MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Sebanyak 15.804 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Makassar akan menikmati skema Makkah Route di Bandara Sultan Hasanuddin mulai 2026. Skema ini melengkapi layanan serupa di Bandara Soekarno-Hatta – Banten, Bandara Juanda -Surabaya, dan Bandara Adi Soemarmo – Solo, yang melayani total 221.000 jemaah haji di seluruh Indonesia.
Makkah Route adalah kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi untuk pre-clearance keimigrasian di bandara keberangkatan Indonesia. Program ini memangkas waktu dan prosedur, sehingga jemaah tidak perlu lagi pemeriksaan paspor di Arab Saudi dan dapat fokus beribadah. Skema ini juga mempercepat mobilitas dan meningkatkan kenyamanan, terutama bagi lansia dan disabilitas.
Perluasan Makkah Route ke Makassar adalah upaya strategis untuk memastikan semakin banyak jemaah Indonesia yang merasakan kemudahan proses keimigrasian sejak dari tanah air. Kami ingin memangkas birokrasi, sehingga jemaah bisa lebih tenang dalam mempersiapkan diri menuju Tanah Suci,” ujar Hendarsam.
Pada 20 April 2026, 115 petugas Imigrasi Arab Saudi tiba di Indonesia untuk ditugaskan di bandara haji. Kesiapan sarana dan prasarana di TPI telah mencapai 100%, dengan integrasi data lintas sektoral dan penyusunan profil risiko untuk mencegah keberangkatan non-prosedural. Ke depannya, Imigrasi berharap Makkah Route dapat diperluas ke seluruh embarkasi haji di Indonesia dan diterapkan secara resiprokal.
” Imigrasi akan terus bertransformasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat. Kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang adaptif dan solutif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menyukseskan ibadah haji. Layanan Imigrasi untuk rakyat adalah prioritas kami,” kata Hendarsam.












