• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Gitar Produksi Warga Parepare, Laku Hingga Jawa dan Kalimantan

Editor: Alfiansyah Anwar
13 Agustus 2017
di Sulselbar
Gitar Produksi Warga Parepare, Laku Hingga Jawa dan Kalimantan

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Kota Parepare seperti tidak pernah kehabisan pemuda berbakat. Kali ini, PIJAR menemukan Ayyung, seorang pengerajin gitar. Sebuah profesi yang terbilang tidak umum, dan tentunya butuh keahlian khusus.

Pria bernama lengkap Asrul itu, merintis usahanya di Perumnas Wekke’e, Jalan Pipit Blok D, Nomor 34 Parepare. Usahanya ia mulai dari 2012 silam. Bermula pada kenekatannya menerima pesanan untuk memperbaiki gitar temannya yang rusak

“Ada teman yang gitar elektriknya rusak. Saya diminta memperbaiki, padahal saat itu saya tidak tau sama sekali caranya. Akhirnya saya coba perbaiki dengan alat seadanya. Ketika jadi, ternyata hasilnya bagus dan teman saya suka. Nah saat itu lah saya mulai serius” ungkap Ayyung.

BeritaTerkait

Tim PKM Prodi Keperawatan Unismuh Latih Produksi Keripik Salak Bagi Warga Dusun Batri Pinrang

Tim PKM Prodi Keperawatan Unismuh Latih Produksi Keripik Salak Bagi Warga Dusun Batri Pinrang

14 Agustus 2026
Diskusi Keberlanjutan Media Lokal, Pemred Suara.com Sarankan Miliki Diversifikasi Pendapatan hingga Pertajam Isu Daerah

Diskusi Keberlanjutan Media Lokal, Pemred Suara.com Sarankan Miliki Diversifikasi Pendapatan hingga Pertajam Isu Daerah

14 Agustus 2026
Kemenko Pangan RI Kunjungi Lahan Tambak Garam Binaan Unhas di Maros

Kemenko Pangan RI Kunjungi Lahan Tambak Garam Binaan Unhas di Maros

8 Agustus 2026
Dr. Wahyu Maulid Adha Pimpin ISEI Mamuju, Siap Perkuat Sinergi Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah

Dr. Wahyu Maulid Adha Pimpin ISEI Mamuju, Siap Perkuat Sinergi Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah

6 Agustus 2026

Awalnya, bapak dua orang anak itu, hanya menerima pesanan reparasi gitar saja. Lambat laun dia mulai memproduksi gitar sendiri.

“Awalnya susah sekali, karena, hanya pake obeng yang saya jadikan pahat. Belum lagi pada saat saya mau bengkokkan, kayunya selalu saja patah karena saya belum tau tekniknya. Tapi saya coba terus, sampai pada saat gitarnya jadi, ternyata teman saya suka. Akhirnya keterusan sampai sekarang” urainya.

Dalam kurun waktu lima tahun, Ayyung sudah memproduksi sekira 200-an gitar. Terbilang sedikit karena ia hanya sendiri mengerjakannya. Sedangkan pelanggan yang datang memperbaiki gitar, sudah tidak terhitung lagi.

“Kendalanya yang saya hadapi, karena saya masih sendiri mengerjakannya, sebab jarang yang mau serius belajar. Dalam membuat gitar pun, tidak bisa asal jadi, karena tiap-tiap gitar punya karakter tersendiri. Alat-alat seperti mesin pemotong kayu yang saya pakai membuat dan memperbaiki gitar, saya dapatkan dari hasil tukar gitar dengan yang punya mesin,” bebernya.

Hasil karyanya pun tidak hanya laku di wilayah Sulawesi saja, bahkan sampai ke Jawa dan Kalimantan. Itu membuktikan, hasil karya Ayyung bisa bersaing dengan gitar hasil pabrikan. Namun Ayyung belum memberikan label khusus pada gitar yang selesai ia buat, dengan alasan gitar yang ia buat, masih terbilang mirip dengan gitar pada umumnya

“Gitar yang saya buatkan lebih banyak dari pesanan orang saja. Saya belum bisa terima dalam jumlah banyak. Nanti saya berikan label jika gitar saya memiliki ciri khas khusus buatan saya. Kalau saya kasi label, nanti di kira kita menjiplak buatan orang dan itu saya tidak mau.” ujarnya.

Dalam membuat gitar, Ayyung juga selalu menggabungkan kayu dari Jawa dan kayu Parepare yang ia pesan di Bacukiki. Dia mau gitar yang ia buat tidak menghilangkan ciri khas asal daerahnya

Soal harga, juga tidak membuat anda merogoh kocek yang dalam untuk membelinya. Harga satu unit gitar elektrik yang kualitasnya hampir sama dengan yang di toko, sekira 1.5 juta. Sedangkan untuk biaya reparasi, sangat bergantung dari tingkat kerusakan gitar

“jika di badingkan di toko dengan gutar yang saya buat, bisa dibilang bersaing menurut pengakuan pelanggan saya. Dan hargnya juga lebih murah buatan saya. Saya juga memberikan garansi perbaikan jika gitar yang saya buat rusak. Kalau di tokokan tidak bisa di kembalikan.”

Dari hasil reparasi dan membuat gitar, Ayyung bisa mendapatkan 3-4 juta perbulannya. Dari hasil itu lah ia bisa menghidupi istri dan dua buah hatinya. (mul/ris)

Terkait: Gitar ParepareParepare

BeritaTerkait

Kukuhkan Calon Paskibraka Parepare 2026, Tasming Hamid Sampaikan Pesan Ini

Kukuhkan Calon Paskibraka Parepare 2026, Tasming Hamid Sampaikan Pesan Ini

Editor: Tohir Muhammad
16 Agustus 2026

...

Imigrasi Parepare Merdeka Fest Semarakkan HUT RI, Ada Pasporia hingga Donor Darah

Imigrasi Parepare Merdeka Fest Semarakkan HUT RI, Ada Pasporia hingga Donor Darah

Editor: Tohir Muhammad
16 Agustus 2026

...

44 Hari KKN UNHAS di Parepare, Wali Kota Minta Hasil Program Ditindaklanjuti

44 Hari KKN UNHAS di Parepare, Wali Kota Minta Hasil Program Ditindaklanjuti

Editor: Tohir Muhammad
14 Agustus 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi