• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

M. Yasin Soumena: Ramadan, Penjemputan yang Keliru

Editor: Ibrah La Iman
11 Mei 2019
di Opini
M. Yasin Soumena: Ramadan, Penjemputan yang Keliru

OPINI,- Ramadan, sebuah istilah ritual yang sudah melembaga dalam setiap hati muslim. Term Ramadan, penuh dengan berbagai keunikan dan keistimewaan, sehingga sebahagian masyarakat muslim yang mendengar kedatangannya pasti mengucapkan Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadan “Selamat Datang Ya Ramadan”.

Sebahagian masyarakat Islam lebih menggunakan tahniah yang sangat halus lagi, yakni Marhaban Ya Ramadan, yang bermakna “luas atau lapang”. Setiap tahun, bulan ini hadir di tengah-tengah komunitas muslim dalam memberi nuansa baru untuk manata hidup dan kehidupannya.
Kini, bulan Ramadan itu datang lagi.

Tapi sayangnya, tidak semua orang muslim senang dengan kedatangannya. Mengapa? Karena bulan ini hanya diperuntukan bagi orang yang beriman. Jadi yang tidak memiliki nilai-nilai keimanan otomatis tidak ingin didatangi oleh bulan mulia ini.

Bagi mereka yang beriman, pasti terharu dan gembira, bahkan meneteskan air mata kegembiraan karena masih diberi kesempatan oleh Allah swt menjumpai tamu agung ini. Mereka menganggap bahwa ini adalah tamu istimewa yang perlu dijemput.

BeritaTerkait

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026
Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026
Gen Z,  Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

Gen Z, Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

26 Agustus 2026
Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

26 Agustus 2026

Perlu dijemput dengan suasana lapang dada dan penuh kegembiraan, kesucian hati, penetesan air mata, menyiapkan suasana rumah yang bersih, menampakan wajah yang berseri keharuan, bukan menggerutu, dan suasana indah lainnya.

Ini terjadi seperti layaknya seorang yang baru bertemu tamu tercinta dan sangat dirindukan setelah berpisah selama satu tahun. Siapapun pasti merasakan hal yang sama ketika berpisah dengan tamu yang sangat disenangi dan dicintai, kemudian dipertemukan kembali setelah setahun berpisah.

Apalagi saat berpisah tahun lalu diwarnai “lambaian tangan” dan isak tangis mengharukan. Bagi tamu agung ini, kita siap atau tidak, kita terima atau tidak, kita jemput atau tidak ia pasti berada di tengah-tengah kita untuk melihat suasana kehidupan selama satu tahun tersebut.

Persiapan.

Menurut Quraish Shihab, term marhaban menggambarkan tamu yang datang perlu di sambut dan diterima dengan dada lapang, penuh kegembiraan serta disiapkan ruangan yang luas untuk melakukan segala yang diinginkannya. Dengan demikian, lanjut Quraish Shihab, Marhaban Ya Ramadan mempunyai konotasi bahwa kita menyambutnya dengan penuh kegembiraan, tidak menggerutu, dan tidak menganggap kehadirannya mengganggu ketenangan atau suasana nyaman kita.

Kita siapkan tempat yang luas agar bebas melakukan apa saja yang berkaitan dengan upaya mengasuh dan mengasah jiwa kita. Sayangnya, kita sering keliru memahami kesiapan dalam menyambut bulan Ramadan. Kita bisa saja mudah mengucapkan Marhaban Ya Ramadan, tapi menjadi tanda tanya apa yang perlu kita siapkan.

Bisakah kita mengelak dan menjawab secara retorika bahwa kita sudah siap mental dan fisik.Tapi jawabannya tentu tidak sampai di situ karena orang lain akan melihat apa di balik tingkah laku seorang dalam menyambut bulan ini.

Banyak orang telah siap mental dan fisik, tapi tempat dan lingkungan yang akan dihuni tamu agung ini sungguh menyedihkan. Jauh dan tidak layak bagi seorang tamu bernama Ramadan.

Coba lihat praktik orang-orang di wilayah paling timur negeri ini, masyarakat Islam di pesisir pantai daerah Maluku. Kebiasaan yang sudah membudaya, yakni setiap menjelang bulan Ramadan semua peralatan rumah dibawa ke sungai atau laut untuk dibersihkan.

Rumah dan lingkungan dicat dan dibersihkan dari debu atau kotoran yang dianggap dapat mengganggu pelaksanaan ibadah puasa, sehingga saat masuk bulan Ramadan hidup mereka terasa bersih dan nyaman.

Mereka membersihkan rumah dan halaman bukan menjelang hari raya Idul Fitri, tapi menjelang Ramadan.
Ini berbeda dengan yang dipraktikan di daerah ini (Sulsel). Sebahagian besar masyarakat membersihkan rumah dan lingkungan menjelang lebaran. Prinsip baku dan sudah merupakan “warisan” nenek moyang, biar hidup dalam suasana apa adanya, nanti menjelang lebaran baru dibenahi.

Konotasinya, ternyata yang disiapkan bukan untuk tamu agung itu, tapi tamu antar sesamanya. Terasa malu jika tamu yang datang berhaalal bi halal melihat suasana rumahnya tidak indah. Tapi tidak merasa malu ketika tamu agung yang datang itu melihat suasana rumah dan lingkungannya penuh kotoran.

Tamu agung ini tentu akan bertanya, bisakah Anda berpuasa dengan baik jika lingkunganmu tidak sehat? Jawabannya, bisa “ya” dan bisa “tidak”, tergantung manusianya. Karenanya, perlu dirubah pola pikir dan praktik kita, bahwa sebaiknya pembersihan rumah dan lingkungan itu dilakukan menjelang Ramadan, bukan menjelang lebaran. Sebab, yang lebih diutamakan adalah Ramadannya, bukan lebaran. Wallahu ‘Alam bi al-Sawab.

Penulis:
M. Yasin Soumena
Dosen dan Wakil Dekan
Bidang AUPK FEBI IAIN Parepare

Terkait: Opini RamadanYasin Soumena

BeritaTerkait

Tak Ada Konten Tersedia

Berita Populer

  • Dr Hamka Dg Ruppa Terpilih Pimpin KKBP Paraikatte Parepare Periode 2026–2031

    Dr Hamka Dg Ruppa Terpilih Pimpin KKBP Paraikatte Parepare Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asah Jiwa Pemimpin dan Talenta, PARENTA 2026 Digelar di SMAN 5 Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bosowa Education Resmikan Bilik Curhat, Hadirkan Ruang Aman untuk Dukung Kesejahteraan Karyawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tasming Serahkan Bantuan Peralatan UMKM Parepare, Tekankan Kejujuran dan Kerja Keras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi