• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 3 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: Tetap Menjadi Pelajar dan Guru Sejati Kala Pandemi

Editor: Muhammad Tohir
11 Juli 2020
di Opini, Pendidikan
Ummu

Oleh : Ummu Fikri (Pendidik dan Pemerhati Sosial)

Ummu
Oleh : Ummu Fikri (Pendidik dan Pemerhati Sosial)

Siswa belajar dan guru mengajar melalui daring hanya sebuah metode saja. Metode yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya yaitu tatap muka. Memang pasti ada kendala, seperti jaringan, sinyal, handphone android dan banyak hal-hal teknis yang lain. Tapi sejatinya kita bisa mengatasi dengan cara bergotong royong. Kepekaan pun disini akan teruji lagi. Bukankah kepekaan dan peduli merupakan pembelajaran karakter yang digaungkan. Karakter kepedulian akan terlihat pada saat pandemi ini. Jika ada siswa yang masih terkendala, maka temen yang rumahnya lebih dekat bisa mengajak untuk menggunakan HP secara bersama, atau saudara dekatnya bisa meminjamkan untuk waktu selama pembelajaran. Karena kepekaan dan kepedulian adalah sebuah sikap hasil belajar.

Orang tua adalah pendidik pertama dan utama. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membersamai anak pada saat belajar. Mengapa banyak orang tua yang merasa kewalahan saat menemami anak belajar? Karena selama ini kita terbiasa dengan kalimat bahwa yang memiliki tugas mengajar adalah guru di sekolah. Itulah persepsi yang harus dirubah.

Untuk itu kala pandemi ini kita harus bersama-sama memiliki persepsi yang sama. Bahwa mnegajar dan mendidik adalah kewajiban kita bersama. Baik orang tua maupun guru, begitu anak harus menyadari bahwa belajar itu dapat dilakukan dimana saja, baik di sekolah atau pun di rumah.

Mencari ilmu, mengajar dan belajar merupakan hal yang mulia dalam pandangan islam. Dengan ilmu akan banyak mamfaat yang didapat. Bahkan surga balasannya , sebagaimana Hadist Riwayat Muslim yang artinya “ Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”.

BeritaTerkait

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

3 Juli 2026
Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

Bupati Sidrap Bakar Semangat Mahasiswa KKN UMS Rappang: Jangan Takut Kuliah di Daerah!

29 Juni 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026

Hadist lain tentang sikap yang harus kita lakukan saat belajar dan mengajar seperti hadist Rosulullah yang artinya “ Belajarlah kamu semua, mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu , serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu” (HR. Thabrani).

Bagi siswa marilah kondisi ini menjadi renungan kita bersama, mengembalikan tujuan belajar dan menuntut ilmu. Janganlah saat pandemi ini malah kita menggunakan waktu untuk hal-hal yang kurang bermamfaat. Belajar di rumah dengan membantu orang tua, peka terhadap saudara dan tetangga, ibadah dan masih banyak kegiatan yang bermamfaat yang dapat dilakukan dalam rangka belajar.

Bagi guru dan orang tua, ayo kita terus mengajar dan mendidik anak kita yang kelak akan menjadi penerus estafet kehidupan. Guru dan orang tua harus bersinergi mengajar dan mendidik. Keduanya harus menjadi garda terdepan yang dapat mendidik generasi yang hebat dan bermartabat.

Semoga apa yang kita ajarkan terkategori pada amal jariah dan ilmu yang bermanfaat, dan kelak anak kita akan menjadi anak yang sholeh. Sebagaimana Hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, “ Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang berdoa baginya. Wallahua’lam

Laman 2 dari 2
sebelumnya12
Terkait: BelajarGuruPandemi CovidPelajarPemerhati Sosial

BeritaTerkait

Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Resmi Dibuka, 72 Ribu Guru Se-Sulsel Berbondong-bondong ke Sidrap

Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Resmi Dibuka, 72 Ribu Guru Se-Sulsel Berbondong-bondong ke Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
2 Juli 2026

...

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

Editor: Muhammad Tohir
16 Juni 2026

...

Dua Figur Pendidik Asal Sidrap Wakili Sulsel pada Ajang Nasional Apresiasi GTK 2025

Editor: Muhammad Tohir
26 November 2025

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi