• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Empat Hari, AJI-Puskapa Bekali Jurnalis Isu Adminduk dan Kemiskinan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
5 November 2021
di Sulselbar
Empat Hari, AJI-Puskapa Bekali Jurnalis Isu Adminduk dan Kemiskinan

 

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM- Persoalan administrasi kependudukan di Indonesia masih carut-marut. Masih banyak warga yang belum terdata. Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan dalam mengakses layanan dan fasilitas kesehatan.

Sekadar diketahui, hasil Susenas 2020 memperkirakan sekitar 3,99 persen penduduk Indonesia belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ini artinya sekitar 10,7 juta penduduk belum tercatat dalam sistem administrasi kependudukan.

Hal tersebut membuat mereka tidak bisa memiliki dokumen kependudukan dan berisiko tidak bisa mengakses layanan dasar dan publik lainnya, seperti sekolah, asuransi kesehatan, layanan peradilan, layanan perbankan, transportasi, air bersih, dan listrik.

BeritaTerkait

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

22 Agustus 2026
11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

20 Agustus 2026
Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari  Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

19 Agustus 2026
Tim PKM  Unhas dan Umma Ubah Limbah Ikan dan Cangkang Kepiting Menjadi Pakan Ayam

Tim PKM Unhas dan Umma Ubah Limbah Ikan dan Cangkang Kepiting Menjadi Pakan Ayam

17 Agustus 2026

Berdasarkan Penelitian Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak (Puskapa) Universitas

Indonesia menunjukkan, warga yang tidak memiliki dokumen kependudukan bukan

karena tidak mau mengurusnya, tapi karena terhambat secara struktural.

Hambatan struktural tersebut terkait faktor sosial, ekonomi, atau tata kelola sistem administrasi kependudukan itu sendiri yang menghalangi seseorang untuk mendapatkan dokumen kependudukan.

Puskapa mengidentifikasi tiga lapisan struktural yang menghambat. Lapisan pertama akibat hambatan akses yang disebabkan kemiskinan, keterpencilan, dan sulitnya mobilitas.

Lapisan kedua akibat layanan yang tidak peka terhadap kebutuhan khusus warga. Sementara lapisan terakhir, akibat adanya praktik yang diskriminatif terhadap identitas sosial tertentu.

Merespons hal itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerja sama  Pusat Kajian dan Puskapa UI menggelar program pelatihan jurnalistik bagi jurnalis lokal dengan tema “Administrasi Kependudukan dan Kemiskinan”.

Pelatihan ini untuk mendorong kualitas pemberitaan mengenai sistem administrasi

kependudukan di tiga wilayah yakni Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Untuk klaster Sulsel digelar 1-4 November.

Kegiatan ini diikuti oleh 26 orang jurnalis dari berbagai platform media yang digelar secara daring. Menghadirkan narasumber dari Bappenas, Puskapa dan kepala desa dari Kabupaten Bantaeng.

Ketua AJI Makassar, Nurdin Amir mengatakan kegiatan yang diawali dengan workshop ini, untuk meningkatkan pengetahuan jurnalis terkait isu administrasi kependudukan dan kemiskinan di Indonesia, serta apa saja persoalan-persoalannya.

Agar nanti, kata dia, teman-teman jurnalis bisa menghasilkan karya jurnalistik berkualitas dalam meliput isu administrasi kependudukan. “Selain itu, mendorong advokasi atas akses dan layanan administrasi melalui pemberitaan,” ujarnya.

Setelah selesai workshop, nanti peserta akan mengajukan proposal liputan terkait tema Administrasi Kependudukan dan Kemiskinan. Nanti akan dipilih lima orang setiap klaster yang memiliki ide liputan menarik untuk mendapatkan beasiswa fellowship.

Peserta terpilih akan dimentoring selama kurang lebih sebulan. Tahapan terakhir, AJI melakukan diseminasi melalui webinar di masing-masing klaster. Webinar tersebut menghadirkan perwakilan jurnalis yang mendapatkan fellowship program ini, pemerintah daerah dan Puskapa. (rls)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

 

Terkait: Dukcapil

BeritaTerkait

75 Warga Binaan Lapas Makassar Terima Biodata Kependudukan dari Dukcapil Sulsel

75 Warga Binaan Lapas Makassar Terima Biodata Kependudukan dari Dukcapil Sulsel

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 November 2024

...

Disdukcapil Parepare Mudahkan Layanan Lewat ‘Jebol’ Perekaman e-KTP hingga Sosialisasi IKD

Editor: Tohir Muhammad
14 Agustus 2024

...

Mudahkan Layanan, Dukcapil Sidrap Teken PKS dengan 3 OPD

Mudahkan Layanan, Dukcapil Sidrap Teken PKS dengan 3 OPD

Editor: Tohir Muhammad
3 September 2021

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi