• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 13 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ekonomi

Indonesia Segera Jadi Produsen Kopi Nomor Satu di Dunia

Editor: Alfiansyah Anwar
24 September 2017
di Ekonomi
Indonesia Segera Jadi Produsen Kopi Nomor Satu di Dunia

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Indonesia berpotensi menjadi produsen kopi nomor satu diduna. Hal tersebut bisa tercapai, jika produksi kopi sudah menyentuh 1 ton per hektare.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman gencar mengembangkan kopi dan rempah-rempah. Berbagai program pengembangan pembibitan kopi, peningkatan produktivitas, manajemen usaha tani, pengolahan dan pemasaran digalakan untuk meraih target menjadi nomor satu di dunia. Posisi kopi Indonesia saat ini berada peringkat empat dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Ternyata kopi khusus (specialty coffee) Indonesia sudah dikenal di Eropa dan Amerika dan menjadi tren dunia saat ini. Specialty coffee Indonesia antara lain kopi gayo, kopi mandailing, kopi lampung, kopi bajawa, kopi toraja, kopi lembah baliem.

“Saat ini ada 14 jenis kopi indonesia yang sudah mendapat sertifikat Geographical Indications (GI) sehingga memiliki keunikan yang bisa menjadi nilai tambah perdagangan,” ungkap Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (24/9).

BeritaTerkait

Bupati Sidrap Tinjau Pertanian Terpadu di Cipotakari, Sekali Panen Ikan Raup Ratusan Juta

Bupati Sidrap Tinjau Pertanian Terpadu di Cipotakari, Sekali Panen Ikan Raup Ratusan Juta

17 Juni 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

7 Maret 2026

Kejutan ala Bale by BTN, Saldo Nyasar di Tanggal Tua

19 Februari 2026

Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Sulsel, Emas-Beras Jadi Pemicu

7 Januari 2026

Berdasarkan data FAO, luas areal kopi Brazil hampir 2 juta hektar dengan produktivtas 1,4 ton per hektar. Sementara luas areal kopi di Vietnam 589 ribu hektar dengan produktivitas 2,3 ton per hektar dan Kolombia luas 795 ribu hektar dengan produktivitas 0,9 ton per hektar. Sedangkan kopi Indonesia seluas 1,23 juta hektar di antaranya 1,19 juta hektar milik perkebunan rakyat dengan produktivitas 0,6 ton per hektar.

Mutu kopi Indonesia belum stabil, sehingga ekspor saat ini didominasi (99 persen) dalam bentuk kopi biji/berasan (Coffee excluding roasted and decaffeinated). Sedangkan negara lainya sudah mengekspor kopi olahan.

“Optimis harus diraih, mengingat Indonesia negara tropis dengan wilayah pegunungan yang membentang dari ujung pulau Sumatera hingga ke Papua, potensial untuk kopi,” jelas Amran.

Langkah awal yang telah dilakukan, para ahli kopi ditugaskan ke Vietnam untuk mempelajari teknik meningkatkan produktivitas kopi. Selanjutnya pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 digenjot dengan peningkatan produkvitias, pengembangan 8.700 hektar kawasan kopi, perbenihan 3 sampai 4 juta batang per tahun, pasca panen dan pemasarannya.

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Suwandi menambahkan, langkah Kementan guna mendongkrak daya saing kopi Indonesia, yakni pertama, meningkatkan sistem pembibitan, pupuk dan tata kelola air sehingga tahun depan produktivitas naik menjadi 1 ton per hektar yang berarti meraih peringkat kedua dunia. Kedua, program replanting untuk mengganti tanaman kopi yang kurang produktif.

Ketiga, memperluas luas areal tanam kopi jenis arabika yang bernilai ekonomi tinggi sehingga populasi kopi robusta dan arabika menjadi seimbang. Keempat pengembangan kopi dengan jenis kopi khusus (specialty coffee) dari berbagai daerah di Indonesia yang bernilai tinggi.

Kelima, bersama instanasi terkait yaitu Kemenperin, Kemendag, BPOM bersama swasta, Asosiasi Pengusaha dan Petani Kopi Indonesia lebih intensif dan kontinyu mempromosikan kopi Indonesia di dalam maupun ekspor luar negeri terutama ke Amerika Serikat, Jerman dan Jepang serta berupaya mengendalikan impor.

“Pengembangan kopi difokuskan pada 10 provinsi sentra yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bengkulu, Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur dengan kontribusi 87 persen produksi nasional, serta 24 provinsi lainnya dengan share 13 persen,” tandas Suwandi.

Terkait: KopiKopi Indonesia

BeritaTerkait

KopiSang Minuman Pisang Rasa Kopi Tanpa Kafein

KopiSang Minuman Pisang Rasa Kopi Tanpa Kafein

Editor: Tim Redaksi
5 Oktober 2024

...

Kendalikan Inflasi dengan Inovasi KoPI

Kendalikan Inflasi dengan Inovasi KoPI

Editor: Tim Redaksi
9 Januari 2024

...

Dompet Dhuafa Sulsel dan PTN PLN Bakaru, Kolaborasi Berdayakan Petani Kopi

Dompet Dhuafa Sulsel dan PTN PLN Bakaru, Kolaborasi Berdayakan Petani Kopi

Editor: Tim Redaksi
16 Oktober 2023

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi