• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 1 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Ijazah di Tangan, Harapan Bangsa di Pundak

OPINI

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
23 Agustus 2025
di Opini
: Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag

: Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag

Oleh: Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag.

 (Dosen IAIN Parepare)

Hari ini, Sabtu, 23 Agustus 2025 bertepatan dengan 29 Safar 1447 H, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kembali mengukir sejarah akademiknya melalui prosesi Wisuda Sarjana dan Magister. Pada momentum bersejarah ini, IAIN Parepare melahirkan alumni dari 27 program studi jenjang Sarjana (S1) dan 6 program studi jenjang Magister (S2). Ribuan wajah berseri memenuhi gedung Auditorium IAIN Parepare, dihiasi kebanggaan orang tua, doa para dosen, dan optimisme yang terpancar dari para lulusan.

Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebuah penanda perjalanan panjang intelektual yang berujung pada lahirnya generasi baru ilmuwan Muslim yang siap menapaki tanggung jawab sosial. Wisuda sering kali dipandang sebagai puncak pendidikan. Namun sejatinya, ia adalah gerbang awal memasuki dunia yang sesungguhnya: dunia pengabdian, perjuangan, dan ujian nyata di tengah masyarakat. Gelar sarjana dan magister tidak hanya mencerminkan keberhasilan akademik, melainkan juga mengandung amanah besar yang harus dipikul.

Wisuda dan Makna Keilmuan

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Setiap wisudawan mengangkat ijazah dengan penuh kebanggaan. Ijazah itu adalah saksi perjalanan panjang: dari ruang kelas yang penuh diskusi, laboratorium penelitian, perpustakaan yang sunyi, hingga tugas akhir yang melelahkan. Namun lebih dari itu, ijazah adalah simbol komitmen pada ilmu pengetahuan.

Dalam perspektif Islam, ilmu bukan sekadar pengetahuan kognitif, melainkan cahaya yang membimbing kehidupan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Dengan demikian, wisuda tidak hanya menandai keberhasilan administratif, melainkan juga spiritual. Setiap sarjana dan magister dituntut untuk menjadikan ilmunya sebagai jalan menuju kebaikan. Jika ilmu hanya berhenti pada ijazah tanpa pengabdian, maka prosesi wisuda kehilangan makna terdalamnya.

Harapan Bangsa di Pundak Lulusan

Dalam konteks bangsa Indonesia, terutama di daerah Sulawesi Selatan, lulusan IAIN Parepare memiliki posisi strategis. Mereka bukan hanya calon guru agama, peneliti, atau akademisi, tetapi juga agen perubahan sosial. Bangsa ini membutuhkan lebih dari sekadar orang pintar; ia memerlukan orang berilmu yang berakhlak, beriman, dan berintegritas.

Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan: degradasi moral generasi muda, derasnya arus digitalisasi yang membawa nilai global, hingga munculnya paham intoleransi yang mengancam persatuan. Dalam kondisi demikian, peran sarjana dan magister lulusan perguruan tinggi Islam menjadi krusial. Mereka diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu memberikan teladan, menjadi pemimpin moral, dan penebar moderasi beragama.

Ijazah yang digenggam hari ini bukan sekadar bukti kelulusan, melainkan tiket menuju panggung pengabdian sosial. Setiap tanda tangan rektor di lembar ijazah adalah simbol kepercayaan bahwa lulusan siap memikul harapan bangsa.

Tanggung Jawab Intelektual dan Moral

Momen wisuda harus mengingatkan kita bahwa pendidikan tinggi bukanlah “mesin pencetak gelar”, melainkan proses pembentukan insan kamil—manusia paripurna. Gelar sarjana dan magister hanya bermakna jika dibarengi dengan tanggung jawab intelektual dan moral. Dalam bahasa filosofis, kita tidak hanya bicara soal epistemologi (pengetahuan), tetapi juga aksiologi (nilai guna ilmu).

Banyak lulusan perguruan tinggi yang terjebak pada orientasi materialistik, menganggap ijazah sebagai kunci meraih pekerjaan bergaji tinggi. Padahal, yang lebih utama adalah bagaimana ilmu dapat memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Seorang guru agama yang ikhlas mengajar di pelosok desa, seorang peneliti yang menghasilkan karya solutif, atau seorang aktivis yang memperjuangkan keadilan sosial, semuanya adalah wujud pengabdian sejati.

