• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 5 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Internasional

Dugaan Penyebab Dua Ledakan Dahsyat di Beirut

Editor: Tim Redaksi
6 Agustus 2020
di Internasional
Dugaan Penyebab Dua Ledakan Dahsyat di Beirut

BEIRUT, PIJARNEWS.COM — Dua ledakan besar yang mengguncang Ibu Kota Libanon, Beirut, telah menewaskan ratusan orang dan melukai sekitar 5.000 warga. Puluhan orang masih hilang.

“Beirut menangis, Beirut berteriak, orang-orang histeris dan orang-orang lelah,” kata pembuat film Jude Chehab kepada BBC, menyerukan orang-orang yang bertanggung jawab untuk menghadapi keadilan.

Chadia Elmeouchi Noun, warga Beirut yang saat ini berada di rumah sakit, mengaku gemetar mendengar ledakan itu.

Pemerintah mengumumkan, sejumlah pejabat pelabuhan Beirut ditempatkan di tahanan rumah menunggu penyelidikan atas ledakan tersebut.

BeritaTerkait

Setelah Juarai Jinan Open, Janice Tjen Tembus 80 Dunia, Ranking WTA Tertinggi dalam Kariernya

21 Oktober 2025
AUD 35 Juta Dukungan Australia, Muhammadiyah Australia College Jadi Aset Bangsa di Negeri Kanguru

AUD 35 Juta Dukungan Australia, Muhammadiyah Australia College Jadi Aset Bangsa di Negeri Kanguru

23 Agustus 2025
Sydney akan Jadi Lokasi Muhammadiyah Australia College Kedua

Sydney akan Jadi Lokasi Muhammadiyah Australia College Kedua

4 Mei 2025
korea utara

Piala Asia U-17: Korea Utara Akan Hadapi Indonesia di Perempat Final

12 April 2025

Dewan Pertahanan Tertinggi Negara mengingatkan mereka yang dianggap bertanggung jawab akan menghadapi hukuman maksimum.

Sementara itu, Amnesty International dan Human Rights Watch telah menyerukan penyelidikan independen atas ledakan tersebut.

Pada sebuah pernyataan, HRW mengatakan, pihaknya memiliki keprihatinan serius tentang kemampuan peradilan Lebanon untuk melakukan penyelidikan yang kredibel dan transparan.

Apa Pemicu Ledakan?
Amonium nitrat yang digunakan sebagai pupuk di pertanian dan sebagai bahan peledak, dilaporkan berada di gudang di Pelabuhan Beirut selama enam tahun setelah diturunkan dari kapal yang disita tahun 2013.

Kepala Pelabuhan Beirut dan Kepala Otoritas Bea Cukai mengatakan, kepada media setempat bahwa mereka telah menulis surat kepada pengadilan beberapa kali meminta agar bahan kimia itu diekspor atau dijual untuk memastikan keamanan pelabuhan.

Manajer Umum Pelabuhan Hassan Koraytem, mengatakan, telah mengetahui bahwa bahan itu berbahaya ketika pengadilan pertama kali memerintahkannya disimpan di gudang.

Amonium nitrat tiba dengan kapal berbendera Moldovan, Rhosus, yang memasuki pelabuhan Beirut setelah mengalami masalah teknis selama pelayarannya dari Georgia ke Mozambik, menurut Shiparrested.com diktip BBC, yang menangani kasus-kasus hukum terkait pengiriman.

Rhosus diinspeksi, dilarang pergi dan tak lama kemudian ditinggalkan pemiliknya, memicu beberapa tuntutan hukum. Kargo disimpan di gudang pelabuhan untuk alasan keamanan, kata laporan itu.

Pasukan keamanan telah menutup area luas di sekitar lokasi ledakan dan penyelamat telah mencari mayat dan korban selamat di bawah puing-puing sementara kapal-kapal menggeledah perairan lepas pantai. Puluhan orang masih hilang.

Menteri Kesehatan Masyarakat, Hamad Hassan, mengatakan pihaknya kekurangan tempat tidur dan tidak memiliki peralatan yang diperlukan untuk merawat warga yang terluka dan merawat pasien dalam kondisi kritis.

Menurut Gubernur Beirut, Marwan Aboud, sebanyak 300.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat ledakan itu. Beirut membutuhkan makanan, Beirut membutuhkan pakaian, rumah, bahan untuk membangun kembali rumah.

“Beirut membutuhkan tempat bagi para pengungsi, untuk rakyatnya,” katanya. (er)

Terkait: BeirutLedakanLibanon

BeritaTerkait

Main Petasan, Tangan ASN di Pinrang Terkena Ledakan

Korban Ledakan Petasan di Pinrang Kondisinya Membaik

Editor: Muhammad Tohir
5 Januari 2024

...

Terdakwa Pembom Tewaskan Perdana Menteri Rafik Al-Hariri Bersiap Hadapi Vonis

Terdakwa Pembom Tewaskan Perdana Menteri Rafik Al-Hariri Bersiap Hadapi Vonis

Editor: Tim Redaksi
18 Agustus 2020

...

Presiden Prancis Tawarkan Bantuan ke Libanon

Presiden Prancis Tawarkan Bantuan ke Libanon

Editor: Tim Redaksi
6 Agustus 2020

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi