PAREPARE, PIJARNEWS.COM- Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare menunjukkan aksi kepedulian sosial. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Parepare, mereka menyambangi langsung rumah warga dalam aksi bakti sosial Program Orang Tua Asuh Anak Stunting (OTAAS), Jumat (3/7/2026).
Petugas Imigrasi bergerak menyusuri Kelurahan Ujung Baru untuk menemui dua anak penerima manfaat, yakni Radina Sri Aulia (2 tahun 4 bulan) dan Jumadi (1 tahun 1 bulan). Kedatangan tim ini tak sekadar berkunjung, melainkan membawa bantuan nutrisi penting.
Melalui program OTAAS ini, bantuan yang disalurkan berupa susu dan vitamin khusus yang disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan.
“Semoga bantuan yang diberikan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak penerima manfaat, mempercepat proses tumbuh kembang mereka,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Parepare, Ade Yanuar Ikbal, Jumat (3/7/2026).
Aksi sosial ini tidak berhenti pada penyerahan bantuan semata. Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Parepare beserta Puskesmas Lakessi yang turut mendampingi, langsung memberikan edukasi door-to-door kepada para orang tua.
Mereka diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara berkala.
Ade Yanuar menegaskan bahwa fungsi Imigrasi kini tidak melulu soal paspor dan penegakan hukum keimigrasian. Instansi yang dipimpinnya berkomitmen penuh untuk hadir dan memberikan dampak sosial positif di tengah masyarakat.
“Karena sejatinya, keberhasilan sebuah instansi tidak hanya diukur dari pelayanan yang diberikan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu dihadirkan bagi sesama,” tegas Ade.
Dana dan bantuan yang disalurkan dalam program ini rupanya lahir dari aksi gotong royong internal. Ade pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai Imigrasi Parepare yang rela menyisihkan sebagian rezekinya demi masa depan anak-anak tersebut.
Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada Dinas Kesehatan Kota Parepare, Puskesmas Lakessi, serta seluruh pihak yang membantu kelancaran kegiatan di lapangan.
Aksi ini diharapkan dapat menekan angka stunting di Kota Parepare sekaligus menjadi pemantik bagi instansi lain untuk ikut bergerak dalam program kemanusiaan serupa.










