• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 8 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Sarjana Mental Kolonial

Oleh Kurniawan Mahasiswa IAIN Parepare

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
18 Februari 2024
di Opini
OPINI : Sarjana Mental Kolonial

Kurniawan

OPINI-Tanpa mengenal diri dengan baik, maka tidak ada perjuangan yang sejati (Paulo Freir).

Pendidikan adalah hal yang krusial dalam kehidupan dikarenakan dari pendidikan perubahan akan terjadi. Namun tidak semua pendidikan itu layak dikatakan pendidikan yang seutuhnya karena telah melenceng dari tujuannya atau dalam artian adanya kebusukan sistem.

Kebusukan sistem pendidikan adalah model sekolahnya yang mendesain kita untuk menjadi seorang pekerja.

Pernah timbul pertanyaan sewaktu kita kecil ingin jadi apa? Lucunya kita menjawab dengan jawaban yang mengarah ke jenis profesi pekerjaan. Dan jawaban ingin menjadi orang baik itu menurut kita lucu, padahal itu salah satu bentuk kebebasan berpikir.

Berita Terkait

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Menakar Kesejahteraan Guru di Tapal Batas

Artinya sejak kecil memang kita di doktrin untuk menjadi seorang pekerja. Sejauh mana perusahaan atau pasar membutuhkan karyawan maka begitu pula kita dicetak.

Serta sejauh mana masyarakat menginginkan kita maka sejauh itu pula kita diarahkan sesuai dengan kemauan masyarakat.

Tentu timbul pertanyaan mendasar di mana peningkatan kualitas pendidikan diantaranya yakni, kualitas manusia, pemberdayaan, emansipasi dan hal lainnya.

Yang kuat semakin kuat yang kaya semakin kaya. Terdengar kasar namun hal itulah yang terjadi, kita mengalami ketertindasan oleh kaum penindas.

Dalam dunia pendidikan khususnya dalam kampus pendidikan model bank itu terjadi. Di mana dosen sebagai penabung dan mahasiswa sebagai celengan. Dalam artian mahasiswa hanya mendengar ketika dosen menjelaskan tampa terjadinya dialektika antara dosen dan mahasiswa maupun sebaliknya. Seakan-akan dosen menjadi superior dan mahasiswa menjadi interior.

Mahasiswa yang tidak memiliki kesadaran untuk bersuara dan mengungkapkan pikirannya masa selama itu dia berada dalam kebudayaan bisu.

Kemudian dalam aspek gaya pendidikan yakni gayanya kolonial artinya demi untuk kepentingan penjajah.

Kilas balik, dulu kolonial mencetak pegawai untuk mereka pekerjaan namun saat ini mental tersebut masih ada dan dilakukan oleh pemerintah yakni mencetak mental lulusan PNS.

Mental sarjana kita yang memiliki orientasi yang masi untuk mencari kerja atau menjadi PNS telah mewarisi mental pendidikan gaya kolonial dengan tidak memikirkan alternatif tujuan lain.

Mental PNS adalah mereka yang fokus kepada materi atau sebagai mesin pemenuh kebutuhan fisik.

Ketika melihat banyaknya skripsi yang masih tersusun rapi di gudang maka seakan-akan memberikan gambaran hal ini hanya sekadar menggugurkan kewajiban demi kelulusannya.

Ketika orientasi skripsi tersebut dipergunakan untuk hadap masalah atau dalan artian memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat maka dapat menjadi nilai luar biasa kepada dunia pendidikan.

Sebagai analogi setiap kegiatan wisuda pasti mencetak lulusan-lulusan disetiap kampus serta jurusan yang berbeda. Dengan adanya sumbangan pemikiran yang orientasinya terhadap masalah maka berapa banyak sumbangan pemikiran yang orientasinya kepada kontribusi sosial kepada masyarakat yang dapat tercipta.

Kita selama ini harus sadar dalam ketertindasan yang dialami. Fokuslah pada struktur yang menindas karena akan terjadi ketidaksetaraan ketika ada sistem penindasan.

Selama ini kita mempercayai roda itu berputar justru ketika itu dibiarkan maka kapan yang di bawah akan naik ketika yang di atas tidak mau memberikan jalan.

Diam tidak bergerak pada posisi di bawah akan memberikan kenyamanan kepada penindas atau kaum atas. Bergeraklah untuk merubah dirimu dengan pergerakan itu akan menyelamatkan penindas untuk tidak melakukan penindasan.

Jangan terjebak dalam budaya bisu, budaya yang membisukan yang membuat kita tidak mendengar suara kita dan hanya mendengar suara sang penindas dan mengikutinya.

Para sarjana hendaknya tidak terjebak dalam kesadaran naif. Kesadaran naif yakni mereka tidak sadar bahwa sebenarnya ada masalah dan malah menyesuaikan diri dengan masalah tersebut.

Sarjana hendaknya memiliki kesadaran kritis dimana mereka sadar ada masalah kemudian membawanya dalam dialog dan mencari solusi dan melakukan aksi.

Kita harapkan di sini lulusan para sarjana dapat memperbaiki sistem dengan baik dan tidak ikut dalam sistem kotor yang telah membudaya dari dulu.

Karena pendidikan itu bukan merubah dunia. Namun merubah seseorang kemudian seseorang itu akan merubah dunia (Paulo Freire). (*)

Tulisan opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi.PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

Terkait: OpiniSarjana

TerkaitBerita

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

Menakar Kesejahteraan Guru di Tapal Batas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Februari 2026

...

Ramadan 1447H

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Brimob Parepare Ajak 200 Anak Yatim Buka Puasa Bersama dan Doa untuk Negeri

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

BeritaTerkini

Wali Kota Parepare dan Kapolres Jajal Lapangan Padel Royal Metro Sky

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Resmikan Masjid Anas Bin Malik dan SIT An Naas, Tasming Hamid Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan