• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 18 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Relasi Sosial Warga Kampung Kusta Jongaya dengan Masyarakat Luar Meningkat

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Juni 2019
di Kisah Inspiratif

Pengajian rutin yang digelar di Kampung Kusta Jongaya. Pengajian ini meleburkan warga penyintas kusta dan warga luar. (Foto: Abd Rasak untuk pijarnews.com)

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Kusta bagi sebagian masyarakat, masih dianggap penyakit kutukan. Mereka terjebak pada persepsi yang dangkal.

Sebagian orang memahami bahwa kusta bisa menular cepat, sehingga tidak jarang orang dengan hambatan kusta dikucilkan dan dijauhi.

Timbulnya diskriminasi terhadap kusta tersebut masih dirasakan. Minimnya informasi mendalam tentang kusta, menjadi salah satu faktor penyebab perubahan tingkah laku di lingkungan sosial terhadap orang dengan hambatan kusta.

Padahal, kusta dapat dicegah sedari dini bahkan bisa disembuhkan. Pemahaman inilah yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas. Misalnya, dengan mengadakan edukasi khusus yang membahas kusta secara mendalam. Sehingga mampu membuka wawasan serta meluruskan kesimpangsiuran yang memunculkan stigma negatif.

Berita Terkait

Melawan Stigma Kusta di Kampung Jongaya Makassar

Harapannya, agar masyarakat lebih memahami dan menanggapi tentang kusta. Dengan demikian, tindakan pengucilan, diskriminasi, bahkan rumor kutukan mampu diminimalkan bahkan bisa dihilangkan dengan adanya penyebarluasan pengetahuan tentang kusta.

Selama tiga hari (14-16 Juni 2019), 18 jurnalis se-Kota Makassar mengikuti Pelatihan Perspektif Kusta dan Disabilitas Bagi Jurnalis. Pelatihan ini digelar Netherlands Leprosy Relief (NLR), sebuah organisasi yang bekerja untuk pencegahan
dan penularan risiko penyakit kusta serta pemberdayaan penyandang disabilitas.

Di hari terakhir pelatihan, peserta diterjunkan langsung di Kampung Kusta Jongaya, Jalan Dangko, Makassar untuk melihat aktivitas sehari-hari penyintas (mantan pasien kusta yang telah sembuh).

Ketua Permata Cabang Makassar, Rahimi menuturkan kehidupan warga Kampung Kusta Jongaya sudah mulai terbuka untuk masyarakat luar dari tempat berdomisili.

Begitupun warga dari luar Kampung Kusta Jongaya yang sudah berinteraksi, melalui pernikahan.

“Sudah banyak orang dari luar yang menikah dengan saudara-saudara kita di Kampung Kusta Jongaya. Ini menandakan stigma masyarakat sudah tidak seperti dulu, begitu dengan warga Kusta Jongaya sudah mulai welcome,” ujar Rahimi.

Menurut Rahimi, dulu stigma negatif warga luar terhadap Perkampungan Kusta Jongaya tinggi. Misalnya warga Perkampungan Kusta Jongaya saat hendak menumpangi transportasi umum (petepete’), tidak ada supir yang mau mengangkut mereka.

“Ada beberapa memang stigma yang pernah kami alami, namun hari ini sudah mulai menurun, sekarang Pete-pete bahkan sudah masuk di wilayah kita yang mencari penumpang,” ujarnya.

Begitu pun dari segi sosial ekonomi sudah mulai membaik. Mantan Ketua Litbang Permata Jongaya, Abd Rahman menegaskan warga penyintas kusta sudah banyak yang diberdayakan oleh Pemerintah Kota Makassar.

“Seperti petugas kebersihan, pertamanan, juru parkir itu sudah banyak diberdayakan oleh Pemkot. Meski pun masih ada warga kita yang bekerja sebagai pengemis,” ujar Rahman.

Selain itu yang perlu perhatian dari Pemkot sambung Rahman, yakni perlu adanya keterlibatan Pemkot memasarkan hasil karya penyintas kusta. Karena tidak sedikit dari karya mereka seperti kerajinan tangan maupun penganan, yang tidak diterima pasar.

“Di sini banyak yang pintar masak, tetapi tidak ada yang mau beli makanan mereka jika ketahuan yang buat penyintas kusta,” katanya.

Sementara dari sisi keagamaan, kata Abd Rahman, menunjukkan peningkatan signifikan. Khususnya yang beragama Islam, digelar pengajian seminggu sekali oleh majelis taklim.

“Pengajian Ini juga bagian dari menurunkan stigma karena sebagian ibu-ibu yang berasal dari luar Kampung Kusta Jongaya mengikuti pengajian dan lebur bersama penyintas kusta,” tutupnya. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Penyintas kusta

TerkaitBerita

Dari Mario ke Negeri Sakura, Perjalanan Bardi Arifin Merawat Sapi Ikon Kelas Dunia

Editor: Muhammad Tohir
30 Mei 2025

...

Azizul Hakim Mansyur (Foto: ist)

Azizul, Putra Mansyur Semma, Jadi Imam dan Mengajar Alquran di Madinah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Januari 2025

...

Aneka Rasa, Mahasiswa Universitas Ciputra Lariskan Kue  Tradisional  Sanggara Balanda

Aneka Rasa, Mahasiswa Universitas Ciputra Lariskan Kue Tradisional Sanggara Balanda

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
5 Desember 2024

...

Anugrah, Bocah Pengantar Penumpang Kapal ke Pulau-pulau Terdekat dari Makassar

Anugrah, Bocah Pengantar Penumpang Kapal ke Pulau-pulau Terdekat dari Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
3 Desember 2024

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Safari Ramadan Hari ke-27, Tasming Hamid Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan