• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 11 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Dinasti Politik, Upaya Rezim Langgengkan Kekuasaan

Editor: Tim Redaksi
4 Agustus 2020
di Opini, Sulselbar
Suratiyah

Oleh : Suratiyah (Pegiat Dakwah dan Member AMK)

Suratiyah
Oleh : Suratiyah (Pegiat Dakwah dan Member AMK)

Ditambah lagi, sistem demokrasi melalui pemilihan umum di Indonesia memang menyediakan ruang bagi kerabat elit politik untuk ikut dalam kompetisi elektoral. Tidak ada aturan yang bisa membatasi keluarga para politikus dan pejabat publik untuk menggunakan hak konstitusionalnya. Mereka tetap bisa mencalonkan diri dalam pilkada. Bahkan berkembangnya dinasti politik di negeri ini juga didukung oleh keputusan MK yaitu pasal 7 huruf r Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Dengan tumbuh suburnya dinasti politik, maka fungsi kontrol melemah. Sehingga besar kemungkinan akan terjadi penyimpangan seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. Sedangkan hukuman terhadap pelaku korupsi di negeri ini lemah. Dengan lemahnya hukum, maka kasus korupsi bukannya berkurang justru semakin tumbuh subur.

Seperti kasus korupsi akibat dinasti politik yang terjadi di Banten. Yaitu tertangkapnya Tubagus Chaeri Wardhana oleh KPK. Akhirnya kasus ini telah membukakan pintu publik tentang betapa bobroknya politik dinasti tersebut. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah pun ikut terseret akibat merugikan uang negara sebanyak Rp79 miliar.

Memang, dinasti politik tidak masalah, dengan anggapan bahwa yang menjadikan mereka duduk di legislatif atau eksekutif adalah rakyat. Namun apakah mereka setelah mendapatkan kekuasaan melindungi rakyat? Justru tidak. Padahal ketika pemilu, rakyat telah berharap banyak tentang perubahan negeri ini. Namun adanya dinasti politik justru menumbuhkan oligarki politik atau kekuasaan politik yang dipegang oleh sekelompok elit di masyarakat baik dibedakan kekayaan, keluarga atau militer.

BeritaTerkait

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

8 Juli 2026
Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026
Laman 2 dari 3
sebelumnya123Selanjutnya
Terkait: Dinasti PolitikPartai

BeritaTerkait

Sekjen DPP Partai Demokrat Warning Ketua DPC Soal Anak Ranting

Editor: Tohir Muhammad
14 November 2025

...

Kendali PSI Parepare Kini Ditangan Syamsul Rijal Madani

Editor: Tohir Muhammad
28 Agustus 2024

...

Perindo Sidrap Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wabup Ditanggal Syarat Makna

Perindo Sidrap Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wabup Ditanggal Syarat Makna

Editor: Tohir Muhammad
2 Mei 2024

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi