PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Sorotan masyarakat luas di Parepare mengenai harga mobil penyapu jalan yang terlampau mahal, akhirnya memperoleh tanggapan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parepare.
Kepala DLH, Amir Lolo menjelaskan mobil itu dibeli dengan anggaran Rp2,710 miliar dari APBD 2017 (sebelumnya disebut Rp2,6 miliar). Harga itu, sudah termasuk biaya pengiriman dan biaya lain yang dibutuhkan hingga mobil buatan Italia itu sampai di Parepare.
“Ini diperoleh lewat pengadaan barang sistem e-katalog,” jelas Amir saat ditemui PIJAR diruang kerjanya, Rabu 26/4.
Dibanding harga mobil penyapu jalan yang dimiliki daerah lain di Sulsel, Amir mengakui bahwa milik Parepare memang lebih mahal. Namun dia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai perbedaan spesifikasi yang membuat harganya berbeda jauh.
Disinggung soal biaya pemeliharaan, Amir menyebut distributor mobil ini di Jakarta menyiapkan pergantian sparepart gratis sebanyak tiga kali. “Tetapi secara keseluruham memang pasti biaya pemeliharaanya lebih mahal apalagi dibanding mobil biasa,” urainya.
Dia menambahkan, pihaknya kini masih terkendala dengan kecakapan supir dalam mengoperasikan mobil itu. Untuk itu, dia telah menghubungi instruktur khususnya dari Jakarta yang akan melatih empat orang. Masing-masing dua supir dan dua teknisi.
Pantauan PIJAR, mobil penyapu jalan itu sudah dibranding warna oranye lengkap dengan foto walikota, seperti biasa tanpa didampingi wakilnya Faisal Andi Sapada. Namun ada kesalahan mengeja tulisan kendaraan menjadi KENDERAAN pada bagian samping mobil. Mobil itu akan beroperasi disepanjang jalan Bau Massepe dan sekitaran Andi Makkasau.
“Mobil ini bisa sedot debu, kerikil kecil, pasir dan bahkan pecahan kaca yang bisa membahayakan. Tetapi hanya bisa dijalan rata dan kering, seperti hari ini setelah turun hujan tidak dipakai dulu,” tandasnya. (mul/ris)