IAIN Parepare dan Transformasi Pendidikan Islam

IAIN Parepare dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan transformasi signifikan, baik dalam aspek kurikulum, digitalisasi pembelajaran, maupun integrasi kearifan lokal Bugis dalam pendidikan Islam. Wisuda kali ini adalah bukti bahwa kampus ini terus melahirkan generasi yang tidak hanya berorientasi pada ilmu global, tetapi juga mengakar pada budaya lokal.

Di tengah modernisasi dan globalisasi, kearifan lokal Bugis seperti Siri’ na Pacce, Sipakatau, Sipakainge’, dan Sipakalebbi’ menjadi nilai penting yang dapat dipadukan dengan kompetensi akademik. Lulusan sarjana dan magister IAIN Parepare diharapkan mampu menjembatani dunia ilmu pengetahuan dengan dunia kearifan budaya, sehingga lahirlah insan-insan yang cerdas sekaligus berkarakter.

Tantangan Lulusan di Era Digital

Wisuda tahun ini berlangsung di tengah era digital yang penuh dengan disrupsi. Artificial Intelligence (AI), big data, dan platform digital telah mengubah cara kita belajar, bekerja, dan berinteraksi. Lulusan sarjana dan magister tidak boleh hanya menjadi pengguna pasif, melainkan harus menjadi aktor kreatif yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Namun, teknologi juga membawa ancaman: banjir informasi palsu, degradasi interaksi sosial, hingga potensi radikalisasi di ruang maya. Di sinilah peran lulusan perguruan tinggi Islam diuji. Mereka harus menjadi filter moral di tengah arus digital, memastikan bahwa ilmu yang dipelajari membawa keberkahan, bukan kerusakan.

Akhirnya, izinkan saya menyampaikan ucapan selamat yang setulusnya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati sarjana serta magister IAIN Parepare pada hari yang bersejarah ini, Sabtu, 23 Agustus 2025 bertepatan dengan 29 Safar 1447 H. Keberhasilan Anda hari ini adalah buah dari kerja keras, doa orang tua, bimbingan dosen, dan ridha Allah ﷻ. Semoga rasa syukur senantiasa mengiringi langkah Anda ke depan.

Ingatlah bahwa perjalanan setelah wisuda adalah babak baru yang lebih menantang. Dunia menunggu kontribusi nyata Anda. Jangan berhenti belajar, jangan pernah merasa cukup dengan ilmu, dan jangan pernah lelah berbuat kebaikan. Gelar yang Anda raih bukan sekadar simbol prestasi, tetapi amanah untuk menjadi cahaya bagi umat dan bangsa.

Saya berdoa semoga Allah ﷻ melimpahkan berkah atas ilmu yang Anda peroleh, menjadikan Anda insan yang bermanfaat, menjaga langkah Anda dalam kebenaran, dan memudahkan jalan menuju kesuksesan dunia sekaligus kebahagiaan akhirat.

Dan satu pesan penting: setelah Anda menjadi alumni, jangan berhenti di sini. Sebagai bagian dari keluarga besar IAIN Parepare, tugas Anda adalah mencari pengganti diri Anda adik, saudara, sahabat, atau masyarakat di sekitar Anda untuk memilih IAIN Parepare sebagai tempat menimba ilmu. Dengan begitu, estafet keilmuan, dakwah, dan pengabdian akan terus berlanjut, dan kampus ini akan semakin kokoh menjadi pusat lahirnya generasi Muslim yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global.

Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati.  Semoga ijazah yang kini Anda genggam benar-benar menjadi cahaya, dan harapan bangsa yang kini dipikul di pundak Anda berbuah menjadi amal shalih yang tak terputus. (*)

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Berita Terkini

Meski Belum Rampung, Warga Desa Benteng Senang Jalan Indoapping-Rajang Balla Kini Diperbaiki

Meski Belum Rampung, Warga Desa Benteng Senang Jalan Indoapping-Rajang Balla Kini Diperbaiki

Editor: Muhammad Tohir
31 Mei 2026

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

Gebyar Anniversary KMKB ke-25, Pererat Solidaritas dan Perkuat Semangat Pelestarian Budaya Daerah

Gebyar Anniversary KMKB ke-25, Pererat Solidaritas dan Perkuat Semangat Pelestarian Budaya Daerah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

Imigrasi Parepare Gelar Pengawasan WNA dan Edukasi APOA di Hotel dan Penginapan

Imigrasi Parepare Gelar Pengawasan WNA dan Edukasi APOA di Hotel dan Penginapan

Editor: Muhammad Tohir
30 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan