SIDRAP, PIJARNEWS.COM— Seminar keperempuanan She Talk’s bertema “From She to Lead: Perempuan Menginspirasi Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMPOSIP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) berlangsung lancar di Auditorium H. Zaini Razak, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan tokoh perempuan muda nasional, Shery Annavita Rahmi, sebagai narasumber utama. Seminar dibuka oleh Wakil Rektor III UMS Rappang, Dr. Herman D., S.Pd., S.IP., M.Si, serta dihadiri Dekan FISIP Dr. Erfina, S.Sos., M.Si, para wakil dekan, dosen, dan ratusan peserta dari beragam profesi dan program studi hingga pelajar.
Dalam sambutannya, Dekan FISIP UMS Rappang, Dr. Erfina, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang telah direncanakan sejak tahun lalu namun baru dapat direalisasikan pada tahun ini.
Ia menilai seminar tersebut menjadi ruang penting untuk membangun pola pikir dan kesiapan generasi muda, khususnya perempuan, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Di Kabupaten Sidenreng Rappang, jumlah penduduk perempuan mencapai hampir setengah dari total populasi. Ini merupakan modal besar yang harus dioptimalkan, tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya,” ujar Erfina.
Menurutnya, pencapaian visi Indonesia Emas 2045 tidak dapat diwujudkan secara instan, melainkan harus dipersiapkan sejak sekarang melalui peningkatan kapasitas diri, pendidikan, dan kontribusi dalam berbagai bidang.
“Momentum ini menjadi sarana untuk mengubah mindset, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Saya yakin seluruh peserta hadir dengan semangat untuk belajar dan menyerap ilmu dari narasumber yang luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UMS Rappang, Dr. Herman D., menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan.
Ia mengibaratkan pembangunan bangsa sebagai proses menanam benih yang hasilnya akan dipetik di masa mendatang.
“Kalau ingin memetik hasil dalam jangka pendek, tanamlah jagung. Kalau ingin memetik hasil beberapa tahun ke depan, tanamlah pohon. Namun jika ingin memetik hasil pada tahun 2045, maka didiklah perempuan,” ujarnya.
Menurut Herman, perempuan merupakan fondasi utama dalam pendidikan karakter di lingkungan keluarga. Karena itu, keberhasilan Indonesia mencapai cita-cita sebagai bangsa maju sangat bergantung pada kualitas perempuan saat ini.
“Jika perempuan salah arah, maka sulit berharap generasi emas 2045 dapat terwujud. Sebaliknya, jika perempuan mendapatkan pendidikan yang baik dan mampu menjalankan perannya secara optimal, maka lahirlah generasi yang berkualitas,” katanya.
Dalam sesi utama seminar, Shery Annavita mengajak peserta untuk fokus pada pengembangan diri dan peningkatan kapasitas secara konsisten.
Menurutnya, perubahan besar selalu diawali oleh langkah-langkah kecil yang dilakukan terus-menerus.
“Perubahan tidak harus menunggu tahun depan. Bahkan peningkatan satu persen setiap hari akan menentukan siapa diri kita di masa depan,” kata Shery.
Ia menilai bahwa saat ini perempuan tidak lagi hanya menuntut ruang dan kesempatan, tetapi harus mampu menunjukkan kualitas serta kompetensi yang dimiliki.
“Sekarang bukan lagi zamannya hanya meminta kesempatan atau kuota. Ini waktunya perempuan menunjukkan bahwa mereka layak dipercaya, layak diberi ruang, dan mampu mengambil peran strategis,” ujarnya.
Shery menegaskan bahwa kesempatan umumnya datang kepada mereka yang telah siap dan memiliki kapasitas yang memadai.
“Fokus perempuan hari ini adalah melayakkan diri dan memantaskan diri. Ketika kapasitas sudah terbentuk, maka kesempatan hanya tinggal menunggu waktu untuk datang,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan perubahan sosial.
“Perempuan dan laki-laki bukan untuk saling bersaing, melainkan saling menguatkan. Harmoni keduanya menjadi faktor penting dalam menghadirkan kepemimpinan dan perubahan yang berdampak bagi masyarakat,” tutur Shery.
Melalui kegiatan She Talk’s, HIMPOSIP FISIP UMS Rappang berharap dapat mendorong lahirnya generasi perempuan muda yang berani bermimpi, berdaya saing, dan siap mengambil peran kepemimpinan di berbagai sektor.
Seminar tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.(Tohir)













