• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 17 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI; Social Distance, Siklus Bangkitnya Budaya Literasi Bersamaan Merebaknya Virus Covid-19

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
30 Maret 2020
di Opini
agus

Oleh : Dr Agus Muchsin MA, Dosen IAIN Parepare

OPINI — Isu penyebaran virus corona yang memenuhi pemberitaan hampir semua media ternyata memiliki pengaruh signifikan terhadap para pejuang leterasi bangsa. Munculnya ragam opini dengan perspektif keilmuan berbeda membuktikan bahwa mereka turut berkontribusi menyikapi problematika bangsa. Awalnya, hanya terkait dengan medis, lambat laun merembes pada kajian, agama, ekonomi, antropologi, sosial, hukum, komunikasi, politik dan beberapa disiplin ilmu lain.

Asumsi sederhananya, mungkin mereka hanya bermaksud mengisi kevakuman setelah adanya himbauan social distance, atau karena rasa tanggung jawab ilmiah yang mesti diberikan untuk bangsanya. Apapun motifnya, karya mereka turut mengambil peran pada evolusi literasi di tengah merebaknya virus covid 19.

Budaya literasi ini sebenarnya secara tidak sadar terkonstruk sejak masing-masing sudah masuk bergabung dengan grup komunikasi chat, yang acapkali menulis, membaca dan menyampaikan. Kemampuan ini ternyata sudah dimiliki oleh hampir semua pengguna facebook, whatsapp, twitter dll.

Dokumentasi sederhana hari ini bukan berarti tidak bermanfaat buat generasi berikutnya, catatan dan tulisan pendek tentang hari dan tanggal kejadian, suatu ketika akan bermanfaat. Tidak mustahil catatan ini menjadi data untuk tulisan selanjutnya, minimal bagi para pengagum teori siklus dalam sejarah. Seperti dalam HR. Al Dailami Rasulullah pernah bersabda.

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لِكُلِّ قَرْنٍ مِنْ أُمَّتِي سَابِقُون، أخرجه الديلمي
Artinya.
Dari Ibnu Umar, dari Nabi saw bersabda. Setiap satu qarn dari umatku akan lahir pembaharu.

Berita Terkait

Festival Nene Mallomo III Dibuka, Bupati Sidrap: Ini Membentuk Mental Juara

8 Negara Lintas Benua ‘Goyang’ Pinrang, Bupati Sebut Festival Budaya Internasional Peluang Emas

Lestarikan Budaya, Tim dosen UMS Rappang Latih Tari Tradisi dan Kreasi Sanggar Seni Aiyra di Soppeng

Dua Siswa SMAN 5 Parepare Juara Lomba Konten Literasi

Satu qarn dalam teks hadis di atas adalah seratus tahun (مِئَةُ سَنَة) atau satu abad, yang didalamnya akan muncul tokoh-tokoh pembaharu dalam melakukan kebaikan (مُتَقدِّمونَ سابِقون فِي الخيراتِ،). Pembaharuan inilah oleh sebagian ormas keagamaan di Indonesia disimbolkan dengan terminologi Nahdhah (kebangkitan) dan tajdid (pembaharuan). Detailnya karakter pembaharu ini cukup jelas dalam QS. Al Waqi’ah: 11 Allah berfirman.
أُولَـٰئِكَ الْمُقَربون

Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).

Terkonstruknya budaya literasi di tengah merebaknya virus covid 19, menjadi awal kebangkitan sebuah peradaban baru. Hal ini, memberikan jawaban terhadap hasil penelitian Samuel P. Huntington, seorang profesor Ilmu Pemerintahan bahwa “akan terjadi konflik dengan benturan peradaban pasca runtuhnya tembok berlin”. Mungkinkah budaya literasi ini menjadi indikator kemajuan dari suatu bangsa?.

Jawabannya menjadi anti tesa dari penelitian tersebut. Teori siklus merebaknya virus mematikan konon dalam hitungan seratus tahun (قرن) atau satu abad. Artinya benturan peradaban akan melahirkan integrasi, akulturasi atau asimilasi budaya corak baru dengan tokoh baru.

Akankah pembauran kebudayaan itu berasimilasi dengan hilangnya ciri khas kebudayaan masing-masing sehingga membentuk kebudayaan baru, atau sebaliknya berakulturasi dengan bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli?

Kalimat retoris di atas cukup untuk dijawab oleh masing-masing pembaca agar membangun motivasi untuk berkontribusi dalam budaya literasi bangsa. (*) 

Terkait: BudayaCovid-19Literasi

TerkaitBerita

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Sidrap Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Resmi Dibuka Wabup, IPF Sulsel Sebut Bukan Kaleng-kaleng

Sidrap Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Resmi Dibuka Wabup, IPF Sulsel Sebut Bukan Kaleng-kaleng

Editor: Muhammad Tohir
14 Mei 2026

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan