• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 29 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Hidup Pilu Nurdin dan Nurlela di Enrekang, Anaknya Terlahir Tanpa Anus

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
23 Maret 2021
di Ajatappareng, Peristiwa

ENREKANG, PIJARNEWS.COM — Pasangan suami istri asal Garege, Desa Lebang, Kecamatan Cendana, Enrekang, Nurdin (45) dan Nurlela (40), tak menyangka anaknya terlahir dengan kelainan. Anak ke tiganya (Atifa 1,6 tahun) terlahir tanpa anus (tresia ani) atau imperforata, dengan kelahiran kongenital yang menyebabkan anus tidak terbentuk dengan sempurna.

Orang tua Atifa baru mengetahui ketika anaknya berumur 9 hari, saat ingin membersihkan buang air besar (BAB), Nurlela kaget karena BAB anaknya, lewat alat kelaminnya.

Pasangan keluarga ini hanya pasrah karena Atifah lahir dengan sistemik lupus eritematosus (SLE) atau sering disebut sebagai lupus, juga dikenal sebagai penyakit seribu wajah, ironisnya anak keduanya Ahmad Iffad (7) mengalami kelainan penyakit (mikrosefalus) atau biasa disebut, kondisi ukuran kepala yang lebih kecil dari normal, dan anak sulungnya Jihan Ramadani (13) lahir dengan proses normal, kini bersekolah di aliyah DDI Enrekang.

Saat Atifah berusia satu tahun ia dirujuk ke RSU Wahidin untuk menjalani operasi pemotongan usus, operasi pun berhasil namun kedua potongan ususnya harus dukeluarkan melalui perut agar (BAB-nya) bisa keluar, kurang lebih dua puluh hari ia dirawat, hingga pulang ke kampung halamannya.

Nurlela menceritakan kepada Pijarnews.com, bahwa kedua anaknya, Ahmad hanya merasakan terbaring tidak bisa berdiri dan duduk, dan adiknya Atifa hanya merangkak dan sering mengeluarkan darah dari bekas operasinya, sehingga mengalami iritasi.

Berita Terkait

Motor ‘Kuda Besi’ dan E-Commerce Dobrak Akses Jalan Sulit : Petani Enrekang Panen Pendapatan Lewat Inovasi PKM Umpar

Warga Enrekang Ditemukan Hanyut di Bendungan Pinrang Setelah 3 Hari Pencarian

Dihadiri Tim Kerja Puspenma Kemenag RI, Ribuan Warga Maiwa Padati Alun-alun Langsa Gaga Gelar Salat Idulfitri

KFM Motret On The Spot Momen Sakral di Desa Matajang

Apalagi kedua anaknya selalu memerlukan popok bayi, kasa steril, susu bubuk dan salep merk Burnazin yang harganya relatif mahal.

Sedangkan suaminya hanya buruh tambang pasir, tentu sangat membutuhkan biaya besar untuk operasi lanjutan.

“Ini kami juga sangat berat karena masih numpang sama orang tua belum memiliki rumah sendiri,” tutur Nurlela dengan nada sedih.

Semoga ada dermawan mengulurkan rezekinya kepada keluarga Nurdin dan Nurlela untuk meringankan beban hidupnya.(*)

Reporter : Armin

Terkait: EnrekangLahir tanpa anus

TerkaitBerita

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

Editor: Muhammad Tohir
29 April 2026

...

Abdikan Diri untuk Alquran, Mustafiah Dirikan Kebun Tahfidz

Abdikan Diri untuk Alquran, Mustafiah Dirikan Kebun Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 April 2026

...

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

...

Guru dan santri Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an saat mengikuti upacara bendera di halaman sekolah

Profil Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an: Membangun Generasi Qur’ani dengan Fondasi Akhlak dan Ilmu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

...

Berita Terkini

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

HUT ke-74, PT PELNI Parepare Dorong Peningkatan Kinerja dan Layanan

Editor: Muhammad Tohir
29 April 2026

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Ramah HAM, Imigrasi Parepare Berikan Prioritas bagi Kelompok Rentan Tanpa Daftar Online

Editor: Muhammad Tohir
29 April 2026

Abdikan Diri untuk Alquran, Mustafiah Dirikan Kebun Tahfidz

Abdikan Diri untuk Alquran, Mustafiah Dirikan Kebun Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 April 2026

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Kesenjangan Kebijakan dan Realitas, Harga Beras di Poso Masih Tinggi

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Editor: Muhammad Tohir
28 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan