• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 11 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Dinasti Politik, Upaya Rezim Langgengkan Kekuasaan

Editor: Tim Redaksi
4 Agustus 2020
di Opini, Sulselbar
Suratiyah

Oleh : Suratiyah (Pegiat Dakwah dan Member AMK)

Suratiyah
Oleh : Suratiyah
(Pegiat Dakwah dan Member AMK)

Rakyat hanya dijadikan pengumpul suara. Namun setelah mereka berkuasa hubungan dengan rakyat putus. Sebab, suara rakyat sudah terwakilkan oleh partai, dan partai itulah yang mempunyai kekuasaan. Karenanya, dinasti politik hanya melanggengkan kekuasaan agar tidak keluar dari partai dan menjadikan alat untuk mengamankan diri dan kepentingan.

Kekuasaan tersebut menjadi alat ampuh untuk mencari uang, yaitu mengembalikan modal selama proses politik dan mengumpulkan modal untuk proses kekuasaan selanjutnya. Selain itu ada balas budi terhadap cukong yang ikut andil memberi modal kepada mereka  selama proses politik. Oleh sebab itu dinasti politik bisa dikatakan sebagai gurita persengkokolan. Penguasa dan pengusaha yang merugikan rakyat. Tentu hal ini harus segera dihentikan.

Inilah kebobrokan partai dalam sistem sekuler demokrasi. Partai mempunyai kekuasaan dan menentukan penguasa. Hal ini berbeda dalam sistem Islam.

Walaupun dalam Islam anggota partai tidak dihalangi dalam meraih kekuasaan, namun partai tidak mempunyai wewenang dalam memilih penguasa. Kedudukan partai dalam Islam adalah institusi pelaksana amar makruf nahi mungkar. Yaitu berdakwah di masyarakat dan berdakwah kepada penguasa ketika penguasa berbuat kezaliman. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 104
Allah Swt. berfirman:

BeritaTerkait

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

8 Juli 2026
Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Adapun dalam pengangkatan khalifah, dalam Islam dengan baiat. Baiat sendiri bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung yaitu pemilihan melalui wakil-wakil rakyat yang berhak memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan umat.

Sedangkan dalam mengangkat gubernur atau wali dan amil  pejabat setingkat kabupaten atau kota adalah khalifah. Namun, meskipun rakyat bukan penentu gubernur, bupati dan wali kota, akan tetapi jika mereka tidak disukai rakyat karena tindakan yang diperbuat maka khalifah segera mencarikan penggantinya.

Suratiyah
Oleh : Suratiyah
(Pegiat Dakwah dan Member AMK)

Hal ini seperti ketika penduduk Bahrain mengadukan Ala bin Hadhrami kepada Rasulullah saw atas kezalimannya. Maka Rasulullah pun segera  memberhentikan dan mencari pengganti wali yang diridai rakyat.

Dengan sistem ini, tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Sistem ini juga tidak memberikan peluang bagi partai untuk ikut serta dalam proses politik pemilihannya. Sehingga tidak ada alasan  akhirnya sibuk mengembalikan biaya politik dan memupuk modal proses politik berikutnya.

Dengan demikian apabila khalifah, wali/gubernur dan amil (bupati atau Walikota terpilih) adalah kerabat, maupun keluarga khalifah atau yang lain, tidak menjadi masalah. Sebab mereka berlaku adil, amanah, bersih dan selalu memperhatikan rakyat. Dalam Islam jabatan adalah amanah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw.

فَاْلإمَامُ رَاعٍ وَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Seorang imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus (HR al-Bukhari dan Muslim).

Oleh sebab itu, hanya dengan penerapan Islam kafah segala bentuk politik akan bersih dan amanah. Membuat rakyat cinta kepada pemimpin dan sebaliknya pemimpin juga cinta kepada rakyat. Kecintaan yang indah semata-mata hanya karena Allah Swt. Wallahu a’lam bishawab

 

Tulisan opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

Laman 3 dari 3
sebelumnya123
Terkait: Dinasti PolitikPartai

BeritaTerkait

Sekjen DPP Partai Demokrat Warning Ketua DPC Soal Anak Ranting

Editor: Tohir Muhammad
14 November 2025

...

Kendali PSI Parepare Kini Ditangan Syamsul Rijal Madani

Editor: Tohir Muhammad
28 Agustus 2024

...

Perindo Sidrap Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wabup Ditanggal Syarat Makna

Perindo Sidrap Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wabup Ditanggal Syarat Makna

Editor: Tohir Muhammad
2 Mei 2024

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi