• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 7 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Budaya dan Sastra

Esai: Rumah Bagi Penyair

Ibrah La Iman Editor: Ibrah La Iman
4 Maret 2017
di Budaya dan Sastra
Esai: Rumah Bagi Penyair

Rumah Bagi Penyair
(Ilham Halimsyah)

“Kalau rumah bagi penyair adalah puisi. Maka saya harus segera pulang. ”

Setahun bahkan lebih, puisi-puisi saya tak lahir. Mungkin terhimpit rutinitas keseharian yang ritmenya menyita waktu. Hingga tak menyisakan tempat untuk sekadar berkontemplasi. Atau karena realitas yang saya jalani tak menyodorkan romantisme yang perlu diabadikan. Saya seperti kehilangan enargi kreatif untuk meramu kata, menyusun kalimat menjadi puisi memukau.

“Di teras hujan menderas. Seketika cuaca berkemas. Langit pun berganti lekas. Serupa cemas yang tak bisa diremas.”

Berita Terkait

ESAI: Komunikasi Digital sebagai Pembawa Harapan bagi Generasi Z

IKN Sebagai Smart City dengan Konsep Forest City Apa Kaitannya untuk Indonesia Emas 2045?

Gubernur dan Pisang Bawa Siswi SMAN 8 Pinrang Ini Juara 1 Lomba Esai Diknas Provinsi

ESAI : Pesona Paputo Beach, Destinasi Wisata yang Indah

Padahal, dalam kurun waktu 1996-2006, puisi-puisi saya terpublikasi secara meluas. Baik di media lokal maupun di media nasional. Baik pada terbitan harian, bulanan, maupun buku. Kalau menulis puisi membutuhkan sebuah stimulan, maka rangsangan inilah yang nampaknya tak hinggap dalam benak saya selama ini.

“Seketika angin menderu. Langit membiru. Padahal belum sempat ia menitip rindu.”

Kata-kata seperti menguap begitu saja. Tak sempat terabadikan. Peristiwa-peristiwa berlalu. Tanpa mampu kurekam secara gramatik. Ini juga bisa jadi karena peristiwa tersebut berlangsung secara berentetan. Sehingga belum sempat merefleksinya, datang lagi peristiwa lain. Dan ini memberondong sepanjang hari.

“Maka kubiarkan dingin memelukmu agar hujan beku di rindumu.”

Saya teringat perkataan seorang kawan penyair; “ada dua hal yang membuat puisi dapat dengan mudah lahir, pertama kalau kita jatuh cinta, kedua kalau kita patah hati.” Lantas apakah saya mesti jatuh cinta lagi untuk bisa mencipta puisi? Atau mesti patah hati dulu agar kembali melahirkan sajak?” ungkapku dalam hati.

“Kalau rumah bagi penyair adalah puisi. Maka saya rindu untuk pulang.”

28 Juni 2009

Terkait: EsaiPuisi

TerkaitBerita

Lestarikan Budaya, Tim dosen UMS Rappang Latih Tari Tradisi dan Kreasi Sanggar Seni Aiyra di Soppeng

Editor: Tim Redaksi
28 Oktober 2025

...

Kerabat Arung Batulappa Bentuk Dewan Adat, Bakal Godok Nama untuk Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Kerabat Arung Batulappa Bentuk Dewan Adat, Bakal Godok Nama untuk Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Editor: Muhammad Tohir
7 Agustus 2025

...

“Art The Seen Exhibition”: Jejak Akademik, Estetik, dan Etik dalam Ruang Pamer Seni Rupa Unismuh Makassar

“Art The Seen Exhibition”: Jejak Akademik, Estetik, dan Etik dalam Ruang Pamer Seni Rupa Unismuh Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Juli 2025

...

Juli, SSB BSF IAIN Bone-Dinas Kebudayaan Gelar SEBAYA FEST 2025 Antar Pelajar

Juli, SSB BSF IAIN Bone-Dinas Kebudayaan Gelar SEBAYA FEST 2025 Antar Pelajar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Juni 2025

...

BeritaTerkini

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan