• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Syawal, Sopir Tangki Melesat Pimpin PT Elnusa Petrofin Parepare

Editor: Alfiansyah Anwar
16 Agustus 2018
di Sulselbar
Syawal

Syawal usai memantau aktivitas di Terminal BBM Parepare. --alfian/pijarnews--

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Berbekal kejujuran dan keikhlasan, Syawal (40) kini menikmati hasil kerjanya. Betapa tidak, ayah tiga anak ini tak pernah menyangka kariernya bisa melejit seperti sekarang.

Syawal, anak pasangan Abdullah M dan Sitti Sawiyah asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulanya hanya bekerja sebagai sopir tangki. Lokasinya saat itu di Samarinda, Kalimantan Timur. Profesi itu dilakoni selama 13 tahun, sejak 1998 hingga 2011.

Karena dianggap berprestasi, Pimpinan PT Elnusa Petrofin, anak perusahaan PT Pertamina mengangkat Syawal jadi pengawas lapangan di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), Balikpapan, Kalimantan Timur.

Setelah 18 bulan jadi pengawas, ia kemudian dipercaya jadi Kepala Cabang PT Elnusa Petrofin Balikpapan. Dari sinilah karier syawal mulai menanjak. Pria kelahiran 11 September 1978 ini semula hanya sopir tangki, kini memimpin perusahaan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) di PT Elnusa Petrofin Parepare dengan jabatan Head of Operation.

BeritaTerkait

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

1 September 2026
Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

22 Agustus 2026
11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

20 Agustus 2026
Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari  Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

19 Agustus 2026

Setelah dua tahun di Balikpapan, ia lalu dimutasi menjadi Kepala Cabang Elnusa Petrofin Samarinda, yang merupakan lokasi awal tempat Syawal jadi sopir tangki.

Syawal
Syawal terlihat sedang berkomunikasi dengan karyawan. –alfian/ pijarnews–

Ia kemudian membenahi manajemen pengangkutan BBM tersebut bersama rekan-rekannya yang dulu sama-sama jadi sopir tangki. “Selama dua tahun bekerja, mungkin pimpinan menganggap saya berprestasi karena mampu melakukan efisiensi pemakaian Bahan Bakar Minyak untuk mobil tangki. Saat itu, terminal BBM Samarinda meraih juara tiga di tingkat nasional,” ujar Syawal.

Atas prestasi tersebut, Syawal diberi tanggungjawab lebih besar dengan menjabat PT Elnusa Petrofin Parepare, Sulawesi Selatan. “TBBM Parepare merupakan lokasi yang masuk kategori kelas B karena mengontrol 47 unit mobil tangki, sedangkan terminal BBM di Samarinda masih ketegori C,” kata Syawal.

Di Parepare, Syawal sudah hampir tiga tahun menjabat. Mulai 1 Mei 2016 hingga Agustus 2018. Beragam suka dan duka dilalui Syawal selama memimpin PT Elnusa Petrofin Parepare.

Apa saja kiat sukses Syawal, sehingga kariernya bisa menanjak? Yang semula hanya sopir tangki, kini jadi pimpinan sopir tangki.

Menurut Syawal, yang paling utama dijaga dan dipertahankan adalah integritas yang didalamnya ada nilai-nilai kejujuran dan kerja ikhlas. “Ini pesan orang tua yang selalu saya terapkan sejak dulu hingga sekarang,” kata Syawal yang mengaku hanya mampu melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini.

Syawal mengatakan, menjadi sopir tangki itu bukan pekerjaan mudah. Sebab, kata Syawal, butuh keterampilan khusus dan nyawa bisa jadi taruhannya. “Soalnya, para awak mobil tangki itu mengangkut bahan bakar minyak seperti Premium, Pertalite, Pertamax, Solar dan Elpiji,” ujar Syawal.

Karena itu, Syawal berpesan kepada seluruh awak mobil tangki agar senantiasa bekerja dengan baik dibarengi kejujuran dan keikhlasan. “Selain itu jangan sungkan memberi masukan dan terobosan ke perusahaan sehingga pimpinan bisa memberi penilaian. Ibarat berlian, walau pun berada di tengah lumpur suatu saat akan kelihatan,” tandas Syawal.

Apa saja tantangan memimpin perusahaan penyaluran BBM ini? Syawal mengatakan, tantangannya adalah risiko kerja seperti sopir tangki mengalami kecelakaan lalulintas. “Selain itu, mengubah perilaku oknum sopir tangki nakal atau biasa dikenal mobil tangki kencing. Oknum sopir tersebut memindahkan angkutan BBM bukan pada tempatnya seperti lokasi yang akan dituju yakni di SPBU,” jelas Syawal.

Syawal
Syawal. –alfian/pijarnews–

Setelah memimpin PT Elnusa Petrofin, pria yang hobi olahraga bulu tangkis ini perlahan-lahan mengubah sistem dan manajemen kerja, termasuk berupaya mengubah perilaku dan kebiasaan buruk sejumlah oknum sopir.

Tak hanya itu, Syawal juga mengutamakan safety dan kerja sama tim. “Selain itu, sesama tim saling mengingatkan pentingnya bersikap jujur. Sebab itu adalah modal utama,” tutur Syawal.

Salah satu terobosan Syawal dalam memimpin Petrofin Parepare yakni setiap mobil tangki dikawal dua sopir. Padahal sebelumnya, sambung Syawal, satu mobil tangki hanya dikawal satu sopir.

Lokasi penyaluran BBM yang dikoordinasi Syawal meliputi Kota Parepare, Pinrang, Sidrap, Wajo, Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Tak hanya itu, penyaluran BBM juga dilakukan di wilayah Provinsi Sulawesi Barat seperti Polman, Majene, Mamuju. “Yang paling jauh penyalurannya yakni di SPBU Tarailu, Mamuju sekitar 350 kilometer dari Kota Parepare. Waktu tempuhnya sekira 11 jam,” tutup Syawal. (*)

Penulis : Alfiansyah Anwar
Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: PertaminaPT Elnusa PetrofinSyawal

BeritaTerkait

Pertamina Temukan Indikasi LPG Keluar Daerah, Pemkot Parepare Perketat Pengawasan Distribusi Gas Subsidi

Pertamina Temukan Indikasi LPG Keluar Daerah, Pemkot Parepare Perketat Pengawasan Distribusi Gas Subsidi

Editor: Tohir Muhammad
4 Agustus 2026

...

Jelang Nataru, Elnusa Petrofin Sosialisasikan Prosedur Aman Pembongkaran BBM di SPBU Barru

Editor: Tohir Muhammad
16 Desember 2024

...

Pergantian Logo Mobil Tangki Pertamina Jadi Elnusa Petrofin, Hadirkan Identitas Baru di Tengah Masyarakat

Editor: Tohir Muhammad
10 Oktober 2024

...

Berita Populer

  • Didanai Belmawa Kemendiktisaintek, PPK Ormawa UKM  Kewirausahaan UMI Dorong Romangloe Jadi Desa Wirausaha

    Didanai Belmawa Kemendiktisaintek, PPK Ormawa UKM Kewirausahaan UMI Dorong Romangloe Jadi Desa Wirausaha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IAIN Parepare Luncurkan Prodi Studi Islam Jenjang Doktor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Dilarang, Korban Tewas di Gunung Bambapuang Tetap Nekat Mendaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 93 PNS Dilantik, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulsel ingatkan Kompetensi hingga Etika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembunuh Feni Ere Terungkap, Mengamati Korban di Media Sosial Selama Tiga Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi