• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 11 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : GDM Organik Dorong Anak Muda Maksimalkan Peluang Ekspor Porang

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
23 Oktober 2020
di Opini
Diah Sulung

Penulis Diah Sulung Syafitri dari GDM Organik bersama Pak Paidi, petani pelopor budidaya tanaman Porang.

Berita Terkait

Porang Sidrap, Bupati: Dari Desa Kita Kirim ke Dunia

Syaharuddin Alrief Hadirkan Professor UNHAS, Diskusikan Pengembangan Desa Inovatif Porang

Presiden Instruksikan Mentan Seriusi Porang Sebagai Komoditas Ekspor Andalan Baru

Lewat Petani Milenial, Mentan SYL Terus Garap Porang Jadi Komoditas Andalan

Diah Sulung
Oleh : Diah Sulung Syafitri, GDM Organik

Dari obrolan ini, saya banyak mendapatkan informasi bahwa potensi ekspor tanaman Porang ini begitu lebar karena negara-negara maju banyak membutuhkan komoditas ini untuk industri kesehatan, kecantikan, pesawat terbang, dan lain-lain. Bocorannya, lanjut Pak Paidi, sejauh ini kita baru mampu memenuhi 1% dari total kebutuhan negara-negara maju tadi. Artinya, 90%-nya masih belum ada pemainnya! Gila sih, potensi pertanian yang teramat besar untuk dibiarkan nganggur begitu saja.

Tanaman Porang (Amorphophallus Onchophyllus) bukan tanaman baru. Sejak jaman penjajahan Jepang, buyut-buyut saya dulu sudah mengenal tanaman ini beserta varietasnya, yaitu iles-iles dan suweg. Waktu kemunculan tanaman Porang adalah diantara awal musim hujan hingga awal musim kemarau. Saat musim kemarau, umbinya tertahan di dalam tanah. Setelah tumbuh berulang selama 3 tahun, nah, baru lah umbinya cukup besar untuk dipanen. Biasanya, kakek dan nenek menjualnya ke pasar bersama dengan aneka bangsa umbi-umbian lain seperti uwi, gembili, gadung, ganyong, singkong, ketela, mbote, talas, dan lain sebagainya, dengan harga porang mentah basah hanya Rp 800-Rp 1000 perak. Hari ini harga porang mentah basah dihargai Rp 3.000,-. Kalau dikeringkan, normalnya di pasaran Indonesia dihargai Rp 19.000 per kilogram. Tapi jika diekspor, misalnya ke China, harga porang kering bisa menembus Rp 24.000 per kilogram. Itu masih mentahan, belum olahan.

Pertanyaan yang tentu saja berkecamuk di dalam otak saya sedari menunggu ujung cerita Pak Paidi adalah “Lalu bagaimana caranya kita bisa meningkatkan nilai ekonomi dari tanaman Porang ini di panggung internasional?”. Sesuai dugaan saya, satu-satunya jalan adalah dengan mengolahnya terlebih dahulu menjadi barang setengah jadi. Hasil olahan tanaman Porang; diiris-diiris, dijemur, lalu dijadikan kripik, harganya bisa meningkat menjadi Rp 60.000 per kilogram! Terlebih, kalau diolah menjadi tepung dan diekspor ke Jepang, harganya menembus Rp 150.000 per kilogram! Ingin menangis rasanya membayangkan pundi-pundi uangnya.

Laman 2 dari 3
sebelumnya123Selanjutnya
Terkait: Porang

TerkaitBerita

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Berita Terkini

Perdana Digelar Terpusat di UMS Rappang, 496 Murid TK ABA se-Sidrap Ikuti Penamatan

Perdana Digelar Terpusat di UMS Rappang, 496 Murid TK ABA se-Sidrap Ikuti Penamatan

Editor: Muhammad Tohir
11 Juni 2026

Maksimalkan PAD dan Penataan, BKD Parepare Bakal Kosongkan Pojok UMKM

Maksimalkan PAD dan Penataan, BKD Parepare Bakal Kosongkan Pojok UMKM

Editor: Muhammad Tohir
11 Juni 2026

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Editor: Muhammad Tohir
8 Juni 2026

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan