• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 14 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Mulanya Malu Jual Ikan, Sekarang Heru Sukses Beli Mobil dan Rumah

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
20 Agustus 2018
di Sulselbar
Heru

Heru sedang memperlihatkan jualan ikannya ke pelanggannya di Perumahan GMM Jalan Atletik Parepare. --alfiansyah anwar/pijarnews--

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Kerja keras, pantang menyerah dan terus berjuang merupakan cikal bakal sebuah kesuksesan. Inilah yang dirasakan Haerul Rahman—akrab disapa Heru– penjual ikan yang kini sukses membeli mobil, rumah, dan tanah.

Perjalanan Heru menjadi penjual ikan sukses bukan perkara mudah. Sebelumnya, lulusan Sekolah Dasar ini hanya bekerja sebagai karyawan di peternakan ayam selama tiga tahun. Penghasilan yang diperoleh saat itu belum mencukupi kebutuhan sehari-hari. Padahal saat itu, Heru masih bujang.   

Sambil bekerja di perusahaan peternakan tersebut, Heru kemudian banyak belajar dan mendapatkan pesan serta dukungan dari orang sekitarnya. Pesannya yakni memulai usaha mandiri yakni menjual ikan. Mulanya, Heru malu menjadi penjual ikan. Namun dengan penuh kesabaran, akhirnya sepuluh tahun terakhir pekerjaan itu ia lakoni. Apalagi, Heru kecil memang sudah suka ke laut menemani ayahnya mencari ikan.  

Anak ke dua dari delapan bersaudara pasangan Rahman dan Nuraeni itu awalnya menggunakan sepeda motor. Setahun berjualan, akhirnya membuahkan hasil. Keuntungannya ia sisihkan untuk membeli mobil bekas meski harus dicicil. Heru kini menikmati pekerjaannya berjualan menggunakan kendaraan roda empat atau mobil.

Heru bersama mobilnya.
Heru bersama mobil penjualan ikannya. –alfiansyah anwar/ pijarnews–

Mobil itu diperoleh dari hasil penjualan ikannya dengan cicilan Rp 2,3 juta per bulan. Meski awalnya, Heru mengaku sangat berat dengan beban cicilan mobil bak terbuka tersebut. Namun karena pantang menyerah, Heru tekun berjualan menggunakan mobil cicilannya hingga lunas. Terlebih menjual ikan menggunakan mobil memberi banyak keuntungan sebab banyak bawaannya. Mobil itu kini sudah sepuluh tahun menemaninya berjualan.

Berita Terkait

Ditangkap di Pinrang, Polisi Ungkap Kronologis Pelaku Pengeroyok Penjual Ikan di Lakessi

Sejak subuh, Heru sudah belanja di Pasar Lakessi. Hasil jualannya kemudian dijajakan di sekitar Jalan  Ahmad Yani, Lasiming, Atletik, dan Jalan Jenderal Sudirman. Di mobilnya dipasang sound dengan lagu andalan berjudul Goyang Dumang.

Ada beragam jenis ikan yang dijual Heru. Diantaranya, ikan lajang, pareang, bolu, dan lure. Dari bebagai jenis ikan yang dijual, yang paling laris adalah ikan pareang, karena kerap dijadikan pedagang sebagai menu tambahan untuk nasi kuning.

Di sepanjang jalan tersebut, sejumlah ibu rumah tangga sejak pagi telah menunggu Heru. Sebagian bahkan harus menelepon untuk memastikan Heru berjualan dan melintas di jalan tersebut.

“Harga ikannya murah pak. Jika penjual ikan lainnya harga Rp20 ribu, maka biasanya Heru hanya menjual Rp15 ribu. Apalagi, Heru sering mengerjakan atau membersihkan ikan yang kami beli. Jadi tak perlu lagi repot membersihkan. Ikannya bisa langsung dimasak, digoreng atau dibakar,” ungkap Mama Kiki, warga Jalan Atletik yang sudah lama berlangganan dengan Heru.  

Heru yang kini memiliki dua putra, Muhammad Rafin dan Muh Rifki sudah terbiasa bekerja keras. Ia mulai berangkat ke pasar membeli ikan sejak pukul 5 subuh kemudian berjualan hingga jam 12 siang. Pekerjaannya ini didukung oleh istrinya Khadijah.

Dalam sekali penjualan, omsetnya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta rupiah. Ia mengaku bisa menyisihkan keuntungan rata-rata antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu rupiah per hari.

Tempat kediaman Heru bersama keluarganya kini berada di Jalan Bambu Runcing belakang gudang. Rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin tersebut dibangun dari hasil menjual ikan.

Karena kedua orang tuanya telah menjual rumah dan tidak memiliki tempat tinggal lagi, akhirnya Heru meminta kedua orang tuanya untuk tinggal bersama.

Heru mengaku kini lebih nyaman menjalankan usaha sendiri dari pada bekerja di tempat orang lain.

Heru Penjual Ikan
Heru melayani pembeli. –alfiansyah anwar/ pijarnews–

“Kalau usaha sendiri, Bosnya langsung Allah Subhana Wataala. Jadi kadang penghasilan tidak ada batasnya,” ujar Heru.

Selain disibukkan dengan keseharianya menjual ikan, ternyata Heru juga menjalankan usaha lain dengan memelihara 16 ekor kambing di dekat rumahnya. “Jadi setelah berjualan hingga siang hari, saya mengurusi hewan ternak kambing tersebut,” kata Heru kepada Pijarnews saat berbincang disela-sela menjual ikan, Ahad 19 Agustus 2018. 

Dari hasil penjualan ikannya pun, Heru kini membeli tanah untuk areal pemukiman yang dicicil selama 4 tahun. Harga cicilannya Rp2,3 juta per bulan dengan luas 385 Meter Persegi di Jalan Jenderal Sudirman. (*)

 

Reporter : Hamdan

Editor : Alfiansyah Anwar

Terkait: HeruPenjual Ikan

TerkaitBerita

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

...

Terpilih Ketua di Sulsel, Asnun Siap Perkuat IKADAH

Terpilih Ketua di Sulsel, Asnun Siap Perkuat IKADAH

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

...

Tamatkan Ratusan Santri, Ponpes Darul Aman Gombara Sukses Gelar Wisuda 2026 sekaligus Resmikan Lapangan Konstantinopel Hall

Tamatkan Ratusan Santri, Ponpes Darul Aman Gombara Sukses Gelar Wisuda 2026 sekaligus Resmikan Lapangan Konstantinopel Hall

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
11 Mei 2026

...

Tim PKM Psikologi UNM Hadirkan Panggung Mini Qur’ani, Ubah Santri dari Diam Jadi Percaya Diri

Tim PKM Psikologi UNM Hadirkan Panggung Mini Qur’ani, Ubah Santri dari Diam Jadi Percaya Diri

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 Mei 2026

...

Berita Terkini

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Jawab Keluhan Warga, Wali Kota Parepare Turun Langsung Pantau Penanganan Drainase

Jawab Keluhan Warga, Wali Kota Parepare Turun Langsung Pantau Penanganan Drainase

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Siap Digelar, Diikuti 500 Atlet dari Dalam dan Luar Sulsel

Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Siap Digelar, Diikuti 500 Atlet dari Dalam dan Luar Sulsel

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan