• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 28 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Rektor IAIN Parepare Pembicara Utama Konferensi Internasional di Malaysia, Paparkan Fikih Ekologi Berbasis Budaya

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
24 Oktober 2024
di IAIN Parepare

MALAYSIA, PIJARNEWS. COM– Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag tampil sebagai salah satu keynote speaker (pembicara utama) dalam The 3rd Samarah International Conference on Islamic Law and Islamic Family Law di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Kamis, 24 Oktober 2024.

Dalam konferensi bergengsi ini, Prof Hannani menyampaikan sebuah presentasi yang bertajuk “Kerangka Terpadu Fikih Ekologi Berbasis Budaya”, yang menggarisbawahi integrasi antara paradigma teologis Islam dan kearifan lokal Sulapa Appa sebagai pendekatan baru dalam tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam presentasinya, Prof. Hannani memaparkan bahwa degradasi lingkungan yang terjadi akibat industrialisasi, deforestasi, dan polusi menuntut adanya pendekatan yang lebih holistik dan komprehensif dalam mengelola sumber daya alam.

“Pendekatan ekologi yang menggabungkan prinsip Tauhid dengan budaya lokal seperti Sulapa Appa mampu menciptakan tata kelola lingkungan yang tidak hanya mengedepankan keberlanjutan, tetapi juga memelihara keseimbangan kosmologis antara manusia, alam, dan Tuhan,” ungkapnya.

Tauhid, sebagai prinsip utama dalam Islam yang menekankan kesatuan Tuhan, dipadukan dengan konsep Khalifah (pengelolaan) dan Ihsan (perilaku unggul), menjadi landasan utama dalam kerangka fikih ekologi ini. Di sisi lain, Sulapa Appa, kearifan lokal masyarakat Kajang di Sulawesi Selatan—dikenal memiliki filosofi keseimbangan yang mencakup empat elemen: tanah, air, angin, dan api, yang kesemuanya berkaitan erat dengan upaya pelestarian alam.

Berita Terkait

498 Mahasiswa PPG IAIN Parepare Lulus UP, Tingkat Kelulusan Capai 99,60%

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Jurnal Banco IAIN Parepare Resmi Terindeks Scopus

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare Lulus 2 Tahun 7 Bulan dengan IPK 4.00 di UNM

“Pengintegrasian Tauhid dengan Sulapa Appa menghasilkan kerangka tata kelola lingkungan yang tidak hanya relevan secara teologis, tetapi juga memiliki kepekaan budaya,” ujar Prof Hannani.

Ia menekankan bahwa pendekatan ini tidak hanya dapat diterapkan dalam konteks lokal di Indonesia, tetapi juga dapat diadaptasi secara global untuk mengatasi berbagai tantangan ekologi modern.

Dalam kesempatan itu, Prof Hannani juga memaparkan metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan kerangka ini, yaitu dengan pendekatan kualitatif melalui analisis konten dari teks Amatoa ri Kajang, Al-Qur’an, Hadis, dan literatur terkait fikih ekologi dan Sulapa Appa.

Fokus analisisnya adalah interaksi antara etika ekologi Islam dan kearifan lokal dalam menciptakan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, Prof. Hannani menyimpulkan bahwa kerangka fikih ekologi berbasis budaya ini menawarkan kontribusi signifikan dalam memberikan panduan etika dan hukum untuk pengelolaan sumber daya alam yang sesuai dengan ajaran Islam dan kearifan lokal.

“Dengan menciptakan pendekatan yang menyatukan dimensi spiritual dan budaya, kita dapat menciptakan tata kelola lingkungan yang lebih seimbang dan berkelanjutan,” tutupnya.

Konferensi internasional yang dihadiri oleh akademisi dan pakar hukum Islam dari berbagai negara ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi dan kolaborasi untuk memperkuat pemahaman dan penerapan hukum Islam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks lingkungan. (*)

Penulis : Dr Fikri
Editor : Alfiansyah Anwar

Terkait: BudayaIAIN ParepareKeynote SpeakerMalaysia

TerkaitBerita

Jejak Kolaborasi dari Kota Cinta Habibie, IAIN Parepare Terima Penghargaan pada Dies Natalis ke-4 ITH

Editor: Tim Redaksi
18 Oktober 2025

...

Enam Dosen Dikukuhkan Menjadi Profesor, Rektor IAIN Parepare Sampaikan Pesan Menyentuh

Editor: Muhammad Tohir
7 Oktober 2025

...

Meylinda Yanti Jejak Mahasiswa yang Merdeka, Melangkah sebagai Mahasiswi Mandiri

Editor: Muhammad Tohir
12 Agustus 2025

...

Laboratorium Terpadu Modern di IAIN Parepare Diresmikan Menteri Agama RI

Editor: Muhammad Tohir
25 Juli 2025

...

BeritaTerkini

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan