• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 24 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Jurnalis se-KTI Ikut Pelatihan Peliputan Hak Anak dan Kesetaraan, Ini yang Dibahas

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 Desember 2019
di Kesehatan

Berita Terkait

Diskusi Festival Media 2025: Ketika Pangan, Energi, dan Ritual Adat Terkikis Modernisasi

30 Tahun Aji, Tantangan Media, Bocor Alus Peroleh Udin Award hingga Foto Pilu Proyek PSN

Empat Pasangan Calon Ketum-Sekjen AJI Indonesia Ramaikan Pemilu AJI

Pesan Atiqah Hasiholan Saat Peluncuran Kampanye Aksi Generasi Iklim

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM—Puluhan jurnalis berbagai media massa cetak, elektronik, dan daring dari berbagai provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) mengikuti Pelatihan Peliputan Hak Anak dan Kesetaraan di Hotel Gammara, Kota Makassar, Sabtu (7/12/2019).

Kegiatan yang diagendakan selama dua hari itu diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerja sama Kementerian Kesehatan RI dan Unicef (organisasi PBB untuk anak). Tujuan dari lokakarya adalah memberikan pemahaman kepada jurnalis tentang hak-hak anak atas kesehatan.

Perwakilan dari Unicef Indonesia, Henky Widjaja mengatakan, kesehatan anak menjadi masalah utama di Indonesia. Angka kematian bayi disebut menurun berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia dari 68 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1991 menjadi 24 per 1.000 kelahiran hidup tahun 2017.

“Tanggal 25 September 2015 di markas besar PBB, para pemimpin dunia secara resmi mendukung agenda tujuan pembangunan berkelanjutan (MDGs) sebagian perjanjian pembangunan global,” kata Henky dan menambahan jika pertemuan itu dihadiri 193 kepala negara termasuk Jusuf Kalla yang kala itu menjabat wakil presiden Indonesia.

Syamsu Alam dari Kementerian Kesehatan RI memaparkan materi program imunisasi Indonesia di hadapan jurnalis dari berbagai provinsi di Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.

Menurut dia, imunisasi dibagi beberapa kategori berdasarkan usia. Imunisasi dasar untuk anak usia di bawah satu tahun dengan tujuan melindungi anak dari berbagai penyakit, seperti hepatitis B, TBC, difteri, pertusis (batuk rejan, batuk 100 hari), tetanus, polio, infeksi paru dan otak serta telinga tengah, campak, serta rubella (campak jermas).

Kemudian,  kata Syamsu, imunisasi lanjutan untuk anak usia 18-24 bulan dengan tujuan melindungi anak dari penyakit polio serta campak dan rubella, difteri dan tetanus, kanker leher rahim.

Selanjutnya imunisasi lengkap yang mencakup; imunisasi dasar bagi bayi, imunisasi lanjutan bagi bagi di bawa dua tahun, dan imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah dasar sederajat.

“Anak yang tidak diimunisasi lengkap tidak memiliki kekebalan sempurna terhadap penyakit-penyakit berbahaya sehingga muda tertular penyakit, menderita sakit berat.

“Selain itu, mereka juga menjadi sumber penularan penyakit bagi orang lain,” ujar Syamsu saat memaparkan materinya.

Syamsu juga memaparkan capaian imunisasi di Indonesia tahun 2018. Paling rendah dengan presentase 60-80% terdapat beberapa provinsi seperti Papua, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Aceh.

Sedangkan pencapaian imunisasi tertinggi di atas 95% pada tahun 2018 yakni Kalimantan Timur, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, dan Jambi. Beberapa provinsi lainnya pada angka 80-95% termasuk Sulawesi Selatan.

Untuk pencapaian yang masih rendah, Kemenkes kata Syamsu, dihadapkan pada beberapa kondisi dan tantangan. Salah satu di antaranya seperti bias informasi yang berujung pada munculnya anggapan di masyarakat bahwa vaksin measles and rubella (MR) bertentangan dengan nilai-nilai agama. Kemudian, lanjut dia, kondisi geografis yang menyulitkan petugas kesehatan menjangkau daerah-daerah terpencil.

“Muncul fenomena di masyarakat menolak imunisasi. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap vaksin menurun. Ada faktor politik, sejarah, hingga emosional,” ujar Syamsu Alam.

Akan tetapi, lanjut dia, dua persoalan tersebut telah diatasi  dengan menggandeng tokoh-tokoh agama. Sedangkan daerah yang sulit dijangkau diatasi dengan cara menggunakan helikopter.

“Jangan biarkan kuman penyakit menyerang anak-anak kita, berikan imunisasi lengkap,” ucapnya.

Sedangkan narasumber dari Yayasan Orang Tua Peduli, Purnamawati Sujud menekankan betapa pentingnya imunisasi. Dia menyebut, vaksin merupakan penemuan fenomenal dan terbesar di dunia kedokteran yang tidak ternilai harganya.

“Sehingga imunisasi dianggap sebagai suatu upaya harus kita blow up. Imunisasi adalah suatu upaya kemanusian dan kesepakatan global,” jelas Purnamawati.

Tujuan akhir dari imunisasi, lanjut dia, melindungi anak dari berbagai ancaman penyakit, seperti campak, hepatitis B, polio, dan lainnya. “Imunisasi melindungi  orang dari penyakit tertentu,” katanya.

Purnamawati menjelaskan, salah satu fungsi dari imunisasi adalah memproduksi antibodi yang membuat tubuh menjadi kebal terhadap penyakit.

Karena itu, kata dia, tidak ada alasan bagi masyarakat atau orang tua anak untuk menolak imunisasi. “Ketidaktahuan yang membuat banyak orang menolak imunisasi,” tutupnya.

Jurnalis dari Suara Papua Arnoldus Belau mengemukakan beberapa fakta minimnya pencapaian imunisasi di pedalaman Papua. “Kenapa Papua merasa takut yang namanya imunisasi, ini lebih karena kurangnya sosialisasi,” ujar dia.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah harus mencari cara yang tepat agar imunisasi diterima dengan mudah oleh masyarakat Papua. Termasuk solusi agar anak tidak takut disuntik. “Ini, yang disuntik ini. Harus dijelaskan sedemikian rupa agar mereka mau,” tambah Arnoldus.  (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Aliansi Jurnalis Independen

TerkaitBerita

Wali Kota Parepare Tegaskan Faskes Dilarang Tolak Pasien JKN Nonaktif Sementara

Editor: Muhammad Tohir
18 Februari 2026

...

Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis: Antara Cita-cita Mulia dan “Bom Waktu” Penyakit

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Januari 2026

...

Pelantikan Pengurus IDI, Bupati Pinrang Minta Layanan Jadi Prioritas

Pelantikan Pengurus IDI, Bupati Pinrang Minta Layanan Jadi Prioritas

Editor: Muhammad Tohir
12 Oktober 2025

...

Cegah DBD, Anggota DPRD Sidrap Turun Langsung Lakukan Fogging di Massepe

Editor: Muhammad Tohir
25 Juni 2025

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Wali Kota Ungkap Munculnya Ide Pertemuan Saudagar di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
24 Maret 2026

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Editor: Muhammad Tohir
22 Maret 2026

Rayakan Idul Fitri di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Parepare Paparkan Capaian

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan