• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 28 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Rektor Unhas Angkat Bicara Soal 7 Guru Besar yang Mundur

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
5 November 2022
di Peristiwa
Ist

Ist

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Terkait tujuh guru besar di lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) S3 (Doktor) yang mengundurkan diri, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof. Jamaluddin Jompa, angkat bicara, pada Jumpa pers yang dilaksanakan di Rektorat Unhas pada Jumat (4/11/2022).

Jamaluddin menjelaskan bahwa pengunduran diri ketujuh guru besar bukan mundur dari dosen, namun hanya mengusulkan mundur untuk mengajar di Prodi S3 Manajemen.

“Kan bedah toh,” Imbuh Jamaluddin.

Berbeda, kata Jamaluddin sebab mundur jadi dosen adalah hak, namun mundur mengajar tidak diperbolehkan karena itu penugasan pimpinan.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa semua dosen berada dalam satu lingkup organisasi yang memiliki pimpinan.

Berita Terkait

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam “Mati Lampu” Demi Gelar Guru Besar

Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

3 Dosen IAIN Parepare Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Pemkot Ajak Kolaborasi

“Ada organisasinya, ada dekan, wakil rektor dan rektor didalamnya, sehingga untuk mundur mengajar itu tidak diperbolehkan,” ungkap pria kelahiran Pinrang itu.

Selain itu, ia membenarkan adanya perihal dosen yang tidak diberikan waktu mengajar oleh dekan fakultas.

Menurutnya Dekan memiliki hak memilih dosen yang boleh mengajar dan yang tidak boleh mengajar.

“Jadi dekan memiliki hak, siapa yang dibolehkan mengajar dan siapa yang tidak,” terangnya.

Sementara informasi terkait dekan yang memaksakan memberikan nilai kepada mahasiswa, pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan.

Ia menuturkan, bahasa dari yang bersangkutan dinilai terlalu jauh untuk dihubungkan, sehingga Unhas dianggap memiliki persoalan besar.

“Akhirnya seolah-olah di Unhas terjadi persoalan besar, dosen dipaksa memberikan nilai karena dia tidak mau memberikan nilai yang benar, lalu kemudian dilarang mengajar sehingga dia keberatan,” terangnya.

Guru besar ilmu biologi itu, menerangkan, Unhas memiliki peraturan akademik khusus di program doktor, jika ada satu mata kuliah yang tidak lulus maka harus drop out, hal itu dikaitkan dengan kasus yang tengah terjadi.

Berdasarkan keterangannya Kejadian itu bermula saat dua dosen tidak memilih tidak memberikan nilai kepada mahasiswa yang bersangkutan, sementara dosen lainnya memberikan nilai 90, maka berdasarkan kebijakan Fakultas hal itu kemudian diratakan untuk mencari solusi.

Ia berdalih bahwa mahasiswa yang bermasalah terhadap nilainya tidak boleh dibiarkan, sehingga diusulkan untuk memberikan remedial.

“Adalah wajar dan saya minta memang setiap pimpinan untuk melihat anak-anak kita sebagai bagian dari orang yang kita bina,” tuturnya.

Selain itu pihaknya menegaskan bahwa Unhas bukan tempat jual beli ijazah, karena kini pihaknya tengah melakukan perbaikan sistem dan kualitas menuju standar internasional.

Ia juga berharap agar permasalahan tersebut segera berakhir dan tidak ada oknum yang suka dan berusaha mengoreng informasi itu.

“Mohon maaf saya yakin bukan teman-teman media tapi mungkin ada yang suka cari-cari informasi yang mungkin saja mudah digoreng. Saya berharap bukan dari teman-teman media, Supaya tidak ada yang salah lagi kasihan, saya capek ini, tidak bisa sabar karena telepon terus berdering,” tutupnya.

Reporter : Sucipto Al-Muhaimin

Terkait: Guru BesarGuru Besar MundurRektor Unhas

TerkaitBerita

Berbagi di IWD 2026, Koalisi Perempuan Indonesia dan PWI Pangkep Gaungkan Pesan Perlindungan Perempuan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

...

Detik-detik Evakuasi Pekerja Bangunan di Pinrang yang Tersengat Listrik

Editor: Muhammad Tohir
28 Januari 2026

...

Larang Buka Paket COD Sebelum Bayar, Seorang Kurir di Pinrang Mengaku Dipukul dan Dicakar

Editor: Muhammad Tohir
17 Desember 2025

...

Angin Puting Beliung Terjang Pinrang, Puluhan Rumah Rusak

Editor: Tim Redaksi
14 Desember 2025

...

BeritaTerkini

Sidrap Open Pickleball 2026 Digelar Mei, Bupati Ajak Atlet ke Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
28 Maret 2026

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan