• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 18 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama IAIN Parepare

Rektor IAIN Parepare Pembicara Utama Konferensi Internasional di Malaysia, Paparkan Fikih Ekologi Berbasis Budaya

Editor: Tohir Muhammad
24 Oktober 2024
di IAIN Parepare
Rektor IAIN Parepare Pembicara Utama Konferensi Internasional di Malaysia, Paparkan Fikih Ekologi Berbasis Budaya

MALAYSIA, PIJARNEWS. COM– Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag tampil sebagai salah satu keynote speaker (pembicara utama) dalam The 3rd Samarah International Conference on Islamic Law and Islamic Family Law di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Kamis, 24 Oktober 2024.

Dalam konferensi bergengsi ini, Prof Hannani menyampaikan sebuah presentasi yang bertajuk “Kerangka Terpadu Fikih Ekologi Berbasis Budaya”, yang menggarisbawahi integrasi antara paradigma teologis Islam dan kearifan lokal Sulapa Appa sebagai pendekatan baru dalam tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam presentasinya, Prof. Hannani memaparkan bahwa degradasi lingkungan yang terjadi akibat industrialisasi, deforestasi, dan polusi menuntut adanya pendekatan yang lebih holistik dan komprehensif dalam mengelola sumber daya alam.

“Pendekatan ekologi yang menggabungkan prinsip Tauhid dengan budaya lokal seperti Sulapa Appa mampu menciptakan tata kelola lingkungan yang tidak hanya mengedepankan keberlanjutan, tetapi juga memelihara keseimbangan kosmologis antara manusia, alam, dan Tuhan,” ungkapnya.

BeritaTerkait

DKP DEMA-FUAD IAIN Parepare Hadir di Pelosok Pinrang, Bawa Misi Ilmu dan Perubahan

DKP DEMA-FUAD IAIN Parepare Hadir di Pelosok Pinrang, Bawa Misi Ilmu dan Perubahan

30 April 2026

Jejak Kolaborasi dari Kota Cinta Habibie, IAIN Parepare Terima Penghargaan pada Dies Natalis ke-4 ITH

18 Oktober 2025

Enam Dosen Dikukuhkan Menjadi Profesor, Rektor IAIN Parepare Sampaikan Pesan Menyentuh

7 Oktober 2025

Meylinda Yanti Jejak Mahasiswa yang Merdeka, Melangkah sebagai Mahasiswi Mandiri

12 Agustus 2025

Tauhid, sebagai prinsip utama dalam Islam yang menekankan kesatuan Tuhan, dipadukan dengan konsep Khalifah (pengelolaan) dan Ihsan (perilaku unggul), menjadi landasan utama dalam kerangka fikih ekologi ini. Di sisi lain, Sulapa Appa, kearifan lokal masyarakat Kajang di Sulawesi Selatan—dikenal memiliki filosofi keseimbangan yang mencakup empat elemen: tanah, air, angin, dan api, yang kesemuanya berkaitan erat dengan upaya pelestarian alam.

“Pengintegrasian Tauhid dengan Sulapa Appa menghasilkan kerangka tata kelola lingkungan yang tidak hanya relevan secara teologis, tetapi juga memiliki kepekaan budaya,” ujar Prof Hannani.

Ia menekankan bahwa pendekatan ini tidak hanya dapat diterapkan dalam konteks lokal di Indonesia, tetapi juga dapat diadaptasi secara global untuk mengatasi berbagai tantangan ekologi modern.

Dalam kesempatan itu, Prof Hannani juga memaparkan metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan kerangka ini, yaitu dengan pendekatan kualitatif melalui analisis konten dari teks Amatoa ri Kajang, Al-Qur’an, Hadis, dan literatur terkait fikih ekologi dan Sulapa Appa.

Fokus analisisnya adalah interaksi antara etika ekologi Islam dan kearifan lokal dalam menciptakan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, Prof. Hannani menyimpulkan bahwa kerangka fikih ekologi berbasis budaya ini menawarkan kontribusi signifikan dalam memberikan panduan etika dan hukum untuk pengelolaan sumber daya alam yang sesuai dengan ajaran Islam dan kearifan lokal.

“Dengan menciptakan pendekatan yang menyatukan dimensi spiritual dan budaya, kita dapat menciptakan tata kelola lingkungan yang lebih seimbang dan berkelanjutan,” tutupnya.

Konferensi internasional yang dihadiri oleh akademisi dan pakar hukum Islam dari berbagai negara ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi dan kolaborasi untuk memperkuat pemahaman dan penerapan hukum Islam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks lingkungan. (*)

Penulis : Dr Fikri
Editor : Alfiansyah Anwar

Terkait: BudayaIAIN ParepareKeynote SpeakerMalaysia

BeritaTerkait

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Editor: Tohir Muhammad
3 Juli 2026

...

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

Editor: Tohir Muhammad
18 Mei 2026

...

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Editor: Tohir Muhammad
13 Mei 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi