• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 13 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Khazanah

Gus Baha: Umat Islam Jangan Terjebak dalam Perdebatan Tanggal Pastinya Malam Lailatul Qadar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2025
di Khazanah
Gus Baha: Umat Islam Jangan Terjebak dalam Perdebatan Tanggal Pastinya Malam Lailatul Qadar

Gus Baha/TikTok

JAKARTA, PIJARNEWS.COM–Setiap tahun, umat Islam menantikan malam  Lailatul Qadar  yang diyakini sebagai malam penuh kemuliaan dan keberkahan. Malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan, dan siapa yang mendapatkannya akan mendapatkan keutamaan luar biasa.

Namun, kapan tepatnya malam Lailatul Qadar  terjadi? Banyak yang memperkirakan malam ini berada di antara malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Ulama ahli tafsir sekaligus Pengasuh Ponpes di Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih dikenal dengan Gus Baha memberikan penjelasan mengenai malam Lailatul Qadar berdasarkan Alquran.

Dalam ceramahnya ,  Gus Baha menegaskan bahwa umat Islam sebaiknya tidak terjebak dalam perdebatan tanggal pasti terjadinya Lailatul Qadar.

BeritaTerkait

Syawalan Muhammadiyah Parepare, Momentum Perkuat Silaturahim dan Harmoni Sosial

6 April 2026
Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

22 Maret 2026

Malam ke-12, Safari Ramadan Muhammadiyah Parepare Bahas Konstruksi Pendidikan Generasi Qurani

1 Maret 2026

Parepare dan Jejak “Kota Santri”: Warisan Religius dari Kepemimpinan Taufan Pawe

22 Oktober 2025

Gus Baha mengungkapkan bahwa banyak orang yang merasa yakin bahwa Lailatul Qadar terjadi pada tanggal tertentu.

“Kita dengan percaya dirinya bilang Lailatul Qadar itu terjadi antara tanggal 21 sampai 29 Ramadhan. Lalu, kenapa malam ini begitu istimewa? Karena Nuzulul Qur’an. Tapi kalau Nuzulul Qur’an tanggal 17, Lailatul Qadar tanggal berapa?” ujar Gus Baha, dikutip  dari tayangan video di kanal YouTube @agusmujib_.

Ia menekankan agar tidak menjadikan perbedaan pendapat ini sebagai fitnah yang justru membuat kebingungan di kalangan umat Islam.

Menurutnya, cara memahami Lailatul Qadar harus sesuai dengan Alquran, bukan sekadar opini atau pendapat pribadi.

“Maka yang benar, Lailatul Qadar itu, kata ulama-ulama dulu, siapa pun yang beramal saleh, anggap saja sudah mendapat Lailatul Qadar,” jelasnya.

Dengan kata lain, seseorang tidak perlu sibuk mencari tanggal pasti malam tersebut, tetapi lebih fokus pada peningkatan ibadah dan amal saleh.

Karena hakikatnya, mereka yang menghabiskan waktu dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah sudah merasakan keberkahan Lailatul Qadar.

Gus Baha juga mengingatkan bahwa Allah tidak pernah menetapkan bahwa seseorang harus mengetahui kapan Lailatul Qadar terjadi untuk mendapatkan keutamaannya.

Justru, Allah ingin hamba-Nya terus beribadah sepanjang Ramadan, bukan hanya mengincar satu malam tertentu saja.

“Orang yang sungguh-sungguh beribadah, meskipun tidak tahu kapan Lailatul Qadar, tetap mendapatkan pahalanya,” tambahnya.

Sikap terlalu sibuk mencari malam Lailatul Qadar tetapi melupakan konsistensi dalam beribadah justru berisiko membuat seseorang melewatkan esensi Ramadan.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengisi sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah yang lebih khusyuk tanpa perlu sibuk menebak kapan Lailatul Qadar terjadi.

Mereka yang mengamalkan ibadah dengan sungguh-sungguh akan merasakan ketenangan hati dan keberkahan yang datang dari Allah.

Keutamaan Lailatul Qadar tidak hanya terletak pada malam itu sendiri, tetapi pada bagaimana seseorang mempersiapkan diri dan terus meningkatkan kualitas ibadahnya.

Maka dari itu, yang terpenting bukanlah mengetahui tanggal pastinya, melainkan bagaimana seseorang menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk lebih dekat kepada Allah.

Dengan memahami konsep ini, diharapkan umat Islam lebih fokus dalam meningkatkan ibadah dan amal kebaikan selama bulan Ramadan.

Sehingga, malam Lailatul Qadar bukan hanya sekadar menjadi perbincangan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perjalanan spiritual setiap muslim. (*)

Sumber: Liputan6.com

Terkait: Lailatul QadarRamadan 1446 H

BeritaTerkait

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Wali Kota dan Ketua TP PKK Makassar Sambut Warga Halal Bihalal di Rumah Jabatan

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Wali Kota dan Ketua TP PKK Makassar Sambut Warga Halal Bihalal di Rumah Jabatan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 April 2025

...

Bukan Sekadar Tradisi Idul Fitri, Ini Manfaat Memaafkan Bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Bukan Sekadar Tradisi Idul Fitri, Ini Manfaat Memaafkan Bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 April 2025

...

Wali Kota Makassar Gunakan Sepada Motor Pantau Empat Posko Terpadu Mudik Lebaran 2025

Wali Kota Makassar Gunakan Sepada Motor Pantau Empat Posko Terpadu Mudik Lebaran 2025

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
30 Maret 2025

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi