PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Parepare memprediksi jumlah pemudik di Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan, akan mencapai 69.502 orang pada masa angkutan Lebaran 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.
Kepala KSOP Parepare, Shaiful Horry, menyatakan masa angkutan mudik Lebaran tahun ini resmi dimulai hari ini, Jumat, 13 Maret 2026. Seiring dengan dimulainya periode tersebut, pihak otoritas telah menyiagakan posko pemantauan di area pelabuhan.
“Hari ini kami resmi membuka posko. Arus mudik diperkirakan akan terus berlangsung dan pemantauan intensif dilakukan hingga 16 Maret mendatang,” ujar Shaiful kepada wartawan, Jumat.
Shaiful menjelaskan bahwa proyeksi kenaikan 5 persen tersebut merujuk pada data penumpang tahun 2025 yang tercatat sebanyak 66.192 orang. Untuk tahun ini, total pergerakan penumpang diprediksi menyentuh angka 69.502 orang.
Secara rinci, jumlah penumpang yang berangkat (naik) diprediksi mencapai 28.558 orang, meningkat dari sebelumnya 27.198 orang. Sementara itu, volume penumpang yang tiba (turun) diperkirakan menyentuh angka 40.944 orang, naik dari angka tahun lalu sebanyak 38.994 orang.
“Jika diakumulasi, total ada 69.502 orang yang akan melalui Pelabuhan Nusantara Parepare selama periode ini,” kata Shaiful.
KSOP Parepare akan menyiagakan posko monitoring hingga 30 April 2026 guna mengawal kelancaran arus mudik maupun arus balik. Skema pemantauan tetap menggunakan pola 15 hari sebelum dan 15 hari sesudah hari raya (H-15 dan H+15).
“Monitoring kami lakukan secara menyeluruh hingga akhir April untuk memastikan pergerakan penumpang tetap terkendali,” tuturnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas di Pelabuhan Nusantara Parepare mulai padat. Pemudik didominasi oleh warga yang datang dari Pulau Kalimantan. Salah satunya adalah Andi Erni, pemudik asal Nunukan yang hendak menuju Kabupaten Bone.
Erni mengaku sengaja pulang lebih awal agar memiliki waktu lebih panjang bersama keluarga di kampung halaman. “Mau Lebaran bersama orang tua di Bone. Memang setiap tahun rutin pulang,” ujarnya saat ditemui di area pelabuhan.
Ia memilih moda transportasi laut karena menganggap fasilitas kapal saat ini sudah sangat menunjang kenyamanan untuk perjalanan jauh. “Pilih kapal karena nyaman dan suasananya bagus di atas,” tambah Erni yang berencana menetap selama dua minggu di Sulawesi Selatan.
Reporter: Faizal Lupphy
















