serta pemanfaatan media sosial dan platform digital.
Sebelum adanya program pendampingan ini, kapasitas produksi Poklahsar Milkfish Lestari sangat terbatas, yakni hanya memproduksi sekitar 2 kg produk olahan per bulan dengan variasi yang masih minim. Melalui intervensi teknologi dan inovasi dari tim Unhas, kapasitas produksi kelompok mitra ditargetkan dapat meningkat signifikan menjadi minimal 8 hingga 10 kg per bulan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Poklahsar Milkfish Lestari diharapkan mampu mengolah komoditas ikan patin menjadi produk pangan yang lebih beragam, menarik, dan memiliki daya jual, sekaligus meningkatkan kemampuan kelompok dalam menjalankan usaha secara lebih terstandar dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi langkah nyata untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan lokal melalui inovasi pengolahan berbasis zero waste. (rls)










